Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Pentingnya Membersihkan Rumah usai Liburan Panjang

Rona tips kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 07 Januari 2020 15:00
Jakara: Usai liburan dalam waktu yang panjang, apakah rumah yang Anda tinggalkan terasa berbeda? Mungkin aroma debu, polusi, atau lapuk dari berbagai bahan bangunan lantaran sudah lama tak Anda singgahi dapat membuat Anda sakit?
 
Biasanya rumah yang lama tak disinggahi muncul racun, pestisida, gas, tungau, dan jamur. Semakin Anda terpapar, semakin besar risiko Anda terkena masalah kesehatan yang disebabkannya.
 
Menurut Robert McLellan, MD, selaku direktur Pusat Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan Rumah Sakit Exeter di Portsmouth, N.H., Anda dapat melihatnya dari dua sudut. Manakah dari masalah kesehatan Anda yang terkait dengan lingkungan, atau bahaya apa yang mengintai di lingkungan Anda dan apa yang mereka lakukan terhadap Anda?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sudut pertama, biasanya disebut sebagai sindrom bangunan sakit. Sindrom ini menghasilkan sekelompok gejala seperti iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, tersumbat, sesak napas, dan ruam.
 
"Gejala-gejala ini datang dan pergi dengan cukup cepat, Anda mungkin memerhatikan mereka dalam satu atau dua jam setelah memasuki sebuah bangunan, tetapi juga memerhatikan bahwa mereka akan hilang dalam satu atau dua jam setelah meninggalkan gedung tersebut," ujar McLellan dilansir dari WebMD.
 
Tidak ada tes obyektif yang mengukur gejala-gejala ini. Maka, lebih merupakan masalah yang memerhatikan gejala dan mencoba untuk menentukan kapan mereka hadir dan menyerang kesehatan Anda.
 
"Penyakit yang berkaitan dengan bangunan mencakup sudut kedua. Dalam hal ini, dampak bahaya lingkungan mungkin tidak segera terlihat. Misalnya, paparan radon yang dapat menyebabkan kanker paru-paru, tetapi mungkin dalam bertahun-tahun sebelum itu terjadi," paparnya.
 
Dengan penyakit yang berkaitan dengan bangunan, kelainan seperti sinusitis, alergi, asma, dapat didiagnosis melalui tes objektif.
 
Setiap rumah tangga berbeda, kata Elizabeth Sword selaku direktur eksekutif Koalisi Lingkungan Kesehatan Anak (CHEC), di Princeton, N.J. Namun, kita harus melihat ke sumber umum yang sama ketika mencoba menentukan bahaya apa yang kita hadapi.
 
Di antaranya, udara, makanan, air, atau produk konsumen lain yang berisiko pada lingkungan. Maka demikian, penanganannya harus disesuaikan dengan sumber penyakit tersebut.
 
Pentingnya Membersihkan Rumah usai Liburan Panjang
 
McLellan menjelaskan, salah satunya ialah asap tembakau. Paparan jangka panjang terhadap asap tembakau orang lain, belum lagi milik Anda sendiri, meningkatkan risiko kanker paru-paru, infeksi pernapasan, masalah paru-paru lainnya, dan kemungkinan penyakit jantung. Maka, jangan biarkan asap tembakau di rumah Anda berkeliaran.
 
Kemudian, asbes yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan dan insulasi. Paparan asbes dalam jumlah kecil mungkin tidak akan membahayakan Anda, tetapi menghirupnya dalam kadar tinggi dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit paru-paru.
 
Terlebih bagi Anda yang telah terinfeksi penyakit paru-paru, berisiko memperburuk kondisi Anda. Jika memungkinkan, tangani asbes dengan bantuan jasa profesional di bidangnya.
 
Selanjutnya, bahan timbal yang dapat terpapar, terutama pada anak kecil di rumah. Untuk mengantisipasinya, segera bicarakan dengan dokter Anda tentang tes darah anak untuk kadar timbal. Jika Anda tinggal di rumah yang lebih tua, pertimbangkan untuk menguji kadar cat timbal.
 
Risiko keracunan timbal lainnya yang lebih kontemporer berasal dari lilin beraroma. Menurut Environmental Illness Society of Canada, beberapa pembuat lilin masih menggunakan inti timbal dalam sumbu mereka, yang dapat menyebabkan partikel timah dipancarkan ke udara rumah. Ini sangat berbahaya untuk bayi, anak kecil, dan wanita hamil.
 
Gas pembakaran. Gas-gas ini termasuk karbon monoksida, nitrogen oksida, dan sulfur dioksida. Mereka dapat menyebabkan gejala seperti flu, penyakit pernapasan, atau bahkan kematian.
 
Jangan gunakan peralatan pembakaran tidak berventilasi, seperti pemanas minyak tanah portabel di dalam ruangan. Gunakan penutup khusus di atas kompor gas, bersihkan dan rawat secara rutin setiap tahunnya. Jika memungkinkan, pasang monitor karbon monoksida.
 
Selanjutnya, terkait alergen. Bahan yang rusak karena air sering kali menumbuhkan jamur dan organisme lain yang dapat menyebabkan alergi dan penyakit lainnya.
 
Untuk mengurangi alergen lain di rumah dan memperbaiki kebocoran dan masalah kelembapan, hindari menggunakan pelembap untuk ruangan. Kecuali jika Anda mengikuti instruksi khusus oleh para ahlinya.
 
Tips sederhana, jauhkan hewan berbulu dari rumah, atau setidaknya letakkan mereka di luar kamar. Langkah selanjutnya, bungkus kasur dan bantal Anda dengan penutup anti alergi. Hal ini untuk menjaga diri, terutama bagi penderita asma, alergi, maupun sistem imun yang terganggu.
 
McLellan menekankan bahwa anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan orang-orang dengan penyakit kronis sangat rentan terhadap bahaya lingkungan.
 
"Semakin mereka terpapar ketika sistem organ mereka tidak sepenuhnya berkembang, semakin besar risiko yang mereka miliki," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif