Kabar Viral di Media Sosial
Unggahan di akun Threads @hmzr39 menjadi viral di media sosial setelah mengabarkan insiden pembegalan yang diduga menimpa seorang model. Kejadian tersebut diinformasikan terjadi di Jalan Tol Kebon Jeruk, Jakarta.Pemilik akun meminta doa kepada warganet karena sang model disebut dalam kondisi kritis.
“Temen temen threads atau muse , yang kenal dengan muse @model.ansyjandevries mohon doanya ya, ansy saat ini sedang kritis karena kena begal di tol kebun jeruk,” tulis akun Threads @hmzr39 dalam unggahannya.
“Semoga ansy siuman dan cepet pulih kembali. Aamiin aamiin,” lanjutnya.
Unggahan tersebut kini telah dihapus oleh pemilik akun atas permintaan pihak keluarga. Namun, melalui unggahan di akun Instagram @hmzr39, model bernama Ansy itu dikabarkan masih belum sadarkan diri.
“Untuk saat ini, kondisi ansy masih belum sadarkan diri Aku dapet info dari pacar nya, minta doa nya aja ya temen temen supaya ansy cepet pulih dan sehat kembali,” tulis akun tersebut pada Minggu, 17 Mei 2026.
Penyelidikan dan Pengecekan Polisi
Setelah kabar dugaan pembegalan tersebut viral, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa personel kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan peninjauan langsung."Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan pembegalan terhadap seorang model di kawasan Kebon Jeruk, jajaran Polsek Kebon Jeruk dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pengecekan awal lokasi yang diduga tempat kejadian perkara dan mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras untuk memastikan kebenarannya," kata Budi Hermanto dalam keterangannya.
Baca Juga :
Dewi Perssik Tegur Keras Aldi Taher, Kenapa?
Hasil Pemeriksaan Rumah Sakit
Selain memeriksa lokasi kejadian, aparat kepolisian juga menyambangi rumah sakit terkait untuk memastikan keberadaan korban. Meski demikian, hasil penelusuran menunjukkan bahwa nama pasien yang dimaksud tidak terdaftar."Dari hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan data pasien atas nama yang disebutkan dalam unggahan tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir," imbuhnya.
Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian saat ini masih berfokus melakukan validasi data untuk mendapatkan titik terang.
"Saat ini informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News