Terkadang ada beberapa alasan yang membuat Anda ingin tetap bertahan pada hubungan. Anda ingin segera lari meninggalkan pasangan Anda namun tetap tidak bisa.
Menurut para ahli, inilah alasan mengapa wanita tetap bertahan dalam hubungan yang buruk dan tak bisa meninggalkan pasangan mereka.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
1. Paksaan dari keluarga
Mengikutsertakan keluarga dalam hubungan Anda memang tidak salah. Namun Anda pasti punya batasan-batasan yang harus dijaga dalam sebuah hubungan.
Meminta masukan dari keluarga memang perlu, namun Anda tak harus mengikuti semua yang dikatakan oleh keluarga Anda. Sebab yang menjalani hubungan adalah Anda, bukan mereka.
Jika Anda merasa tertekan dalam hubungan dan tak bisa bertahan, lakukan saja sesuai dengan yang Anda inginkan. Tak perlu merasa tidak enak dengan keluarga Anda lantaran orang tua Anda mengatakan jika pasangan Anda adalah orang yang tepat
2. "Saya tidak akan menemukan orang yang lebih baik"
Pemikiran inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Anda tak ingin meninggalkan pasangan Anda. Ada ketakutan jika Anda bisa saja mendapatkan orang yang lebih buruk dari pasangan Anda, itu sebabnya Anda bertahan.
Memang tak ada orang yang sempurna, namun mempertahankan orang yang jelas-jelas membuat Anda tersiksa hanya akan menyakiti diri sendiri.
3. "Saya tak ingin sendiri"
Takut sendiri, takut kesepian dan takut jika Anda akan menjadi perawan tua. Inilah sebabnya Anda berpikir untuk bertahan lebih lama dan tetap terjebak dalam hubungan Anda.
"Takut menjomblo merupakan faktor utama yang membuat orang-orang bertahan dalam hubungan yang buruk," kata Mackler, pakar hubungan.
"Itu menunjukkan bahwa Anda tidak bisa mengurus diri sendiri," tambahnya.
4. Dia akan berubah
Pasangan Anda mungkin memiliki sifat yang buruk sebelum bertemu Anda. Namun pelan-pelan Anda merubahnya dan menjadi lebih baik.
Jika Anda meninggalkan pasangan Anda, ada rasa takut jika dia akan kembali pada watak semula sebelum bertemu Anda.
"Apa yang Anda lihat adalah apa yang akan Anda dapatkan," kata Sugrue, seorang psikolog.
"Jika ada perubahan, pikirkan jika itu hadiah dari surga, tapi jangan terlalu memikirkan hal itu," tegasnya.
5. Dia membutuhkan Anda
Tentu saja dia membutuhkan Anda, sebab Anda juga pasti membutuhkannya. Namun hidup Anda tidak hanya bersama pasangan Anda saja, masih banyak orang-orang yang perduli dengan Anda dan membutuhkan Anda.
"Wanita cenderung terlalu murah hati pada orang yang belum tentu memberikan hal yang sama pada mereka," kata Pearson, psikolog klinis.
"Kami semua sudah diajarkan bahwa kita tidak boleh egois dan terus memberi bahkan jika kita tidak mendapatkannya kembali," tambahnya.
Anda kemudian terjebak dalam hubungan yang tidak sehat sebab melayani orang lain membuat Anda merasa baik terhadap diri sendiri.
Jika Anda merasa bimbang, cari dan temukan jiwa Anda. Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini.
- Apakah Anda benar-benar peduli dengan pasangan Anda atau hanya terbiasa?
- Apakah lebih baik untuk bertahan atau meninggalkan pasangan Anda?
- Apakah dia benar-benar peduli dengan Anda, Atau hanya Anda yang terlalu berlebihan?
- Apakah Anda akan meninggalkannya jika tiba-tiba ada orang lain yang tertarik dan Anda bisa keluar dari hubungan Anda tanpa konsekuensi negatif seperti rasa malu?
Jika Anda berpikir mungkin, lakukan sesuatu.(Ningtriasih / lifescript.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(AWP)
