Ia menilai tim produksi memiliki keberanian besar dalam mengeksplorasi genre fiksi ilmiah, terutama dengan mengangkat isu lingkungan yang krusial.
“Ini satu hal yang penting science fiction itu juga genrenya jarang diangkat orang, isu lingkungan juga jarang diangkat orang,” kata Teuku Riefky Harsya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.
Pelopor Teknologi XR di Industri Film Nasional
Menurut Riefky, Pelangi di Mars menjadi pelopor dalam penggunaan teknologi XR (Extended Reality). Langkah ini dianggap sebagai terobosan berani bagi industri perfilman Indonesia.“Keberanian berinovasi dalam memelopori pemanfaatan teknologi XR berbasis Unreal Engine,” ucap Teuku Riefky Harsya.
Ia meyakinkan para penonton, termasuk jajaran Kabinet Merah Putih, bahwa film ini mampu menghadirkan pengalaman visual yang berbeda.
“(Teknologi tersebut) biasa untuk games, developer, tapi digunakan untuk film dengan memberikan pengalaman experience immersive bagi penontonnya,” jelas Teuku Riefky Harsya.
“Nanti Bapak Ibu akan melihat bagaimana kita merasakan seakan-akan ada di dalam apa di pesawat tersebut, kita merasa ada di Planet Mars,” lanjutnya.
Apresiasi untuk Ratusan Kru dan Animator
Riefky juga memberikan penghormatan bagi tim produksi yang telah menggarap proyek ini sejak tahun 2020. Dedikasi jangka panjang tersebut dianggap sebagai pencapaian luar biasa bagi ekosistem kreatif tanah air.“Keterlibatan 300 animator dan 500 kru sejak 5 tahun yang lalu. Jadi sekali lagi tepuk tangan untuk teman-teman Pelangi di Mars,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Sinopsis Pelangi di Mars
Pelangi di Mars merupakan karya terbaru dari sutradara Upie Guava. Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, dan Myesha Lin.Ceritanya berfokus pada perjuangan Pelangi (Keinaya Messi Gusti), manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Mars. Berlatar masa depan, ia berpetualang mencari mineral Zeolith Omega bersama para robot untuk menyelamatkan Bumi yang tengah dilanda krisis air, sembari menghadapi ancaman dari korporasi jahat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News