Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Waspada Penipuan BSU 2026, Ini 4 Cara Menghindari Link Palsu

Annisa ayu artanti • 25 Oktober 2026 07:33
Ringkasnya gini..
  • Kemnaker mengingatkan pekerja agar waspada terhadap link palsu BSU 2026 yang beredar melalui WhatsApp dan pesan langsung media sosial.
  • Pekerja diminta tidak memberikan NIK, kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada pihak yang tidak terverifikasi.
  • Cek informasi BSU melalui kanal resmi Kemnaker dan jangan membayar biaya apa pun dengan iming-iming pencairan bantuan.
Jakarta:  Pekerja perlu berhati-hati terhadap tautan palsu yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. 

Modus penipuan ini bisa menyebar melalui pesan WhatsApp hingga direct message (DM) media sosial, dengan iming-iming pencairan bantuan untuk mengelabui korban dan mencuri data pribadi.

Pekerja diminta tidak sembarangan mengeklik tautan atau memberikan data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), kepada pihak yang tidak terverifikasi.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengingatkan pekerja agar tidak mudah percaya pada informasi yang mengatasnamakan Kemnaker.

“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” ujar Indah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, dikutip pada Minggu, 25 Oktober 2026.
   

Kenali Modus Penipuan BSU 2026


Indah menjelaskan, penipuan BSU dapat dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp atau pesan langsung (direct message/DM) yang menyertakan tautan palsu. 

Pekerja perlu waspada jika tautan tersebut meminta data pribadi atau menjanjikan pencairan BSU dengan cara yang tidak jelas. Logo Kemnaker yang tercantum pada pesan atau situs juga tidak menjamin keaslian informasi.

Informasi resmi mengenai BSU dapat dipantau melalui kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id. Jika laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dan tidak menggunakan tautan alternatif yang belum terverifikasi.

4 Cara Menghindari Penipuan BSU


Untuk melindungi data pribadi, pekerja perlu melakukan empat langkah berikut:
  1. Periksa alamat situs dengan teliti sebelum mengeklik tautan atau memasukkan data.
  2. Jangan memberikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada pihak lain.
  3. Jangan membayar biaya apa pun dengan iming-iming pencairan BSU.
  4. Jika ragu, tutup tautan dan periksa informasi melalui kanal resmi Kemnaker.

Indah menegaskan bahwa kewaspadaan diperlukan agar pekerja tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BSU maupun Kemnaker. Ia menyebut Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga mengingatkan jajarannya untuk mengantisipasi modus penipuan tersebut.

“Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian,” ucap Indah.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan