Akar Bajakah--MI/Surya Sriyanti.
Akar Bajakah--MI/Surya Sriyanti.

Pakar: Temuan Pelajar soal Akar Bajakah Butuh Verifikasi

Rona kanker
K. Yudha Wirakusuma • 15 Agustus 2019 18:29
Temuan para pelajar asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), tentang akar Bajakah yang dipercaya bisa menyembuhkan kanker dianggap baru tahap awal. Butuh sejumlah verifikasi agar temuan tersebut menjadi obat.
 

Jakarta: Temuan para pelajar asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), tentang akar Bajakah dinilai masih tahap awal. Butuh sejumlah verifikasi agar temuan pelajar Kalteng itu bisa menjadi obat kanker.
 
"Yang saya tahu proses untuk menjadi obat kanker tersertifikasi itu panjang sekali dan mahal. Mungkin Bajakah masih pada tahap yang sangat awal dan untuk dinyatakan efektif melawan kanker. Masih banyak tahapan ilmiah yang perlu dilewati," kata Pakar medis dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta Venita dalam pesan elektroniknya, seperti dikutip antara, Kamis, 15 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Temuan akar tanaman Bajakah yang dipresentasikan dalam Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan, pada Juli, itu berupa bubuk teh sebagai obat penyembuh kanker payudara. Tapi, Venit tidak menampik potensi akar itu sebagai obat kanker, karena telah banyak obat pelawan kanker berasal dari tumbuhan.       
 
"Tapi, tidak lantas karena penelitian kecil atau percobaan pada hewan, ataupun percobaan pada satu-dua orang, lantas langsung diputuskan tumbuhan tersebut pasti efektif untuk kanker," tuturnya.    
 
Venita menyarankan pasien kanker tetap harus mengikuti standar pengobatan dan terapi sesuai bukti medis. Antara lain pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.   
Sementara pengobatan yang bersifat suplemen atau herbal sebaiknya hanya
menjadi komplemen.    
 
"Kalaupun (Bajakah) mau dipakai pasien, pasien harus tetap mengikuti protokol pengobatan yang ada sesuai bukti medis dan yang bersifat suplemen atau herbal menjadi komplemen," katanya.   
 
Venita berharap penemuan obat kanker akan semakin berkembang merujuk pada temuan awal tentang akar Bajakah itu.  
 
Penelitian karya tulis kedua siswa SMA 2 Palangka Raya berhasil meraih medali emas dalam  World Invention Creativity Olympic (WICO) di  Seoul,  Korea Selatan pada 28 Juli 2019 lalu. Bahkan penemuan tumbuhan kayu bajakah tunggal ini berencana bakal dipatenkan oleh Herlita Gusran, guru pembimbing kedua siswa SMAN 2 Palangka Raya, yakni Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya  Maharani.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif