FITNESS & HEALTH

Makan Lokal: Lowkey Enak, Highkey Bermakna!

Yatin Suleha
Minggu 12 Juli 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin punya pesan penting buat kita semua, nih: yuk, mulai jadikan makan pangan lokal sebagai gaya hidup!
  • Ajakan ini disampaikan langsung dalam peluncuran kampanye "Makan Dengan Makna".
  • Gen Z! Makan lokal biar makin sehat bareng Menkes & TikTok.
Jakarta: Menkes Budi Gunadi Sadikin punya pesan penting buat kita semua, nih: yuk, mulai jadikan makan pangan lokal sebagai gaya hidup! Ajakan ini disampaikan langsung dalam peluncuran kampanye "Makan Dengan Makna" di Jakarta (9/7), sebuah kolaborasi seru antara Kemenkes, TikTok Indonesia, dan Foodbank of Indonesia (FOI).

Program ini gak cuma sekadar kampanye biasa, tapi juga jadi langkah awal kerja sama resmi antara Kemenkes dan TikTok untuk bikin konten edukasi kesehatan yang lebih menarik dan relevan di dunia digital. Jadi, ke depannya bakal makin banyak tips hidup sehat yang seliweran di FYP kita!

Kenapa sih ini penting banget? Menkes ngingetin kalau penyakit seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal—yang sayangnya jadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia—ternyata erat banget hubungannya sama pola makan kita sehari-hari.
 
Jadi, daripada jajan yang kurang sehat, mending mulai upgrade piring kita dengan pangan lokal yang nggak cuma enak, tapi juga bikin tubuh lebih sehat dalam jangka panjang.

"Banyak orang merasa dirinya sehat hari ini, padahal 5 atau 10 tahun lagi berisiko terkena stroke atau serangan jantung akibat pola makan yang buruk," ujar Menkes Budi.

Menkes secara khusus meminta para kreator konten di TikTok untuk membantu mengemas edukasi kesehatan ini dengan gaya anak muda agar menjadi tren yang populer. 

"Tolong bantu saya mengedukasi masyarakat dengan gaya anak muda. Buatlah pola makan sehat ini menjadi tren. Edukasikan bahwa minum kopi hitam tanpa gula itu keren, dan makan rebus-rebusan atau salad itu gaya hidup yang trendi," pinta Menkes Budi.

Urgensi dari gerakan ini diperkuat oleh data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas kurang mengonsumsi buah dan sayur.


("Tolong bantu saya mengedukasi masyarakat dengan gaya anak muda. Buatlah pola makan sehat ini menjadi tren. Edukasikan bahwa minum kopi hitam tanpa gula itu keren, dan makan rebus-rebusan atau salad itu gaya hidup yang trendi," pinta Menkes Budi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Selain itu, 33,7 persen penduduk gemar mengonsumsi makanan manis dan 47,5 persen gemar mengonsumsi minuman manis. 

Angka obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas juga melonjak dari 15,4 persen pada 2013 menjadi 23,4 persen pada 2023.

Sebagai bagian dari kebijakan pengendalian risiko PTM tersebut, Kemenkes gencar mendorong program Nutri-Level. 

Kebijakan ini dirancang agar masyarakat dapat dengan mudah memahami, membandingkan, serta memilih produk pangan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemaknya (GGL). 

Fokus dari Nutri-Level ini adalah pada penguatan edukasi konsumen saat berbelanja, bukan berupa pelarangan produk di pasar.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Niken Wastu Palupi menambahkan bahwa solusi atas persoalan salah gizi sebenarnya dekat dengan masyarakat melalui pangan lokal yang lebih segar dan terbebas dari proses pengolahan berlebih (ultra-processed food). 

Kemenkes menetapkan batas harian konsumsi GGL maksimal adalah 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak per hari.

Sementara itu, Head of Public Policy TikTok Indonesia Noudhy Valdryno menyatakan 
di platform TikTok, topik makanan termasuk makanan sehat merupakan salah satu konten yang paling banyak ditemukan dan dibagikan oleh masyarakat. 
 
“Setiap hari, jutaan pengguna datang ke TikTok untuk menemukan resep, inspirasi memasak, rekomendasi makanan, hingga berbagai cara sederhana untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat” lanjut Noudhy. 

Hal ini terlihat jelas dari jutaan unggahan yang menggunakan berbagai tagar popular, seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan yang terakhir yang sangat relevan dengan saya tagar #CemilanSehat.

Melihat antusiasme yang begitu besar diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan TikTok untuk menemukan inspirasi hidup sehat secara lebih mudah dipahami, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui konten yang diproduksi oleh para kreator.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH