BEAUTY

Lestari Moerdijat: Tingkatkan Keterampilan Masyarakat Tentukan Masa Depan Bangsa

A. Firdaus
Sabtu 02 Mei 2026 / 18:42
Ringkasnya gini..
  • Keterampilan merias wajah memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai Empat Konsensus Kebangsaan.
  • Empat pilar harus hidup di semua kehidupan, termasuk dalam dunia pelatihan keterampilan.
  • Mengamalkan nilai kemanusiaan dan persatuan.
Jepara: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa upaya meningkatkan keterampilan masyarakat merupakan bagian dari langkah menentukan masa depan bangsa. 

Hal itu diungkapkan Lestari di hadapan para juru rias, peserta Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan yang dikemas dalam bentuk pelatihan tata rias yang diselenggarakan Forum Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kabupaten Jepara, di Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). 

Rerie, sapaan akrab Lestari, menegaskan bahwa keterampilan merias wajah memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai Empat Konsensus Kebangsaan.
 
“Hari ini, kita tidak sedang sekadar belajar merias wajah. Kita sedang merias masa depan kita,” ujar Rerie dalam sambutannya. 

Turut mendampingi Rerie dalam acara tersebut, antara lain, perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Jepara, anggota DPRD Kabupaten Jepara dari Fraksi Partai Nasdem, serta pengurus forum LKP setempat.

“Pekerjaan merias bukanlah pekerjaan yang didominasi oleh perempuan saja. Saat ini sudah menjadi profesi yang dikerjakan baik oleh lelaki dan perempuan,” ujar Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu. 

Menurut Rerie, upaya para anggota LKP, termasuk para trainer dan guru, bukan sekadar mengajarkan keterampilan. 

"Kita sedang menanamkan bagaimana membangun kepercayaan diri, membangun martabat, dan menyiapkan peserta untuk mulai mengerti cara membangun ketahanan ekonomi,” tegasnya.

Menurut Rerie, Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bukan hanya hafalan atau urusan politik. Empat pilar harus hidup di semua kehidupan, termasuk dalam dunia pelatihan keterampilan.

Implementasi Pancasila dalam profesi juru rias, jelas Rerie, bisa dalam bentuk bekerja dengan niat baik, menjalankan profesi dengan jujur yang mencerminkan nilai-nilai Ketuhanan. 

Mengamalkan nilai kemanusiaan dan persatuan, ujar Rerie, yaitu dengan menghargai klien tanpa membedakan suku, agama, atau kelas, serta menghargai keberagaman. 

Negara, tambah Rerie, menjamin hak kita untuk hidup, memperoleh pendidikan, bekerja, dan hidup layak. LKP adalah salah satu jawaban dari amanat konstitusi itu. 

Berkaitan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tambah Rerie, peran LKP mencerminkan upaya penguatan partisipasi semesta yang mampu mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, seperti tema Hardiknas tahun ini. 

"Bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh orang-orang pintar, tetapi oleh mereka yang bekerja dengan nilai,” pungkas Rerie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH