TIPS
Bau Pesing Bikin Jengkel, 5 Bahan Dapur Ini Bisa Bantu Hilangkan
Rizkie Fauzian
Jumat 02 Oktober 2026 / 23:19
- Bau pesing di rumah perlu diatasi dengan membersihkan sumber urine terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan penghilang bau.
- Baking soda, cuka putih, lemon, dan sejumlah bahan rumahan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi bau pada permukaan yang sesuai.
- Untuk bau urine hewan peliharaan yang sudah kuat atau meresap, pembersih berbasis enzim dapat menjadi pilihan yang dirancang khusus untuk mengatasi noda dan bau urine.
Jakarta: Bau pesing di rumah bisa muncul ketika urine mengenai lantai, kamar mandi, karpet, atau permukaan lain dan tidak segera dibersihkan. Meski sudah dibersihkan, aroma tidak sedap terkadang masih tertinggal, terutama jika urine telah meresap ke material tertentu.
Sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah, seperti baking soda dan cuka putih, dapat dimanfaatkan dalam proses pembersihan untuk membantu mengurangi bau. Namun, bahan tersebut bukan pengganti proses membersihkan sumber urine.
Untuk permukaan yang sesuai, baking soda dapat ditaburkan setelah area dibersihkan dan dikeringkan. Diamkan beberapa waktu, kemudian bersihkan sisa bubuk dari permukaan.
Namun, baking soda lebih tepat digunakan untuk membantu mengurangi bau, bukan menggantikan proses membersihkan urine. Jika sumber bau masih menempel, area tersebut tetap perlu dibersihkan terlebih dahulu.
Cuka sebaiknya diencerkan dengan air dan digunakan hanya pada permukaan yang sesuai. Setelah dibersihkan, area perlu dikeringkan dengan baik agar tidak menyisakan kelembapan.
Hal yang perlu diperhatikan, jangan mencampurkan cuka dengan pemutih atau bahan pembersih kimia lainnya secara sembarangan. Campuran beberapa produk pembersih dapat menghasilkan reaksi atau uap yang berbahaya.
Air perasan lemon dapat diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan pada permukaan yang sesuai. Namun, hindari penggunaan bahan asam pada material yang sensitif terhadap asam, seperti beberapa jenis batu alam.
Karena itu, garam lebih tepat dipandang sebagai bahan tambahan atau alternatif dalam pembersihan rumah, bukan bahan utama untuk menghilangkan bau pesing.
Utah State University Extension mencatat garam sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan pembersihan di rumah.
Air dan deterjen dapat digunakan untuk membersihkan permukaan yang sesuai. Setelah itu, area perlu dibilas dan dikeringkan dengan baik.
Untuk urine hewan peliharaan yang sudah meresap dan meninggalkan bau kuat, ASPCA merekomendasikan penggunaan pembersih berbasis enzim yang memang dirancang untuk membantu mengatasi noda dan bau urine.
Karena itu, bersihkan sumber urine terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan tambahan untuk membantu mengurangi bau. Pastikan area memiliki ventilasi yang baik selama proses pembersihan.
Baking soda, cuka putih, lemon, dan bahan rumahan lainnya dapat dimanfaatkan dalam proses pembersihan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis permukaan. Hindari mencampurkan bahan pembersih secara sembarangan untuk mencegah terbentuknya zat atau uap berbahaya. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah, seperti baking soda dan cuka putih, dapat dimanfaatkan dalam proses pembersihan untuk membantu mengurangi bau. Namun, bahan tersebut bukan pengganti proses membersihkan sumber urine.
Bahan dapur yang bisa menghilangkan bau pesing
Bahan dapur yang bisa menghilangkan bau pesing. Foto: Freepik
1. Baking Soda
Baking soda atau soda kue merupakan salah satu bahan dapur yang dapat membantu mengatasi bau tidak sedap. Utah State University Extension menjelaskan baking soda dapat membantu menetralkan bau yang bersifat asam sekaligus menyerap bau dari udara.Untuk permukaan yang sesuai, baking soda dapat ditaburkan setelah area dibersihkan dan dikeringkan. Diamkan beberapa waktu, kemudian bersihkan sisa bubuk dari permukaan.
Namun, baking soda lebih tepat digunakan untuk membantu mengurangi bau, bukan menggantikan proses membersihkan urine. Jika sumber bau masih menempel, area tersebut tetap perlu dibersihkan terlebih dahulu.
2. Cuka Putih
Cuka putih juga dapat digunakan sebagai bahan pembersih rumahan. EPA mencantumkan campuran cuka putih, deterjen cair, dan air hangat sebagai salah satu resep pembersih yang dapat membantu menetralkan dan menghilangkan bau dari cairan tubuh.Cuka sebaiknya diencerkan dengan air dan digunakan hanya pada permukaan yang sesuai. Setelah dibersihkan, area perlu dikeringkan dengan baik agar tidak menyisakan kelembapan.
Hal yang perlu diperhatikan, jangan mencampurkan cuka dengan pemutih atau bahan pembersih kimia lainnya secara sembarangan. Campuran beberapa produk pembersih dapat menghasilkan reaksi atau uap yang berbahaya.
Baca Juga :
Cuci Piring di Kamar Mandi, Apa Risikonya?
3. Lemon
Lemon mengandung asam sitrat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembersih rumahan. EPA juga mencantumkan lemon sebagai alternatif cuka dalam larutan pembersih yang dapat membantu menetralkan dan menghilangkan bau.Air perasan lemon dapat diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan pada permukaan yang sesuai. Namun, hindari penggunaan bahan asam pada material yang sensitif terhadap asam, seperti beberapa jenis batu alam.
4. Garam
Garam juga terdapat dalam sejumlah resep pembersih rumahan. Namun, penggunaannya untuk mengatasi bau urine tidak sekuat baking soda atau cuka putih.Karena itu, garam lebih tepat dipandang sebagai bahan tambahan atau alternatif dalam pembersihan rumah, bukan bahan utama untuk menghilangkan bau pesing.
Utah State University Extension mencatat garam sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan pembersihan di rumah.
5. Air dan Deterjen
Sebelum menggunakan bahan untuk membantu menghilangkan bau, membersihkan sumber urine tetap menjadi langkah utama.Air dan deterjen dapat digunakan untuk membersihkan permukaan yang sesuai. Setelah itu, area perlu dibilas dan dikeringkan dengan baik.
Untuk urine hewan peliharaan yang sudah meresap dan meninggalkan bau kuat, ASPCA merekomendasikan penggunaan pembersih berbasis enzim yang memang dirancang untuk membantu mengatasi noda dan bau urine.
Bersihkan Sumber Bau hingga Tuntas
Menggunakan pewangi ruangan hanya dapat menyamarkan bau untuk sementara. Jika urine masih tertinggal atau telah meresap ke dalam material tertentu, aroma tidak sedap dapat kembali muncul.Karena itu, bersihkan sumber urine terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan tambahan untuk membantu mengurangi bau. Pastikan area memiliki ventilasi yang baik selama proses pembersihan.
Baking soda, cuka putih, lemon, dan bahan rumahan lainnya dapat dimanfaatkan dalam proses pembersihan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis permukaan. Hindari mencampurkan bahan pembersih secara sembarangan untuk mencegah terbentuknya zat atau uap berbahaya. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)