Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) menjadi acuan utama kenormalan baru dalam bidang hotel dan restoran. (Foto: Dok. Pullman Ciawi Vimala Hills/@pullmanciawivimalahills)
Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) menjadi acuan utama kenormalan baru dalam bidang hotel dan restoran. (Foto: Dok. Pullman Ciawi Vimala Hills/@pullmanciawivimalahills)

Kemenparekraf Terbitkan Panduan Umum dan Khusus Bidang Hotel dan Restoran

Rona Kemenparekraf
Yatin Suleha • 14 Juli 2020 11:44
Jakarta: Perlahan kondisi pariwisata bangkit dari pandemi covid-19. Sejak diberlakukannya new normal atau kenormalan baru pada bulan lalu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus melalukan berbagai hal.
 
Termasuk salah satunya yang terbaru adalah menerbitkan buku panduan protokol kesehatan di bidang hotel dan restoran.
 
Kemenparekraf mengajak industri terkait dan masyarakat mempelajari lebih lanjut mengenai protokol kesehatan yang berlaku. Agar para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) bisa tetap produktif dan merasa aman di tengah pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Senin 14 Juli 2020 mengimbau pelaku parekraf untuk aktif dalam mencari, memahami, serta mengimplementasikan protokol kesehatan dengan taat dan disiplin.
 
“Industri pariwisata harus bersiap diri untuk dapat memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang tinggi terhadap produk dan pelayanan yang diberikan kepada wisatawan," papar Wishnutama.
 
Kemenparekraf Terbitkan Panduan Umum dan Khusus Bidang Hotel dan Restoran
(Buku panduan protokol kesehatan di bidang hotel dan restoran. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
 
"Oleh karena itu, perlu adanya buku panduan praktis bagi industri pariwisata dalam menyiapkan produk dan pelayanan yang bersih, sehat, aman, dan ramah lingkungan khususnya hotel dan restoran,” tambah Wishnutama lagi.
 
Buku panduan protokol kesehatan ini merupakan turunan dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. 
 
Penyusunan buku panduan protokol kesehatan juga melibatkan berbagai pihak, yaitu asosiasi usaha hotel dan restoran, asosiasi profesi terkait bidang perhotelan dan restoran, serta akademisi dengan tetap mengacu pada protocol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Buku panduan ini terdiri dari dua pokok materi, yaitu panduan umum dan panduan khusus.

Panduan umum

Panduan umum meliputi manajemen atau tata kelola hotel dan restoran seperti memperhatikan informasi terkini serta imbauan dan instruksi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terkait Covid-19 di wilayahnya, membuat Standar Operasional Prosedur (SOP).
 
Selain itu menyediakan dan memasang imbauan tertulis, serta menerapkan protokol kesehatan dasar bagi karyawan, tamu, dan pihak lain yang beraktivitas di hotel maupun restoran seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
 
Kemenparekraf Terbitkan Panduan Umum dan Khusus Bidang Hotel dan Restoran
(Penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dari Kemenparekraf demi meningkatkan keyakinan para pihak, reputasi usaha, dan destinasi pariwisata. Foto: Dok. Instagram Pullman Ciawi Vimala Hills/@pullmanciawivimalahills)

Panduan khusus

Sedangkan, panduan khusus meliputi tiga alur pelayanan hotel dan restoran mulai dari pintu masuk hingga ruang karyawan, yaitu panduan bagi pengusaha dan pengelola terhadap fasilitas yang harus disediakan, panduan bagi tamu, serta panduan bagi karyawan.
 
Pelaksanaan protokol kesehatan disebutnya sangat penting untuk dilakukan dengan baik. Karena hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mendorong pergerakan sektor parekraf, serta meningkatkan kepercayaan dan produktivitas masyarakat agar merasa aman dari covid-19.
 
Buku panduan ini juga dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta asosiasi usaha dan profesi terkait hotel dan restoran untuk melakukan sosialisasi, edukasi, simulasi, uji coba, pendampingan.
 
Selain itu juga pembinaan, pemantauan dan evaluasi dalam penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) demi meningkatkan keyakinan para pihak, reputasi usaha, dan destinasi pariwisata. 
 
Dengan adanya buku panduan ini, Menparekraf Wishnutama Kusubandio berharap dapat meningkatkan pemahaman para pihak terkait usaha hotel dan restoran dalam mengimplementasikan protokol kesehatan serta dapat berkontribusi dalam membangkitkan kembali industri pariwisata Indonesia yang lebih berkualitas.
 
Bagi para pelaku parekraf yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai buku panduan protokol kesehatan di bidang hotel dan restoran dapat mengakses link di Kemenparekraf.go.id/post/panduan-pelaksanaan-kebersihan-kesehatan-keselamatan-dan-kelestarian-lingkungan-untuk-sektor-parekraf.
 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif