KULINER

Gastronomi: Senjata Rahasia Biar Pariwisata Indonesia Makin Slay!

Yatin Suleha
Minggu 12 Juli 2026 / 09:05
Ringkasnya gini..
  • Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, kasih jempol buat gelaran Nusantara Food & Hotel Expo 2026!
  • Wamenpar mengatakan kinerja pariwisata Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.
  • Wamenpar apresiasi pameran kuliner karena tingkatkan sinergi dan pertumbuhan pariwisata Indonesia yang semakin positif.
Jakarta: Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, kasih jempol buat gelaran Nusantara Food & Hotel Expo 2026! Menurutnya, acara ini jadi wadah kolaborasi yang keren banget buat para pelaku industri kuliner, F&B, sampai hospitality biar rantai pariwisata Indonesia makin kuat.

Pas hadir di pembukaan acara di ICE BSD City, Kamis (9/7/2026), Wamenpar Ni Luh Puspa juga apresiasi banget langkah Debindo Global Expo. 

Komitmen mereka buat ngumpulin semua pemain industri—dari makanan, perhotelan, sampai sektor pendukung wisata lainnya—bener-bener jadi langkah nyata buat majuin industri kita. Seru banget, kan?




“Saya sangat senang Nusantara Food & Hotel Expo dapat terlaksana. Kegiatan ini memperlihatkan hasil kolaborasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata," kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

"Sinergi yang terbangun melalui pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif dalam menghadapi dinamika pasar global,” ucapnya lagi.

Wamenpar mengatakan kinerja pariwisata Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) selama Januari hingga Mei 2026 tumbuh dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Secara kumulatif, sepanjang Januari–Mei 2026, Indonesia mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisman. Angka tersebut tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk perjalanan wisnus sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang sebesar 508,67 juta perjalanan.


(Wamenpar apresiasi pameran kuliner karena tingkatkan sinergi dan pertumbuhan pariwisata Indonesia yang semakin positif. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)

“Di tengah ketidakpastian geopolitik, BPS telah merilis data bahwa jumlah kunjungan wisman dan perjalanan wisnus periode Januari hingga Mei 2026 terus tumbuh positif."

"Ini menunjukkan pariwisata Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia maupun wisatawan dalam negeri,” kata Wamenpar.

Menurut Wamenpar, sektor kuliner memiliki posisi strategis dalam pengembangan pariwisata karena tidak hanya menjadi bagian dari pengalaman wisatawan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Wamenpar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan program yang mampu meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional.

“Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kita tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Nusantara Food & Hotel Expo 2026 berlangsung selama empat hari pada 9 hingga 12 Juli 2026 di Hall 3 ICE BSD City, Tangerang Selatan. 

Pameran industri makanan, minuman, dan hospitality tersebut mempertemukan berbagai jenama dan pelaku industri profesional dengan pelaku usaha untuk mengeksplorasi inovasi serta memperluas jejaring bisnis.

Pameran menghadirkan 12 kategori industri makanan dan perhotelan, meliputi Meat & Poultry; Milk & Dairy; Seafood & Cold Chain; Frozen & Processed Food; Coffee & Tea; Food Ingredients & Seasoning; Bakery & Pastry; Natural & Organic Products; Beverages; Hospitality & Supplies; HORECA Equipment; serta Hospitality Technology & Operations.



Wamenpar berharap Nusantara Food & Hotel Expo tidak berhenti sebagai ruang pertemuan antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B), tetapi mampu melahirkan inovasi dan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas hingga ke rantai pasok industri.

“Saya berharap Nusantara Food & Hotel Expo bukan hanya menjadi ajang pertemuan B2B, tetapi juga melahirkan inovasi dan kolaborasi yang luar biasa serta memberikan manfaat hingga ke rantai pasok. Mari terus memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan gastronomi Nusantara sebagai identitas bangsa sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Wamenpar Ni Luh Puspa.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH