Poster Pelangi di Mars, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (Foto: Medcom/Rafi)
Poster Pelangi di Mars, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (Foto: Medcom/Rafi)

AI dan Film Pelangi di Mars: Dicibir Warganet, Dipuji Menteri Ekonomi Kreatif

Rafi Alvirtyantoro • 02 April 2026 20:42
Ringkasnya gini..
  • Teuku Riefky Harsya apresiasi film sci-fi Pelangi di Mars yang angkat isu lingkungan dan genre langka di Indonesia.
  • Film karya Upie Guava jadi pelopor teknologi XR berbasis Unreal Engine di film nasional.
  • Produksi libatkan 300 animator & 500 kru sejak 2020, kisahkan manusia pertama di Mars selamatkan Bumi dari krisis air.
Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi atas perilisan film Pelangi di Mars.
 
Ia menilai tim produksi memiliki keberanian besar dalam mengeksplorasi genre fiksi ilmiah, terutama dengan mengangkat isu lingkungan yang krusial.
 
“Ini satu hal yang penting science fiction itu juga genrenya jarang diangkat orang, isu lingkungan juga jarang diangkat orang,” kata Teuku Riefky Harsya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.
 

Pelopor Teknologi XR di Industri Film Nasional

Menurut Riefky, Pelangi di Mars menjadi pelopor dalam penggunaan teknologi XR (Extended Reality). Langkah ini dianggap sebagai terobosan berani bagi industri perfilman Indonesia.

“Keberanian berinovasi dalam memelopori pemanfaatan teknologi XR berbasis Unreal Engine,” ucap Teuku Riefky Harsya.
 
 
Ia meyakinkan para penonton, termasuk jajaran Kabinet Merah Putih, bahwa film ini mampu menghadirkan pengalaman visual yang berbeda.
 
“(Teknologi tersebut) biasa untuk games, developer, tapi digunakan untuk film dengan memberikan pengalaman experience immersive bagi penontonnya,” jelas Teuku Riefky Harsya.
“Nanti Bapak Ibu akan melihat bagaimana kita merasakan seakan-akan ada di dalam apa di pesawat tersebut, kita merasa ada di Planet Mars,” lanjutnya.
 

Apresiasi untuk Ratusan Kru dan Animator

Riefky juga memberikan penghormatan bagi tim produksi yang telah menggarap proyek ini sejak tahun 2020. Dedikasi jangka panjang tersebut dianggap sebagai pencapaian luar biasa bagi ekosistem kreatif tanah air.
“Keterlibatan 300 animator dan 500 kru sejak 5 tahun yang lalu. Jadi sekali lagi tepuk tangan untuk teman-teman Pelangi di Mars,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Sinopsis Pelangi di Mars

Pelangi di Mars merupakan karya terbaru dari sutradara Upie Guava. Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, dan Myesha Lin.
Ceritanya berfokus pada perjuangan Pelangi (Keinaya Messi Gusti), manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Mars. Berlatar masa depan, ia berpetualang mencari mineral Zeolith Omega bersama para robot untuk menyelamatkan Bumi yang tengah dilanda krisis air, sembari menghadapi ancaman dari korporasi jahat.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA