TIPS
Cara Ampuh Hempaskan Jamur di Kamar Mandi, Bisa Pakai Bahan Sederhana
Rizkie Fauzian
Kamis 27 Agustus 2026 / 19:21
- Kelembapan tinggi dan sirkulasi udara yang buruk dapat membuat jamur mudah tumbuh di kamar mandi.
- Cuka, soda kue, dan hidrogen peroksida dapat digunakan untuk membantu membersihkan jamur pada permukaan tertentu.
- Menjaga kamar mandi tetap kering dan memiliki ventilasi baik dapat mencegah jamur kembali tumbuh.
Jakarta: Jamur di kamar mandi dapat membuat dinding, nat, dan sudut ruangan terlihat kotor serta mengganggu kenyamanan. Kondisi kamar mandi yang lembap dan minim sirkulasi udara membuat jamur lebih mudah tumbuh, terutama pada area yang sering terkena air.
Jamur biasanya muncul sebagai bintik hitam, hijau, atau kecokelatan pada nat keramik, dinding, plafon, hingga area di sekitar bak mandi. Jika dibiarkan, noda dapat semakin menyebar dan lebih sulit dibersihkan.
Membersihkan jamur tidak harus selalu menggunakan produk khusus. Beberapa bahan yang mudah ditemukan di rumah dapat membantu mengangkat noda jamur pada permukaan tertentu.
Penyebab tumbuh jamur di kamar mandi. Foto: Freepik
Kamar mandi menjadi tempat yang mudah ditumbuhi jamur karena memiliki tingkat kelembapan tinggi. Air yang menempel pada dinding dan lantai juga dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.
Selain itu, ventilasi yang kurang baik membuat uap air sulit keluar. Kebiasaan membiarkan permukaan kamar mandi tetap basah setelah digunakan juga dapat mempercepat munculnya jamur.
Tumpukan sabun, kotoran, dan residu pada nat atau sudut kamar mandi juga dapat menjadi tempat jamur berkembang.

Cara ampuh hempaskan jamur di kamar mandi. Foto: Freepik
Tuangkan cuka putih ke dalam botol semprot, kemudian aplikasikan pada area yang berjamur. Diamkan selama sekitar satu jam, lalu gosok menggunakan sikat dan bilas dengan air bersih.
Hindari penggunaan cuka pada material batu alam seperti marmer karena sifat asamnya dapat merusak permukaan.
Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta. Oleskan pada area berjamur, kemudian gosok menggunakan sikat. Setelah itu, bilas hingga bersih.
Aplikasikan secukupnya pada area yang berjamur, kemudian diamkan beberapa menit sebelum digosok dan dibilas. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik selama proses pembersihan.
Gunakan sikat berbulu kaku untuk menggosok bagian nat yang menghitam. Lakukan secara perlahan agar permukaan nat tidak rusak. Setelah selesai, bilas dan keringkan area tersebut.
Bersihkan noda menggunakan bahan yang sesuai dengan jenis permukaannya. Setelah itu, lap hingga kering dan pastikan tidak ada kebocoran atau rembesan air yang membuat area tersebut terus lembap.
Lap bagian yang masih basah, terutama sudut lantai, dinding, dan area sekitar bak mandi. Semakin cepat permukaan mengering, semakin kecil peluang jamur berkembang.
Jika memungkinkan, gunakan exhaust fan untuk membantu mengeluarkan uap air. Pastikan juga tidak terdapat kebocoran pada pipa, keran, atau plafon yang dapat membuat area kamar mandi terus lembap.
Gunakan satu jenis bahan pembersih dalam satu waktu, ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan, dan pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik.
Jika pertumbuhan jamur sangat luas atau terus muncul meskipun sudah dibersihkan, masalah kelembapan atau kebocoran perlu diperiksa. Mengatasi sumber kelembapan menjadi langkah penting agar jamur tidak kembali tumbuh.
(KIE)
Jamur biasanya muncul sebagai bintik hitam, hijau, atau kecokelatan pada nat keramik, dinding, plafon, hingga area di sekitar bak mandi. Jika dibiarkan, noda dapat semakin menyebar dan lebih sulit dibersihkan.
Membersihkan jamur tidak harus selalu menggunakan produk khusus. Beberapa bahan yang mudah ditemukan di rumah dapat membantu mengangkat noda jamur pada permukaan tertentu.
Penyebab jamur mudah tumbuh di kamar mandi

Penyebab tumbuh jamur di kamar mandi. Foto: Freepik
Kamar mandi menjadi tempat yang mudah ditumbuhi jamur karena memiliki tingkat kelembapan tinggi. Air yang menempel pada dinding dan lantai juga dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.
Selain itu, ventilasi yang kurang baik membuat uap air sulit keluar. Kebiasaan membiarkan permukaan kamar mandi tetap basah setelah digunakan juga dapat mempercepat munculnya jamur.
Tumpukan sabun, kotoran, dan residu pada nat atau sudut kamar mandi juga dapat menjadi tempat jamur berkembang.
Cara ampuh hempaskan jamur di kamar mandi

Cara ampuh hempaskan jamur di kamar mandi. Foto: Freepik
1. Semprotkan cuka putih
Cuka putih dapat digunakan untuk membantu membersihkan jamur pada sejumlah permukaan yang tahan terhadap asam.Tuangkan cuka putih ke dalam botol semprot, kemudian aplikasikan pada area yang berjamur. Diamkan selama sekitar satu jam, lalu gosok menggunakan sikat dan bilas dengan air bersih.
Hindari penggunaan cuka pada material batu alam seperti marmer karena sifat asamnya dapat merusak permukaan.
2. Manfaatkan soda kue
Soda kue dapat digunakan sebagai bahan pembersih ringan untuk membantu mengangkat kotoran dan noda pada permukaan kamar mandi.Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta. Oleskan pada area berjamur, kemudian gosok menggunakan sikat. Setelah itu, bilas hingga bersih.
3. Gunakan hidrogen peroksida
Hidrogen peroksida 3 persen dapat digunakan untuk membantu membersihkan jamur pada permukaan tertentu.Aplikasikan secukupnya pada area yang berjamur, kemudian diamkan beberapa menit sebelum digosok dan dibilas. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik selama proses pembersihan.
4. Gosok nat dengan sikat
Nat di antara keramik sering menjadi lokasi munculnya jamur karena mudah menahan kelembapan dan kotoran.Gunakan sikat berbulu kaku untuk menggosok bagian nat yang menghitam. Lakukan secara perlahan agar permukaan nat tidak rusak. Setelah selesai, bilas dan keringkan area tersebut.
5. Bersihkan plafon dan dinding
Jamur tidak hanya dapat tumbuh di lantai dan nat, tetapi juga pada dinding serta plafon kamar mandi.Bersihkan noda menggunakan bahan yang sesuai dengan jenis permukaannya. Setelah itu, lap hingga kering dan pastikan tidak ada kebocoran atau rembesan air yang membuat area tersebut terus lembap.
6. Keringkan kamar mandi setelah digunakan
Setelah mandi, jangan biarkan air menggenang terlalu lama. Gunakan alat pembersih lantai untuk mendorong air menuju saluran pembuangan.Lap bagian yang masih basah, terutama sudut lantai, dinding, dan area sekitar bak mandi. Semakin cepat permukaan mengering, semakin kecil peluang jamur berkembang.
7. Perbaiki ventilasi
Ventilasi memiliki peran penting dalam mengurangi kelembapan kamar mandi. Buka jendela atau pintu setelah mandi agar udara lembap dapat keluar.Jika memungkinkan, gunakan exhaust fan untuk membantu mengeluarkan uap air. Pastikan juga tidak terdapat kebocoran pada pipa, keran, atau plafon yang dapat membuat area kamar mandi terus lembap.
Jangan campur bahan pembersih sembarangan
Saat membersihkan jamur, hindari mencampurkan bahan pembersih yang berbeda. Jangan mencampur pemutih dengan cuka, amonia, atau bahan pembersih lainnya karena dapat menghasilkan gas berbahaya.Gunakan satu jenis bahan pembersih dalam satu waktu, ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan, dan pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik.
Jika pertumbuhan jamur sangat luas atau terus muncul meskipun sudah dibersihkan, masalah kelembapan atau kebocoran perlu diperiksa. Mengatasi sumber kelembapan menjadi langkah penting agar jamur tidak kembali tumbuh.
(KIE)