FAMILY

Mau Decluttering? Jangan Buang Waktu Jual Barang Ini, Kata Ahli

A. Firdaus
Sabtu 02 Mei 2026 / 15:11
Ringkasnya gini..
  • Tidak semua barang layak dijual.
  • Setelah memilah barang, biasanya muncul dilema.
  • Dengan memilah dan mengurangi barang yang tidak diperlukan, aktivitas sehari-hari jadi lebih praktis.
Jakarta: Pembersihan rumah atau decluttering sering jadi langkah awal untuk menciptakan ruang, yang lebih rapi dan nyaman. Saat barang terlalu banyak, rumah terasa penuh dan sulit diatur, bahkan bisa bikin pikiran ikut sumpek.

Dengan memilah dan mengurangi barang yang tidak diperlukan, aktivitas sehari-hari jadi lebih praktis, mulai dari memasak di dapur yang lebih tertata, sampai memilih pakaian tanpa kebingungan.

Setelah memilah barang, biasanya muncul dilema, mana yang sebaiknya dijual, disumbangkan, dibuang, atau didaur ulang. Tidak sedikit yang berharap barang lama bisa menghasilkan uang tambahan.
 

Namun, dilansir dari bhg.com, menurut Sally Schwartz, pendiri pasar barang antik dan vintage, tidak semua barang layak dijual. Banyak orang justru salah langkah saat menilai barang yang dimiliki. Berikut adalah tiga kesalahan yang sering terjadi saat decluttering.
 

1. Mengira barang punya nilai tinggi


Banyak orang menganggap koleksi seperti piring porselen, perak, atau kristal punya harga mahal. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu. Bahkan barang seperti perhiasan atau mantel bulu pun, sering kali dihargai lebih rendah dari ekspektasi.



Nilai kenangan memang besar, tapi di mata orang lain, barang tersebut belum tentu spesial. Jadi, penting untuk realistis dalam menentukan apakah barang itu layak dijual, atau lebih baik disimpan sebagai kenangan keluarga.
 

2. Terlalu cepat mengambil keputusan


Keinginan untuk cepat beres-beres kadang membuat seseorang terburu-buru membuang barang. Padahal, barang seperti surat lama, foto, atau kenangan pribadi lainnya bisa punya arti besar di kemudian hari.

Menyesal karena sudah membuang kenangan penting, jelas bukan hal yang menyenangkan. Jadi, lebih baik memilah dengan tenang dan penuh pertimbangan.
 

3. Langsung membuang barang yang masih berguna


Tidak semua barang harus dijual. Kalau masih layak pakai tapi tidak terpakai, lebih baik disumbangkan. Barang seperti jaket, perlengkapan dapur, buku, atau selimut bisa sangat bermanfaat bagi orang lain.



Yang penting, pastikan kondisi barang masih bagus dan layak digunakan. Kalau sudah rusak, pertimbangkan untuk didaur ulang daripada dibuang sembarangan.

Kalau masih ragu soal nilai suatu barang, bisa coba cek harga pasaran di internet sebagai perbandingan. Atau, minta bantuan toko barang antik untuk menilai secara langsung. Dengan begitu, keputusan yang diambil jadi lebih tepat dan tidak menyesal di kemudian hari.

Decluttering bukan soal membuang sebanyak mungkin barang, tapi soal memilih dengan bijak mana yang benar-benar penting.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH