Tangkapan layar informasi palsu yang beredar melalui pesan WhatsApp
Tangkapan layar informasi palsu yang beredar melalui pesan WhatsApp

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Komunis Tiongkok Targetkan 100 Juta Warga Indonesia Mati karena Divaksin? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 20 November 2020 09:15
Beredar narasi bahwa Komunis Tiongkok menargetkan sebanyak 100 juta warga negara Indonesia mati karena divaksin. Narasi ini beredar melalui pesan WhatsApp, baru-baru ini.
 
Berikut narasi selengkapnya:

"Cina komunis targetkan 100 jt orang indonesia mati karena divaksin waspada. Rezim busuk. Apakah warga indonesia 285 jt sakit semua. Rezim zholim semoga turun laknat allah swt."


[Cek Fakta] Komunis Tiongkok Targetkan 100 Juta Warga Indonesia Mati karena Divaksin? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Komunis Tiongkok menargetkan sebanyak 100 juta warga negara Indonesia mati karena divaksin, tidak berdasar. Faktanya, narasi senada juga beredar beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Kami dari Tim Cek Fakta Medcom.id juga pernah mengulas isu senada. Isu itu turut dilontarkan nomor WhatsApp yang sama.

"Faktanya, tidak ada pernyataan resmi di media arus utama mengenai hal itu," demikian laporan kami pada 30 September 2020.


Di sisi lain, Pemerintah Indonesia menargetkan 100 juta warga akan diberi vaksin corona mulai Desember 2020. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kalau itu terlalui, sampai Januari nanti sudah sampai hampir 100 juta yang diinjeksi (vaksin), saya kira mungkin akan mulai terkendali," kata Luhut dalam sebuah video yang diunggah channel Youtube KOMPASTV, Sabtu 19 September 2020.


Selengkapnya dapat dibaca di sini: [Cek Fakta] Tiongkok Targetkan 100 Juta Penduduk Indonesia Tewas melalui Vaksin? Ini Faktanya
[Cek Fakta] Komunis Tiongkok Targetkan 100 Juta Warga Indonesia Mati karena Divaksin? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Komunis Tiongkok menargetkan sebanyak 100 juta warga negara Indonesia mati karena divaksin, tidak berdasar. Faktanya, ini kabar bohong lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

[Cek Fakta] Komunis Tiongkok Targetkan 100 Juta Warga Indonesia Mati karena Divaksin? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/4baYlJBb-tiongkok-targetkan-100-juta-penduduk-indonesia-tewas-melalui-vaksin-ini-f
https://www.youtube.com/watch?v=3nhrpdmeVOQ
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200928154051-532-551896/rincian-orang-yang-dapat-prioritas-vaksin-corona-di-awal-2021
https://nasional.kompas.com/berita/13441601-pemerintah-sebut-uji-klinis-vaksin-covid-19-dari-sinovac-berjalan-lancar?page=all
https://katadata.co.id/pingitaria/berita/5f72fc790f420/medio-oktober-pemerintah-umumkan-hasil-uji-vaksin-corona-sinovac
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan