- Jamur pada dempul dapat dibersihkan jika masih berada di permukaan, tetapi noda yang menembus material mungkin memerlukan penggantian dempul.
- Ventilasi yang baik, pengeringan setelah mandi, dan perbaikan kebocoran membantu mencegah jamur tumbuh kembali.
- Jangan mencampur cuka, hidrogen peroksida, pemutih, atau bahan pembersih lain karena dapat menimbulkan reaksi berbahaya.
Jakarta: Jamur dan lumut yang tumbuh di sepanjang dempul kamar mandi dapat membuat area pancuran terlihat kotor meskipun keramik sudah dibersihkan secara rutin. Bintik-bintik hitam pada sambungan di sekitar bak mandi, wastafel, atau dinding pancuran dapat muncul akibat kelembapan yang bertahan terlalu lama di area tersebut.
Dempul atau caulk berfungsi menutup celah antarmaterial untuk membantu mencegah air merembes ke bagian di baliknya. Namun, paparan air terus-menerus, ventilasi yang buruk, dan sisa sabun dapat mendukung pertumbuhan jamur.
Mengutip Martha Stewart, jamur yang masih berada di permukaan dempul mungkin dapat dibersihkan. Namun, jika pertumbuhannya sudah menembus material atau dempul mengalami kerusakan, pembersihan biasa belum tentu cukup.
Sebelum membersihkan, pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik. Gunakan sarung tangan dan pelindung mata jika diperlukan, serta ikuti petunjuk keamanan pada produk pembersih.
Untuk mengatasi jamur pada dempul, pilih metode pembersihan yang sesuai dengan jenis material dan tingkat keparahan noda. Jangan mencampur berbagai bahan pembersih karena kombinasi tertentu dapat menghasilkan reaksi berbahaya. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
Perlu diingat, bahan pembersih tidak selalu mampu menghilangkan jamur yang telah menembus dempul. Jika noda tetap muncul setelah beberapa kali pembersihan, periksa kondisi material dan kemungkinan adanya kelembapan di balik sambungan.
Jika noda terus muncul kembali setelah dibersihkan, atau dempul mulai retak dan terkelupas, penggantian material dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Sebelum memasang dempul baru, lepaskan material lama sesuai prosedur dan pastikan area di bawahnya benar-benar kering. Atasi pula sumber kelembapan, termasuk kemungkinan kebocoran, sebelum pemasangan dilakukan.
Dempul silikon dengan label tahan jamur dapat dipertimbangkan untuk area yang sesuai. Namun, produk tersebut tetap membutuhkan perawatan rutin dan ventilasi yang memadai.
Dengan pembersihan yang tepat dan pengendalian kelembapan, pertumbuhan jamur pada sambungan kamar mandi dapat dikurangi. Jika jamur terus kembali, meluas ke dinding, atau disertai kerusakan akibat air, pertimbangkan pemeriksaan oleh tenaga profesional untuk menemukan sumber masalahnya. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Dempul atau caulk berfungsi menutup celah antarmaterial untuk membantu mencegah air merembes ke bagian di baliknya. Namun, paparan air terus-menerus, ventilasi yang buruk, dan sisa sabun dapat mendukung pertumbuhan jamur.
Mengutip Martha Stewart, jamur yang masih berada di permukaan dempul mungkin dapat dibersihkan. Namun, jika pertumbuhannya sudah menembus material atau dempul mengalami kerusakan, pembersihan biasa belum tentu cukup.
Sebelum membersihkan, pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik. Gunakan sarung tangan dan pelindung mata jika diperlukan, serta ikuti petunjuk keamanan pada produk pembersih.
Cara Membersihkan Jamur pada Kamar Mandi
Cara membersihkan jamur di kamar mandi. Foto: Freepik
Untuk mengatasi jamur pada dempul, pilih metode pembersihan yang sesuai dengan jenis material dan tingkat keparahan noda. Jangan mencampur berbagai bahan pembersih karena kombinasi tertentu dapat menghasilkan reaksi berbahaya. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
1. Bersihkan area yang berjamur
Singkirkan sisa sabun dan kotoran pada permukaan dempul menggunakan kain atau spons yang sesuai.2. Gunakan cuka putih jika material kompatibel
Semprotkan cuka putih pada area yang terkena jamur, kemudian diamkan sesuai petunjuk metode atau produk yang digunakan. Hindari cuka pada batu alam, seperti marmer dan batu kapur, karena sifat asamnya dapat merusak permukaan.3. Gosok secara perlahan
Jika noda masih terlihat, gunakan sikat berbulu lembut untuk membantu melepaskan kotoran. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat merusak dempul.4. Bilas dan keringkan
Bersihkan sisa larutan menggunakan air sesuai kebutuhan material, lalu keringkan area tersebut dengan kain bersih.5. Evaluasi noda yang membandel
Jika jamur tetap terlihat, gunakan produk pembersih yang sesuai dengan material dan ikuti petunjuk pada label. Hidrogen peroksida tidak boleh dicampur dengan cuka atau bahan pembersih lain.Perlu diingat, bahan pembersih tidak selalu mampu menghilangkan jamur yang telah menembus dempul. Jika noda tetap muncul setelah beberapa kali pembersihan, periksa kondisi material dan kemungkinan adanya kelembapan di balik sambungan.
Cara Mencegah Jamur Kembali
Membersihkan noda saja tidak cukup jika kamar mandi terus-menerus lembap. Untuk mengurangi risiko jamur kembali, beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan.- Pastikan ventilasi berfungsi dengan baik. Nyalakan kipas pembuangan saat mandi dan biarkan tetap menyala sekitar 20–30 menit setelahnya, jika memungkinkan. Jika tidak ada kipas, buka jendela atau pintu untuk membantu mengeluarkan udara lembap.
- Keringkan area pancuran setelah digunakan. Lap sisa air pada dinding, sudut kamar mandi, dan sambungan dempul menggunakan kain mikrofiber.
- Perbaiki kebocoran sesegera mungkin. Air yang terus merembes dari pipa atau sambungan dapat membuat material tetap lembap dan memicu pertumbuhan jamur.
- Bersihkan kamar mandi secara rutin. Singkirkan sisa sabun dan kotoran yang menumpuk di sudut-sudut basah.
- Periksa kondisi dempul secara berkala. Dempul yang retak, mengelupas, menyusut, atau terlepas dari permukaan perlu diperiksa karena mungkin tidak lagi memberikan perlindungan optimal terhadap rembesan air.
Kapan Dempul Kamar Mandi Perlu Diganti?
Tidak semua noda jamur pada dempul dapat dihilangkan dengan pembersih. Jamur dapat tumbuh di balik atau menembus material tertentu, terutama jika kelembapan terus bertahan.Jika noda terus muncul kembali setelah dibersihkan, atau dempul mulai retak dan terkelupas, penggantian material dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Sebelum memasang dempul baru, lepaskan material lama sesuai prosedur dan pastikan area di bawahnya benar-benar kering. Atasi pula sumber kelembapan, termasuk kemungkinan kebocoran, sebelum pemasangan dilakukan.
Dempul silikon dengan label tahan jamur dapat dipertimbangkan untuk area yang sesuai. Namun, produk tersebut tetap membutuhkan perawatan rutin dan ventilasi yang memadai.
Dengan pembersihan yang tepat dan pengendalian kelembapan, pertumbuhan jamur pada sambungan kamar mandi dapat dikurangi. Jika jamur terus kembali, meluas ke dinding, atau disertai kerusakan akibat air, pertimbangkan pemeriksaan oleh tenaga profesional untuk menemukan sumber masalahnya. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)