FEATURE

Pemuda Boyolali Bikin Upgrade Peternakan Jadi Lebih Hijau

Yatin Suleha
Rabu 10 Juni 2026 / 20:12
Ringkasnya gini..
  • Boyolali yang selama ini terkenal dengan sektor peternakannya lagi kena 'cobaan' nih.
  • Mulai dari masalah pengelolaan limbah, pakan yang kurang efisien, sampai dampak wabah PMK.
  • Ada program keren karena ngubah peternakan di Kecamatan Selo jadi model bisnis hijau modern.
Jakarta: Boyolali yang selama ini terkenal dengan sektor peternakannya lagi kena 'cobaan' nih. Mulai dari masalah pengelolaan limbah, pakan yang kurang efisien, sampai dampak wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang bikin peternak harus putar otak buat ganti komoditas dari sapi ke domba atau kambing. 

Di tengah tantangan pemulihan ekonomi dan perubahan iklim, ChildFund Indonesia bareng Yayasan Keluarga Sejahtera Boyolali (YKSB) hadir bawa solusi lewat Green Recovery Initiative (GRI). 

Program ini keren banget karena ngubah peternakan di Kecamatan Selo jadi model bisnis hijau modern yang digerakin langsung sama anak-anak muda!

Green Recovery Initiative hadir sebagai respons strategis yang memastikan pemulihan ekonomi berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.
 
"Pemulihan ekonomi dan pemulihan lingkungan perlu berjalan seiring. Melalui GRI, ChildFund Internasional di Indonesia mendorong kewirausahaan anak muda, penurunan emisi, dan penguatan rantai nilai ekonomi hijau secara terpadu," ujar Meinrad Indra Cahya, Senior Specialist - Livelihood ChildFund Internasional di Indonesia.

Senada dengan itu, Ahmad Luthfy Mubaarok, Program Manager YKSB, mengatakan bahwa GRI dirancang sebagai proses jangka menengah–panjang yang menempatkan masyarakat, termasuk pemuda, sebagai bagian penting dari perubahan. 

“Kami percaya, dengan semangat kebersamaan, GRI tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi generasi mendatang," ungkapnya.
 

Agro Lestari Muda: Praktik baik di tingkat komunitas


Wujud konkret dari GRI di tingkat komunitas adalah Agro Lestari Muda, kelompok ternak yang didirikan pada tahun 2024 dan dikelola oleh orang muda Desa Suroteleng. 

Kelompok ini menjalankan sistem peternakan terintegrasi yang mencakup produksi pakan konsentrat mandiri, manajemen kandang panggung higienis, pengelolaan limbah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi, serta penerapan sistem rainwater harvesting untuk efisiensi penggunaan air.

"Green business bagi kami berarti tidak ada limbah yang dibuang. Semua harus kembali menjadi nilai ekonomi," ujar Rinto, Direktur Agro Lestari Muda. 

Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bukti bahwa desa dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru apabila potensi lokalnya dikelola dengan strategi yang tepat.


(Kelompok ternak Agro Lestari Muda menjalankan sistem peternakan terintegrasi, salah satunya pengelolaan limbah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi. Foto: Dok. Istimewa)

Program GRI telah memberikan dampak yang dirasakan di berbagai lapisan. Di tingkat individu, orang muda seperti Hanum—seorang mahasiswi—memperoleh keterampilan teknis beternak, memahami pengelolaan limbah sebagai peluang bisnis, dan meningkatkan kesadaran terhadap isu perubahan iklim. 

"Program ini membuat saya jauh lebih disiplin dan membuka wawasan saya bahwa peternakan modern bisa dikelola secara bersih, teratur, dan ramah lingkungan," ungkapnya.

Di tingkat komunitas, Karangtaruna Desa Suroteleng dilibatkan aktif dalam pembuatan pakan ternak, studi banding ke peternakan modern, serta pengelolaan limbah kotoran ternak menjadi sumber pendapatan. 

Peternak konvensional seperti Ari Nugroho pun bertransformasi, kini mampu memproduksi pakan konsentrat dan mengelola limbah menjadi pupuk organik bernilai jual. "Rasanya bangga bisa bekerja profesional di desa sendiri sambil menjaga lingkungan," tuturnya.

Program ini juga menjangkau dunia pendidikan. Murid SMK jurusan peternakan mengikuti pelatihan pengolahan urine domba menjadi pupuk organik cair menggunakan metode Jadam Microbial Solution (JMS), memperkuat keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 

Kandang Agro Lestari Muda bahkan menjadi laboratorium alam bagi anak-anak PAUD dan SD setempat.
 

Kolaborasi lintas sektor


Keberhasilan GRI didukung oleh kolaborasi erat antara ChildFund Internasional di Indonesia, YKSB, Karangtaruna Desa Suroteleng, Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali (Disnakkan), serta komunitas lokal. 

Kunjungan Disnakkan ke Kandang Agro Lestari Muda membuka peluang jejaring antara praktik baik di tingkat desa dengan sistem pendukung di tingkat kabupaten, termasuk akses pasar dan layanan kesehatan hewan melalui UPT Puskeswan.

Pemerintah daerah melalui Bapperida Boyolali turut menyambut program ini. "Kami sangat mendukung kegiatan ini karena tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat dan menambah perekonomian. Ke depan, sosialisasi kepada anak-anak muda perlu diperkuat karena peluangnya sangat besar," jelas Bapak Arif, perwakilan Bapperida Boyolali.
   

Menuju masa depan yang lebih hijau 


GRI membuktikan bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi tidak harus mengorbankan lingkungan. Dengan memadukan penguatan kapasitas teknis, pengembangan model bisnis berkelanjutan, dan pemberdayaan orang muda sebagai aktor utama, program ini meletakkan fondasi bagi ekonomi desa yang lebih tangguh dan inklusif.

Ke depan, ChildFund Internasional di Indonesia bersama YKSB berharap model Agro Lestari Muda dapat menjadi rujukan dan direplikasi di wilayah lain, sekaligus terus berkembang sebagai pusat pembelajaran, ekowisata berbasis peternakan, dan motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH