FAMILY
Peran Aktif Keluarga Menjadi Kunci Mengatasi Masalah Sampah
A. Firdaus
Jumat 01 Mei 2026 / 21:18
- total sampah di Indonesia mencapai lebih dari 25,14 juta ton per tahun.
- Mengajak masyarakat Demak untuk aktif mengelola sampah rumah tangga.
- Potensi ekonomi dari sampah plastik yang bisa diolah menjadi produk kreatif
Demak: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengajak masyarakat Demak untuk aktif mengelola sampah rumah tangga.
Ajakan itu disampaikan kepada pegiat lingkungan, masyarakat Demak dan sekitarnya yang mengikuti Bimbingan Teknis bertema Pengelolaan Sampah Organik dan Bank Sampah yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI, di Demak, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026).
Menurut Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI, data nasional tahun 2025 menunjukkan total sampah di Indonesia mencapai lebih dari 25,14 juta ton per tahun.
Sebanyak 41% di antaranya adalah sisa makanan, sementara itu 60,44% berasal dari rumah tangga.
"Kalau 60,44% itu kita kelola dengan baik maka sebagian besar proses pengelolaan sampah sudah selesai di tingkat rumah tangga. Ini tidak bisa kita serahkan begitu saja kepada negara," ujar Rerie.
Politisi Partai Nasdem itu menekankan bahwa peran aktif keluarga menjadi kunci karena masalah sampah di Demak sudah sangat nyata.
Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berahan Kulon mencapai 100 ton per hari. Selain itu, penumpukan sampah di sungai ikut memperparah banjir di wilayah pesisir seperti Demak.
Legislator dari Dapil Jawa Tengah II itu mendorong warga untuk mulai mengelola sampah dari hal kecil, yaitu memilah sampah organik dan nonorganik di rumah.
Ia juga menyebut, potensi ekonomi dari sampah plastik yang bisa diolah menjadi produk kreatif, seperti tas berbahan bungkus plastik yang kini menjadi tren di kota-kota besar.
"Pengelolaan sampah itu menjadi sangat mudah. Mari, mulai hari ini, bertekad bersama melakukan aksi konkret dimulai dari rumah masing-masing," ajak anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Acara pelatihan yang berlangsung setengah hari itu menghadirkan peneliti ahli muda BRIN Sukirwan didampingi anggota DPRD Kabupaten Demak dari Fraksi Partai NasDem, Endang Susilowati, Sulkan, dan Muh Safii.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Ajakan itu disampaikan kepada pegiat lingkungan, masyarakat Demak dan sekitarnya yang mengikuti Bimbingan Teknis bertema Pengelolaan Sampah Organik dan Bank Sampah yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI, di Demak, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026).
Menurut Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI, data nasional tahun 2025 menunjukkan total sampah di Indonesia mencapai lebih dari 25,14 juta ton per tahun.
Sebanyak 41% di antaranya adalah sisa makanan, sementara itu 60,44% berasal dari rumah tangga.
Baca Juga :
Pasar Kosmetik Tembus Rp146 Triliun, Rerie Ajak Warga Demak Usaha Skincare Manfaatkan Riset BRIN
"Kalau 60,44% itu kita kelola dengan baik maka sebagian besar proses pengelolaan sampah sudah selesai di tingkat rumah tangga. Ini tidak bisa kita serahkan begitu saja kepada negara," ujar Rerie.
Politisi Partai Nasdem itu menekankan bahwa peran aktif keluarga menjadi kunci karena masalah sampah di Demak sudah sangat nyata.
Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berahan Kulon mencapai 100 ton per hari. Selain itu, penumpukan sampah di sungai ikut memperparah banjir di wilayah pesisir seperti Demak.
Legislator dari Dapil Jawa Tengah II itu mendorong warga untuk mulai mengelola sampah dari hal kecil, yaitu memilah sampah organik dan nonorganik di rumah.
Ia juga menyebut, potensi ekonomi dari sampah plastik yang bisa diolah menjadi produk kreatif, seperti tas berbahan bungkus plastik yang kini menjadi tren di kota-kota besar.
"Pengelolaan sampah itu menjadi sangat mudah. Mari, mulai hari ini, bertekad bersama melakukan aksi konkret dimulai dari rumah masing-masing," ajak anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Acara pelatihan yang berlangsung setengah hari itu menghadirkan peneliti ahli muda BRIN Sukirwan didampingi anggota DPRD Kabupaten Demak dari Fraksi Partai NasDem, Endang Susilowati, Sulkan, dan Muh Safii.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)