Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf. (Ilustrasi/Pexels)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf. (Ilustrasi/Pexels)

Perubahan Anggaran Kemenparekraf Tahun 2020 Disetujui DPR

Rona Kemenparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 04 Juli 2020 13:13
Jakarta: Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui perubahan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun anggaran 2020. Sekaligus mengapresiasi kinerja Kemenparekraf khususnya dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 
 
"Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 2,045 triliun," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng selaku pimpinan rapat dalam rapat kerja antara Komisi X DPR dengan Kemenparekraf di Gedung DPR/RI Jumat, 3 Juli 2020. 
 
Dengan pemotongan anggaran tersebut, maka pagu anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020 yang awalnya sebesar Rp 5.366.861.663.000 berkurang menjadi sebesar Rp3.265.457.304.000.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan diharapkan tetap dapat menjadi tulang punggung bangkitnya ekonomi Indonesia di masa-masa yang akan datang," tutur Agustina. 
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf. 
 
"Terima kasih banyak atas masukan, saran, dan dukungannya. Semoga pariwisata dan ekonomi kreatif kita bangkit dan berkembang jauh lebih baik," ungkap Wishnutama.
 
Ia pun menyatakan komitmennya untuk melaksanakan upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dalam rangka memasuki fase normal baru. Termasuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan (Cleanliness, Health, Safety, and Environment-CHSE). 
 
Tahapan-tahapan tersebut termasuk promosi, nantinya akan dilakukan dengan melihat perkembangan penanganan covid-19. Begitu juga dengan kesiapan daerah, pelaku industri, maupun masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.
 
Hal itu dinilai sangat penting, agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terjadi peningkatan kasus covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
 
Dalam rapat ini, Komisi X DPR RI juga menyetujui pagu indikatif belanja K/L Kemenparekraf/Baparekraf Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp8 triliun. Total anggaran tersebut meliputi RAPBN sebesar Rp 4,111 triliun dan usulan tambahan sebesar Rp3,888 triliun yang di dalamnya mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp454,3 miliar.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif