FEATURE
Saat Roda Taksi Bluebird Jadi Saksi Bisu Cinta Pak Yudi, Antarkan Anak Menuju Gelar Sarjana
Yatin Suleha
Senin 08 Juni 2026 / 18:03
- Minggu akhir Mei 2026, postingan itu terlintas di FYP media sosial Instagram.
- Dalam laman IG Warta Kertas, akun Bintang Pede yang punya nama asli Bintang Putra Damaryani membagikan pengalamannya saat naik Bluebird ke Bandara.
- Membingkai haru kisah Pak Yudi sang driver Bluebird yang dulu tak pernah ia dokumentasikan.
Jakarta: Minggu akhir Mei 2026, postingan itu terlintas di FYP media sosial Instagram. Dalam laman IG Warta Kertas, akun Bintang Pede yang punya nama asli Bintang Putra Damaryani membagikan pengalamannya saat naik Bluebird ke Bandara.
"Perjalanan ke bandara kali ini, jadi salah satu obrolan paling hangat yang gue inget," buka Bintang di postingan itu.
Ia bilang lagi, "Naik Bluebird kali ini rasanya beda banget... Karena gue ketemu sama bapak super keren yang udah jadi driver Bluebird selama lebih dari 20 tahun (icon nangis)."
Lewat argo yang sempat ia dokumentasinya, Rp82.220, Bintang menulis, "Nama bapaknya Yudi Ismail. Beliau udah jadi driver Bluebird sejak tahun 2000. Iya... saat gue bahkan baru lahir (setahun lahir deng) wkwk..."
Ia melanjutkan, "Katanya beliau udah ngerasain ganti-ganti mobil. Dari Ford Laser, Nissan Sunny, sampai sekarang New Avanza."
"Dan dari cara beliau cerita, keliatan banget kalau 20+ tahun itu bukan perjalanan yang sebentar. Selama jadi driver, Pak Yudi udah ngalamin banyak banget cerita unik. Pernah ditipu customer yang nggak bayar lalu kabur. Bahkan nominalnya pernah sampai 400 ribu."
%20(1).jpg)
(Bintang saat berofto dengan Pak Yudi. Foto: Dok. Instagram Warta Kertas/@wartakertas.id)
Pak Yudi mengenang saat dirinya ditipu seorang customer. "Kejadiannya saat masa covid-19, kebetulan juga sedang bulan puasa. Saya mendapat order dengan pembayaran tunai."
"Awalnya penumpang minta diantar ke beberapa tempat dulu, jadi saya ikuti sesuai arahan. Setelah itu, tujuan terakhirnya ke daerah Roxy," beber Pak Yudi pada Medcom.
Ia lalu menjelaskan, "Awalnya saya belum merasa ditipu, karena penumpangnya bilang hanya sebentar. Jadi saya tunggu dulu di lokasi. Tapi setelah cukup lama tidak keluar-keluar, saya mulai coba telepon beberapa kali dan tidak diangkat. Akhirnya saya sadar kalau penumpangnya memang pergi dan tidak membayar."
Bintang dalam postingannya lanjut menulis, "Tapi yang bikin gue terenyuh adalah waktu beliau bilang, 'Yaudah mas, saya ikhlasin aja. Nanti juga ada rezeki lagi.'"
Dalam wawancara eksklusif bersama Pak Yudi Ismail, ia mengatakan, "Kecewa pasti ada. Namanya juga sudah bekerja, lalu tidak dibayar. Tapi kalau terus mengeluh atau menyimpan dendam, buat apa juga. Saya coba ikhlaskan saja, karena saya percaya rezeki itu jalannya macam-macam."
"Kadang kita merasa kehilangan dari satu kejadian, tapi kalau dilihat lagi, hidup juga sudah memberi banyak hal yang patut disyukuri. Anak-anak saya, misalnya, alhamdulillah bisa sekolah sampai kuliah lewat beasiswa Bluebird Peduli. Jadi buat saya, kejadian yang kurang baik cukup jadi pelajaran, tapi jangan sampai membuat kita lupa bersyukur," ujarnya pada tim Medcom.id.
Sebelum tulisan ini lanjut, ada komentar baik di postingan tersebut hadir dari _kafemfem: "dari penampilan Bapak ajah menunjukkan beliau orang baik banget. Saya juga pernah dapet driver Bluebird udah senior gitu bawa mobilnya nyaman, ramah, dan ngobrolnya enak."
Ada pula yang sama menyenangkannya, akun lutpeeehh juga berkata: "Setiap anak saya pulang malam maka saya selalu perintahkan untuk pulang dengan menggunakan taksi ini (icon jempol 2 kali)."
.jpg)
(Pak Yudi menulis pesan untuk Bintang. Foto: Dok. Instagram Warta Kertas/@wartakertas.id)
Rasanya paparan cerita Bintang meneduhkan hati di saat banyak ketidakpastian di luar yang terjadi. Bluebird dalam postingan Bintang ini memberikan berbagai fasilitas bagi pekerjanya.
"Yang bikin terharu, selama kerja, ternyata Pak Yudi dapet banyak banget fasilitas yang oke banget di kantornya. Mulai dari asuransi, beasiswa pendidikan untuk kedua anaknya, hingga pinjaman untuk beli rumah dan mobil."
Apa pesan yang dapat bapak sampaikan? Tanya kami dalam wawancara dengannya. "Pesan saya, kalau bekerja ya dijalani dengan sungguh-sungguh. Setiap pekerjaan pasti ada capeknya, pasti ada bebannya, tapi kalau kita jalani dengan sabar dan sepenuh hati, insya Allah ada hasilnya."
"Jangan terlalu banyak mengeluh, karena mengeluh juga tidak membuat pekerjaan jadi lebih ringan. Malah kadang capeknya jadi terasa dua kali. Jadi nikmati prosesnya, sabar dijalani, dan percaya saja bahwa usaha yang baik pasti ada jalannya," tambahnya lagi.
Dua kata terakhir di penghujung postingan Bintang tertulis, "Berdoa dan bersyukur."
Pengalaman Bintang pun bukan cuma sesekali naik Bluebird, sebelumnya ia menulis saat kecil orang tuanya selalu mempercayakan Bluebird kalau keliling, dan hingga saat ini pelayanannya tak pernah beda.
.jpg)
(Membingkai haru kisah Pak Yudi yang dulu tak pernah ia dokumentasikan. Foto: Dok. Instagram Warta Kertas/@wartakertas.id)
Bintang mengakhiri dengan memberikan foto saat Pak Yudi sedang on duty yaitu bekerja sebagai driver Bluebird.
Bintang bilang selama bekerja Pak Yudi tidak pernah mendokumentasikan dirinya yang sedang menjalankan pekerjaannya.
Mengakhiri tulisan ini, sang anak @irraakrisna (Bunda Sekala) yang sempat membaca potingan Bintang memberi komentar.
"Terimakasih kak atas konten inspirasinya. Beliau papah saya, sudah bekerja sebagai pengemudi di bluebird dari saya umur 3 tahun sampe skrg saya sudah lulus s1. Ga nyangka papah jd inspirasi banyak org skrg disini."
Dan di balik kemudi taksi yang bergerak membelah kota, ada seorang ayah yang diam-diam sedang mengemudikan takdir masa depan anaknya menuju gerbang kesuksesan.
Pak Yudi membuktikan bahwa dedikasi yang tulus tidak butuh dokumentasi, sebab bukti terbaik dari kerja kerasnya telah berdiri tegak menjadi seorang sarjana.
Kisah ini mengajarkan kita, bahwa cinta seorang ayah sering kali tidak disampaikan dengan kata-kata, melainkan lewat genggaman erat pada kemudi yang diam-diam sedang mengantarkan mimpi anaknya ke masa depan yang lebih cerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
"Perjalanan ke bandara kali ini, jadi salah satu obrolan paling hangat yang gue inget," buka Bintang di postingan itu.
Ia bilang lagi, "Naik Bluebird kali ini rasanya beda banget... Karena gue ketemu sama bapak super keren yang udah jadi driver Bluebird selama lebih dari 20 tahun (icon nangis)."
Lewat argo yang sempat ia dokumentasinya, Rp82.220, Bintang menulis, "Nama bapaknya Yudi Ismail. Beliau udah jadi driver Bluebird sejak tahun 2000. Iya... saat gue bahkan baru lahir (setahun lahir deng) wkwk..."
Baca Juga :
Di Balik Setir, Ivany Menjaga Harapan Dua Hati
Ia melanjutkan, "Katanya beliau udah ngerasain ganti-ganti mobil. Dari Ford Laser, Nissan Sunny, sampai sekarang New Avanza."
"Dan dari cara beliau cerita, keliatan banget kalau 20+ tahun itu bukan perjalanan yang sebentar. Selama jadi driver, Pak Yudi udah ngalamin banyak banget cerita unik. Pernah ditipu customer yang nggak bayar lalu kabur. Bahkan nominalnya pernah sampai 400 ribu."
Yang bikin terenyuh...
%20(1).jpg)
(Bintang saat berofto dengan Pak Yudi. Foto: Dok. Instagram Warta Kertas/@wartakertas.id)
Pak Yudi mengenang saat dirinya ditipu seorang customer. "Kejadiannya saat masa covid-19, kebetulan juga sedang bulan puasa. Saya mendapat order dengan pembayaran tunai."
"Awalnya penumpang minta diantar ke beberapa tempat dulu, jadi saya ikuti sesuai arahan. Setelah itu, tujuan terakhirnya ke daerah Roxy," beber Pak Yudi pada Medcom.
Ia lalu menjelaskan, "Awalnya saya belum merasa ditipu, karena penumpangnya bilang hanya sebentar. Jadi saya tunggu dulu di lokasi. Tapi setelah cukup lama tidak keluar-keluar, saya mulai coba telepon beberapa kali dan tidak diangkat. Akhirnya saya sadar kalau penumpangnya memang pergi dan tidak membayar."
Bintang dalam postingannya lanjut menulis, "Tapi yang bikin gue terenyuh adalah waktu beliau bilang, 'Yaudah mas, saya ikhlasin aja. Nanti juga ada rezeki lagi.'"
Dalam wawancara eksklusif bersama Pak Yudi Ismail, ia mengatakan, "Kecewa pasti ada. Namanya juga sudah bekerja, lalu tidak dibayar. Tapi kalau terus mengeluh atau menyimpan dendam, buat apa juga. Saya coba ikhlaskan saja, karena saya percaya rezeki itu jalannya macam-macam."
"Kadang kita merasa kehilangan dari satu kejadian, tapi kalau dilihat lagi, hidup juga sudah memberi banyak hal yang patut disyukuri. Anak-anak saya, misalnya, alhamdulillah bisa sekolah sampai kuliah lewat beasiswa Bluebird Peduli. Jadi buat saya, kejadian yang kurang baik cukup jadi pelajaran, tapi jangan sampai membuat kita lupa bersyukur," ujarnya pada tim Medcom.id.
Sebelum tulisan ini lanjut, ada komentar baik di postingan tersebut hadir dari _kafemfem: "dari penampilan Bapak ajah menunjukkan beliau orang baik banget. Saya juga pernah dapet driver Bluebird udah senior gitu bawa mobilnya nyaman, ramah, dan ngobrolnya enak."
Ada pula yang sama menyenangkannya, akun lutpeeehh juga berkata: "Setiap anak saya pulang malam maka saya selalu perintahkan untuk pulang dengan menggunakan taksi ini (icon jempol 2 kali)."
Pesan Pak Yudi
.jpg)
(Pak Yudi menulis pesan untuk Bintang. Foto: Dok. Instagram Warta Kertas/@wartakertas.id)
Rasanya paparan cerita Bintang meneduhkan hati di saat banyak ketidakpastian di luar yang terjadi. Bluebird dalam postingan Bintang ini memberikan berbagai fasilitas bagi pekerjanya.
"Yang bikin terharu, selama kerja, ternyata Pak Yudi dapet banyak banget fasilitas yang oke banget di kantornya. Mulai dari asuransi, beasiswa pendidikan untuk kedua anaknya, hingga pinjaman untuk beli rumah dan mobil."
Apa pesan yang dapat bapak sampaikan? Tanya kami dalam wawancara dengannya. "Pesan saya, kalau bekerja ya dijalani dengan sungguh-sungguh. Setiap pekerjaan pasti ada capeknya, pasti ada bebannya, tapi kalau kita jalani dengan sabar dan sepenuh hati, insya Allah ada hasilnya."
"Jangan terlalu banyak mengeluh, karena mengeluh juga tidak membuat pekerjaan jadi lebih ringan. Malah kadang capeknya jadi terasa dua kali. Jadi nikmati prosesnya, sabar dijalani, dan percaya saja bahwa usaha yang baik pasti ada jalannya," tambahnya lagi.
Dua kata terakhir di penghujung postingan Bintang tertulis, "Berdoa dan bersyukur."
Pengalaman Bintang pun bukan cuma sesekali naik Bluebird, sebelumnya ia menulis saat kecil orang tuanya selalu mempercayakan Bluebird kalau keliling, dan hingga saat ini pelayanannya tak pernah beda.
.jpg)
(Membingkai haru kisah Pak Yudi yang dulu tak pernah ia dokumentasikan. Foto: Dok. Instagram Warta Kertas/@wartakertas.id)
Bintang mengakhiri dengan memberikan foto saat Pak Yudi sedang on duty yaitu bekerja sebagai driver Bluebird.
Bintang bilang selama bekerja Pak Yudi tidak pernah mendokumentasikan dirinya yang sedang menjalankan pekerjaannya.
Mengakhiri tulisan ini, sang anak @irraakrisna (Bunda Sekala) yang sempat membaca potingan Bintang memberi komentar.
"Terimakasih kak atas konten inspirasinya. Beliau papah saya, sudah bekerja sebagai pengemudi di bluebird dari saya umur 3 tahun sampe skrg saya sudah lulus s1. Ga nyangka papah jd inspirasi banyak org skrg disini."
Dan di balik kemudi taksi yang bergerak membelah kota, ada seorang ayah yang diam-diam sedang mengemudikan takdir masa depan anaknya menuju gerbang kesuksesan.
Pak Yudi membuktikan bahwa dedikasi yang tulus tidak butuh dokumentasi, sebab bukti terbaik dari kerja kerasnya telah berdiri tegak menjadi seorang sarjana.
Kisah ini mengajarkan kita, bahwa cinta seorang ayah sering kali tidak disampaikan dengan kata-kata, melainkan lewat genggaman erat pada kemudi yang diam-diam sedang mengantarkan mimpi anaknya ke masa depan yang lebih cerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)