Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Twitter
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Twitter

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Hepatitis Akut Efek Samping Vaksin Covid-19 yang Ditutupi? Cek Faktanya

Medcom Files hoax Cek Fakta IDI kabar hoaks Hoaks Covid-19 Hepatitis Akut
Wanda Indana • 10 Mei 2022 17:02
Beredar narasi yang menyebutkan vaksin covid-19 sebagai penyebab hepatitis akut pada anak-anak yang terjadi belakangan ini. Klaim ini beredar di media sosial.
 
Akun Twitter SUARA PEMBEBASAN (@suara_pembebasa) membagikan narasi itu pada 2 Mei 2022. Akun tersebut mengunggah video pendek berdurasi 45 detik berisi penjelasan terkait kaitan vaksin covid-19 dengan hepatitis akut. Pada unggahan videonya, akun itu menyertakan narasi cuitan sebagai berikut:
 
"Dan ternyata,
Hepatitis misterius yang disembunyikan oleh pemerintah dunia lewat para dokter bayaran merupakan efek samping vaksin covid. Berikut penjelasan singkatnya"

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Benarkah? Berikut cek faktanya.
[Cek Fakta] Benarkah Hepatitis Akut Efek Samping Vaksin Covid-19 yang Ditutupi? Cek Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa vaksin covid-19 penyebab hepatitis akut pada anak-anak yang terjadi belakangan ini adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti dan dibantah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
 
Dilansir Medcom.id, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta masyarakat waspada terkait misinformasi yang mengaitkan kasus hepatitis akut dengan vaksin covid-19. Informasi itu mulai berseliweran di media sosial.
 
"Di medsos sudah berseliweran berita hoaks yang dikaitkan dengan vaksinasi anak. Kalau ini tidak segera dikelola, bisa jadi kontraproduktif," kata Muhadjir, dikutip dari akun YouTube Kementerian Kesehatan, pada Jumat, 6 April 2022.
 
Wajar saja Muhadjir khawatir karena saat ini pemerintah sedang fokus memberikan vaksin untuk melindungi anak dari covid-19. Per Selasa, 3 Mei 2022, sebanyak 16.623.197 anak usia 6 hingga 11 tahun telah menerima vaksin dosis lengkap atau setara 62,97 persen dari target 26.400.300 anak.
 
Pula, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya atau acute hepatitis of unknown aetiology yang menyerang anak-anak tidak dikaitkan dengan vaksin covid-19.
 
"Hepatitis akut berat ini tidak dikaitkan dengan vaksin covid-19 karena sebagian besar dari kasus yang muncul saat ini belum divaksin. Justru belum divaksin karena kebanyakan adalah anak di bawah umur enam tahun," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI Dr dr Muzal Kadim, SpA(K) dilansir dari Antara, Sabtu, 7 Mei 2022.
 
Bahkan, ujarnya, kasus yang ditemukan di Inggris terdapat pasien yang berusia di bawah dua tahun. Artinya, mereka belum mendapatkan vaksin covid-19.
 
Terkait isu hubungan hepatitis akut dengan covid-19, Muzal mengatakan memang hal itu masih dalam kategori dugaan apakah kejadian tersebut terjadi secara bersamaan (coincidence) atau sebagai penyebab langsung.
 
"Itu masih merupakan dugaan karena selama ini covid-19 tidak pernah menimbulkan gejala seperti yang hepatitis akut ini," lanjut dia.
 
Muzal menambahkan, terkadang terjadi kasus di mana terjadi secara bersamaan di mana pasien ditemukan memiliki virus SARS-CoV-2 dan adenovirus, yang diduga menyebabkan hepatitis akut bergejala berat tersebut.
 
"Sampai saat ini WHO dan beberapa negara masih melakukan investigasi penyebab pastinya," tuturnya.
 
Kementerian Kesehatan menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di beberapa negara sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April 2022.
 
Di Indonesia, tiga pasien anak meninggal dunia saat dirawat di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya hingga 30 April 2022.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa vaksin covid-19 penyebab hepatitis akut pada anak-anak yang terjadi belakangan ini adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti dan dibantah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNAX2o6K-idai-hepatitis-akut-dan-vaksin-covid-19-tak-berkaitan
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

Link survei:https://tinyurl.com/survei-audiens-cekfakta

 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif