TIPS
Cuka Bisa Digunakan untuk Membersihkan Kamar Mandi, Begini Caranya
Rizkie Fauzian
Sabtu 24 Oktober 2026 / 10:41
- Cuka putih dapat membantu melonggarkan sisa sabun dan endapan mineral pada kaca pancuran serta kepala pancuran tertentu.
- Tidak semua material aman dibersihkan dengan cuka. Hindari penggunaannya pada batu alam dan periksa petunjuk perawatan nat maupun perlengkapan kamar mandi.
- Jangan mencampur cuka dengan pemutih berbahan klorin. Untuk saluran tersumbat, metode mekanis lebih dapat diandalkan daripada campuran cuka dan soda kue.
Jakarta: Kamar mandi menjadi salah satu area rumah yang mudah kotor karena sering terpapar air, sabun, dan kelembapan. Jika tidak dibersihkan secara rutin, sisa sabun, endapan mineral, hingga jamur dapat menumpuk di berbagai permukaan.
Namun, membersihkan kamar mandi tidak selalu harus menggunakan produk pembersih khusus. Cuka putih suling atau distilled white vinegar dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi sisa sabun dan endapan mineral pada permukaan tertentu.
Mengutip The Spruce, kandungan asam dalam cuka dapat membantu melarutkan residu sabun dan endapan mineral yang menempel di area pancuran. Meski demikian, cuka tidak cocok untuk semua material dan bukan pengganti disinfektan dalam setiap kondisi.
Sebelum menggunakannya, periksa jenis permukaan yang akan dibersihkan dan petunjuk perawatan dari produsen. Berikut sejumlah cara menggunakan cuka untuk membersihkan bagian kamar mandi.
Semprotkan larutan pada permukaan kaca dan diamkan sekitar lima menit. Gosok perlahan menggunakan spons yang tidak abrasif, kemudian bilas hingga bersih. Keringkan dengan kain mikrofiber agar tidak meninggalkan bercak air.
Hindari penggunaan bahan penggosok yang kasar karena berpotensi menggores kaca. Untuk perawatan sehari-hari, gunakan alat pembersih kaca atau squeegee setelah mandi guna mengurangi penumpukan air dan residu sabun.
Oleskan atau semprotkan larutan pada area yang ingin dibersihkan, lalu diamkan sekitar 15 menit. Gosok menggunakan sikat berbulu lembut dan bilas hingga bersih.
Untuk pembersihan ringan, cuka dapat diencerkan dengan air. Namun, konsentrasi dan lama kontak sebaiknya disesuaikan dengan kondisi permukaan serta petunjuk produsen.
Jangan menggunakan cuka pada marmer, granit, batu kapur, dan batu alam lainnya karena sifat asamnya dapat merusak permukaan. Hindari pula penggunaannya pada material atau lapisan pelindung yang tidak kompatibel dengan bahan asam.
Jika materialnya kompatibel dengan cuka, tirai dapat direndam dalam larutan cuka dan air. Setelah itu, cuci sesuai petunjuk produsen. Jika tirai dapat dicuci menggunakan mesin, pilih pengaturan yang sesuai dengan materialnya.
Gantung tirai hingga kering sepenuhnya agar kelembapan tidak terus terperangkap. Perlu diingat, cuka belum tentu mampu menghilangkan noda jamur yang sudah membandel.
Pada nat yang aman terkena bahan asam, cuka putih dapat digunakan untuk membantu melonggarkan kotoran. Oleskan pada bagian yang kotor, diamkan sebentar sesuai kebutuhan, lalu gosok perlahan menggunakan sikat kecil. Bilas dan keringkan permukaannya.
Periksa petunjuk perawatan nat sebelum menggunakan cuka. Nat berbahan semen dan sejumlah pelapis dapat mengalami kerusakan akibat paparan asam, terutama jika digunakan berulang kali.
Jika jamur meluas atau terus muncul kembali, periksa sumber kelembapan dan pastikan ventilasi kamar mandi berfungsi dengan baik.
Jika kepala pancuran dapat dilepas dan produsennya mengizinkan penggunaan bahan asam, rendam dalam wadah berisi cuka selama waktu yang direkomendasikan. Setelah itu, sikat perlahan bagian luar dan lubang pancuran menggunakan sikat kecil.
Bilas hingga bersih, pasang kembali sesuai petunjuk produsen, lalu alirkan air selama beberapa menit untuk membuang sisa endapan.
Jika kepala pancuran memiliki lapisan khusus atau material yang sensitif terhadap asam, gunakan metode pembersihan yang direkomendasikan produsen.
Jika material penutup kompatibel dengan cuka, rendam bagian tersebut dalam larutan cuka sesuai kebutuhan, lalu sikat dan bilas hingga bersih.
Untuk saluran yang tersumbat, utamakan penggunaan alat pembersih saluran atau metode mekanis yang sesuai. Campuran cuka dan soda kue atau baking soda dapat menghasilkan gelembung, tetapi tidak selalu efektif mengatasi sumbatan berat karena keduanya saling bereaksi.
Hindari menuangkan air mendidih ke saluran tanpa memastikan material pipa dan petunjuk produsennya mengizinkan. Air bersuhu sangat tinggi dapat merusak sebagian jenis pipa atau sambungan.
Jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih berbahan klorin atau produk pembersih toilet yang mengandung pemutih. Campuran tersebut dapat menghasilkan gas beracun yang berbahaya jika terhirup.
Gunakan cuka hanya pada permukaan yang sesuai, pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik, dan bilas permukaan setelah dibersihkan. Jangan mencampurnya dengan produk pembersih lain kecuali label produk secara jelas menyatakan bahwa kombinasi tersebut aman.
Cuka juga tidak dapat diandalkan untuk membasmi seluruh jenis jamur atau mikroorganisme. Jika tujuan utamanya adalah disinfeksi, gunakan produk yang memang dirancang untuk keperluan tersebut dan ikuti petunjuk pada label.
Dengan penggunaan yang tepat, cuka putih dapat membantu membersihkan residu sabun dan endapan mineral pada sejumlah bagian kamar mandi. Namun, mengenali material permukaan dan memahami batas penggunaannya tetap penting agar kamar mandi bersih tanpa merusak perlengkapannya. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Namun, membersihkan kamar mandi tidak selalu harus menggunakan produk pembersih khusus. Cuka putih suling atau distilled white vinegar dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi sisa sabun dan endapan mineral pada permukaan tertentu.
Mengutip The Spruce, kandungan asam dalam cuka dapat membantu melarutkan residu sabun dan endapan mineral yang menempel di area pancuran. Meski demikian, cuka tidak cocok untuk semua material dan bukan pengganti disinfektan dalam setiap kondisi.
Sebelum menggunakannya, periksa jenis permukaan yang akan dibersihkan dan petunjuk perawatan dari produsen. Berikut sejumlah cara menggunakan cuka untuk membersihkan bagian kamar mandi.
Cara Membersihkan Kamar Mandi dengan Cuka
Cara Membersihkan Kamar Mandi dengan Cuka. Foto: Freepik
1. Pintu Kaca Pancuran
Pintu kaca pancuran atau shower door dapat terlihat kusam akibat endapan mineral dan sisa sabun. Untuk membersihkannya, campurkan cuka putih yang dihangatkan sebentar dengan beberapa tetes sabun pencuci piring. Pastikan cuka hanya hangat, bukan panas.Semprotkan larutan pada permukaan kaca dan diamkan sekitar lima menit. Gosok perlahan menggunakan spons yang tidak abrasif, kemudian bilas hingga bersih. Keringkan dengan kain mikrofiber agar tidak meninggalkan bercak air.
Hindari penggunaan bahan penggosok yang kasar karena berpotensi menggores kaca. Untuk perawatan sehari-hari, gunakan alat pembersih kaca atau squeegee setelah mandi guna mengurangi penumpukan air dan residu sabun.
Baca Juga :
6 Penyebab Kamar Mandi Bau dan Cara Mengatasinya
2. Kerak pada Dinding dan Lantai
Sisa sabun dan mineral dari air dapat menumpuk pada dinding, lantai, serta bak mandi. Campuran cuka putih dan sabun pencuci piring dapat membantu melonggarkan kotoran pada permukaan yang tahan terhadap bahan asam.Oleskan atau semprotkan larutan pada area yang ingin dibersihkan, lalu diamkan sekitar 15 menit. Gosok menggunakan sikat berbulu lembut dan bilas hingga bersih.
Untuk pembersihan ringan, cuka dapat diencerkan dengan air. Namun, konsentrasi dan lama kontak sebaiknya disesuaikan dengan kondisi permukaan serta petunjuk produsen.
Jangan menggunakan cuka pada marmer, granit, batu kapur, dan batu alam lainnya karena sifat asamnya dapat merusak permukaan. Hindari pula penggunaannya pada material atau lapisan pelindung yang tidak kompatibel dengan bahan asam.
3. Tirai Pancuran
Tirai pancuran yang berubah warna pada bagian bawahnya dapat mengalami penumpukan residu sabun atau pertumbuhan jamur. Untuk membersihkannya, periksa terlebih dahulu petunjuk perawatan pada label produk.Jika materialnya kompatibel dengan cuka, tirai dapat direndam dalam larutan cuka dan air. Setelah itu, cuci sesuai petunjuk produsen. Jika tirai dapat dicuci menggunakan mesin, pilih pengaturan yang sesuai dengan materialnya.
Gantung tirai hingga kering sepenuhnya agar kelembapan tidak terus terperangkap. Perlu diingat, cuka belum tentu mampu menghilangkan noda jamur yang sudah membandel.
4. Nat Keramik
Nat atau sela di antara keramik dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran akibat kelembapan dan penggunaan kamar mandi sehari-hari.Pada nat yang aman terkena bahan asam, cuka putih dapat digunakan untuk membantu melonggarkan kotoran. Oleskan pada bagian yang kotor, diamkan sebentar sesuai kebutuhan, lalu gosok perlahan menggunakan sikat kecil. Bilas dan keringkan permukaannya.
Periksa petunjuk perawatan nat sebelum menggunakan cuka. Nat berbahan semen dan sejumlah pelapis dapat mengalami kerusakan akibat paparan asam, terutama jika digunakan berulang kali.
Jika jamur meluas atau terus muncul kembali, periksa sumber kelembapan dan pastikan ventilasi kamar mandi berfungsi dengan baik.
5. Kepala Pancuran
Kepala pancuran atau shower head dapat tersumbat oleh endapan mineral sehingga aliran air menjadi tidak lancar. Cuka putih dapat membantu melarutkan sebagian endapan tersebut.Jika kepala pancuran dapat dilepas dan produsennya mengizinkan penggunaan bahan asam, rendam dalam wadah berisi cuka selama waktu yang direkomendasikan. Setelah itu, sikat perlahan bagian luar dan lubang pancuran menggunakan sikat kecil.
Bilas hingga bersih, pasang kembali sesuai petunjuk produsen, lalu alirkan air selama beberapa menit untuk membuang sisa endapan.
Jika kepala pancuran memiliki lapisan khusus atau material yang sensitif terhadap asam, gunakan metode pembersihan yang direkomendasikan produsen.
6. Penutup Saluran Pembuangan
Penutup saluran pembuangan dapat dibersihkan menggunakan cuka untuk membantu melonggarkan residu tertentu. Mulailah dengan melepas penutup dan mengangkat rambut serta kotoran yang menempel secara manual.Jika material penutup kompatibel dengan cuka, rendam bagian tersebut dalam larutan cuka sesuai kebutuhan, lalu sikat dan bilas hingga bersih.
Untuk saluran yang tersumbat, utamakan penggunaan alat pembersih saluran atau metode mekanis yang sesuai. Campuran cuka dan soda kue atau baking soda dapat menghasilkan gelembung, tetapi tidak selalu efektif mengatasi sumbatan berat karena keduanya saling bereaksi.
Hindari menuangkan air mendidih ke saluran tanpa memastikan material pipa dan petunjuk produsennya mengizinkan. Air bersuhu sangat tinggi dapat merusak sebagian jenis pipa atau sambungan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun mudah ditemukan dan relatif terjangkau, cuka tidak boleh digunakan sembarangan. Sifat asamnya dapat merusak batu alam, sejumlah nat keramik, dan material lain yang tidak tahan terhadap asam.Jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih berbahan klorin atau produk pembersih toilet yang mengandung pemutih. Campuran tersebut dapat menghasilkan gas beracun yang berbahaya jika terhirup.
Gunakan cuka hanya pada permukaan yang sesuai, pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik, dan bilas permukaan setelah dibersihkan. Jangan mencampurnya dengan produk pembersih lain kecuali label produk secara jelas menyatakan bahwa kombinasi tersebut aman.
Cuka juga tidak dapat diandalkan untuk membasmi seluruh jenis jamur atau mikroorganisme. Jika tujuan utamanya adalah disinfeksi, gunakan produk yang memang dirancang untuk keperluan tersebut dan ikuti petunjuk pada label.
Dengan penggunaan yang tepat, cuka putih dapat membantu membersihkan residu sabun dan endapan mineral pada sejumlah bagian kamar mandi. Namun, mengenali material permukaan dan memahami batas penggunaannya tetap penting agar kamar mandi bersih tanpa merusak perlengkapannya. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)