Berikut 7 fitur HP yang bikin baterai boros, dari Always-On Display hingga refresh rate tinggi, serta cara menghemat daya smartphone.
Berikut 7 fitur HP yang bikin baterai boros, dari Always-On Display hingga refresh rate tinggi, serta cara menghemat daya smartphone.

7 Fitur HP yang Bikin Baterai Boros

Lufthi Anggraeni • 26 Oktober 2026 19:50
Ringkasnya gini..
  • AOD, kecerahan tinggi, live wallpaper, dan widget dapat meningkatkan konsumsi daya smartphone.
  • Refresh rate 90Hz atau 120Hz, screen timeout terlalu lama, dan Lift to Wake juga berpotensi membuat baterai lebih cepat habis.
  • Hemat baterai dengan menyesuaikan kecerahan, memakai wallpaper statis, memilih refresh rate adaptif, dan membatasi waktu layar menyala.
Jakarta: Baterai smartphone yang cepat habis tidak selalu disebabkan oleh kapasitas baterai atau usia perangkat. Sejumlah fitur pada smartphone juga dapat meningkatkan konsumsi daya, terutama jika terus aktif meskipun perangkat sedang tidak digunakan.

Pengaturan layar menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Tingkat kecerahan tinggi, refresh rate yang besar, hingga animasi pada wallpaper dapat membuat layar dan komponen pemrosesan bekerja lebih intensif. 

Selain itu, sejumlah fitur yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses juga dapat mengonsumsi daya ketika aktif sepanjang waktu. Pengguna dapat mengurangi konsumsi baterai dengan menyesuaikan pengaturan tersebut sesuai kebutuhan. 

Berikut tujuh fitur smartphone yang perlu diperhatikan jika baterai perangkat terasa lebih cepat habis.
 
always-on-display-smartphone
 

Always-On Display (AOD)

Always-On Display (AOD) memungkinkan smartphone menampilkan informasi seperti jam, tanggal, dan notifikasi ketika layar berada dalam kondisi terkunci. Fitur ini memudahkan pengguna memeriksa informasi tanpa harus menyalakan layar sepenuhnya.

Kendati praktis, AOD tetap mengonsumsi daya selama aktif. Pada smartphone dengan panel OLED, konsumsi dayanya relatif kecil karena sebagian piksel dapat dimatikan ketika menampilkan warna hitam. Namun, penggunaan terus-menerus tetap berkontribusi terhadap pemakaian baterai.

Pengguna dapat menonaktifkan AOD ketika tidak membutuhkan informasi yang selalu terlihat di layar. Mengatur fitur tersebut agar hanya aktif pada waktu tertentu juga dapat menjadi pilihan jika perangkat menyediakan opsi tersebut.

Kecerahan Layar Tinggi (High Brightness) dan Auto-Brightness

Tingkat kecerahan layar menjadi salah satu faktor penting dalam konsumsi baterai smartphone. Semakin tinggi kecerahan yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan daya layar, terutama ketika perangkat digunakan dalam waktu lama.

Pengaturan Auto-Brightness membantu menyesuaikan kecerahan layar berdasarkan kondisi pencahayaan sekitar. Namun, perubahan kecerahan yang terlalu sering atau drastis juga dapat memengaruhi konsumsi daya, bergantung pada kondisi penggunaan dan implementasi fitur pada perangkat.

Untuk menghemat baterai, pengguna dapat menurunkan kecerahan layar ke tingkat yang tetap nyaman dibaca. Auto-Brightness juga dapat dimanfaatkan agar layar menyesuaikan pencahayaan secara otomatis tanpa harus selalu menggunakan tingkat kecerahan maksimal.

Live Wallpaper

Live wallpaper atau wallpaper bergerak memberikan tampilan dinamis melalui animasi maupun video pada layar utama dan layar kunci. Dibandingkan dengan wallpaper statis, fitur ini membutuhkan pemrosesan tambahan untuk menghasilkan gambar bergerak.

Proses tersebut dapat membuat prosesor dan unit pemrosesan grafis (GPU) bekerja lebih intensif, bergantung pada jenis animasi dan cara sistem mengelolanya. Akibatnya, penggunaan live wallpaper berpotensi meningkatkan konsumsi daya dibandingkan dengan gambar latar biasa.

Pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dapat mengganti wallpaper bergerak dengan gambar statis. Langkah ini membantu mengurangi pemrosesan animasi yang tidak selalu diperlukan dalam penggunaan sehari-hari.

Widget di Layar Utama

Widget jam, cuaca, dan berita memungkinkan pengguna memperoleh informasi langsung dari layar utama tanpa perlu membuka aplikasi terkait. Namun, widget tertentu perlu memperbarui data secara berkala agar informasi yang ditampilkan tetap relevan.

Proses pembaruan tersebut dapat melibatkan aktivitas aplikasi di latar belakang dan penggunaan koneksi internet. Konsumsi daya bergantung pada frekuensi pembaruan, jenis widget, serta cara sistem operasi membatasi aktivitas aplikasi.

Untuk mengurangi penggunaan baterai, pengguna dapat menghapus widget yang jarang digunakan dan membatasi pembaruan otomatis jika tersedia. Mempertahankan widget yang benar-benar dibutuhkan juga dapat membantu mengurangi aktivitas latar belakang yang tidak perlu.

Refresh Rate Tinggi (90Hz dan 120Hz)

Refresh rate menunjukkan jumlah pembaruan gambar pada layar setiap detik. Smartphone dengan refresh rate 90Hz atau 120Hz mampu menampilkan pergerakan antarmuka lebih mulus dibandingkan dengan layar 60Hz dalam kondisi yang sesuai.

Namun, refresh rate tinggi dapat meningkatkan konsumsi daya karena layar memperbarui gambar lebih sering. Besarnya pengaruh terhadap baterai bergantung pada teknologi panel, jenis konten, dan dukungan pengaturan refresh rate adaptif.

Pengguna dapat memilih mode adaptif jika tersedia agar refresh rate menyesuaikan kebutuhan penggunaan. Alternatif lainnya adalah menurunkan refresh rate menjadi 60Hz ketika kelancaran animasi bukan prioritas utama.

Penyesuaian tersebut dapat membantu menghemat baterai, meskipun dampaknya berbeda pada setiap model smartphone.
   

Screen Timeout

Screen timeout menentukan berapa lama layar tetap menyala sebelum mati secara otomatis ketika tidak ada aktivitas pengguna. Jika durasinya terlalu panjang, layar dapat terus menyala meskipun smartphone sudah diletakkan dan tidak digunakan.

Sebagai contoh, pengaturan waktu tunggu selama dua hingga lima menit berpotensi membuat layar mengonsumsi daya lebih lama ketika pengguna lupa mematikan layar secara manual. Pengguna dapat memperpendek screen timeout menjadi sekitar 30 detik atau satu menit sesuai kebutuhan. 

Dengan begitu, layar akan mati lebih cepat ketika smartphone tidak digunakan, sehingga mengurangi konsumsi daya yang tidak diperlukan.

Lift to Wake: Layar Menyala Saat Smartphone Diangkat

Lift to Wake merupakan fitur yang menyalakan layar secara otomatis ketika smartphone diangkat atau digerakkan dalam kondisi tertentu. Fitur ini memudahkan pengguna memeriksa waktu dan notifikasi tanpa menekan tombol daya.

Namun, layar dapat menyala lebih sering jika sensor mendeteksi gerakan ketika smartphone diangkat, dipindahkan, atau mengalami perubahan posisi. Setiap aktivasi layar berpotensi menambah konsumsi baterai, terutama jika terjadi berulang kali sepanjang hari.

Pengguna yang jarang memanfaatkan fitur ini dapat menonaktifkan Lift to Wake melalui pengaturan layar atau layar kunci. Dengan mengurangi aktivasi layar yang tidak diperlukan, konsumsi daya dapat ditekan.

Sesuaikan Fitur untuk Menghemat Baterai

Menghemat baterai smartphone tidak selalu mengharuskan pengguna menonaktifkan seluruh fitur yang tersedia. Penyesuaian sederhana, seperti menurunkan kecerahan layar, menggunakan wallpaper statis, mengurangi refresh rate, dan memperpendek screen timeout, dapat membantu mengurangi konsumsi daya.

Pengguna juga dapat mengevaluasi widget serta fitur yang membuat layar aktif secara otomatis. Pilihan pengaturan terbaik bergantung pada kebutuhan dan karakteristik masing-masing perangkat. Namun perlu pengguna perhatikan bahwa konsumsi baterai tidak hanya ditentukan oleh fitur layar. 

Aktivitas aplikasi, kualitas sinyal jaringan, penggunaan kamera, serta kondisi baterai juga dapat memengaruhi daya tahan perangkat. Karena itu, jika baterai tetap cepat habis setelah pengaturan disesuaikan, pengguna dapat memeriksa menu penggunaan baterai untuk mengetahui aplikasi atau aktivitas yang paling banyak mengonsumsi daya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA