Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS mengatakan kita mulai mengambil peran untuk mendengarkan orang yang depresi. (Foto: Pexels.com)
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS mengatakan kita mulai mengambil peran untuk mendengarkan orang yang depresi. (Foto: Pexels.com)

Masyarakat Diimbau Bantu Orang Depresi

Rona psikologi depresi
Sunnaholomi Halakrispen • 24 November 2019 11:34
Jakarta: Penderita depresi sering kali tak sadar jika dirinya mengalami masa-masa depresi. Ketika orang di sekitarnya menyadari kondisi orang tersebut, masyarakat diimbau ikut membantu atau menolong penderita depresi itu.
 
"Peran masyarakat sangat besar. Bisa dilihat ketika melihat ada orang yang berubah perilakunya atau ada keluhan yang terus menerus diungkapkan orang itu," ujar Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS, di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta Pusat.
 
Ia memaparkan, bukan hal yang aneh jika penderita depresi tak menyadari kondisi yang tengah dialaminya. Sebab, depresi sendiri memiliki banyak gejala yang terlihat seperti gejala penyakit lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di antaranya, sering masuk angin, mual, muntah-muntah, perut nyeri, dada sesak, sakit kepala atau pusing. Ciri-ciri tersebut hampir sama dengan gejala penyakit mag atau gastritis.
 
Banyak keluhan fisik layaknya sakit fisik. Orang biasanya tidak bisa menyatakan bahwa dirinya depresi. Tapi yang paling menonjol, kata Dr. Diah, ada keluhan lain yang sering kali dilontarkan. 
 
Masyarakat Diimbau Bantu Orang Depresi
(Dengan membantu seseorang yang depresi, bisa seperti melakukan ngobrol bersama bisa sedikit meringankan perasaan. Foto: Pexels.com)
 
Ungkapan bosan atau kecewa dengan hidup yang dijalani. Pada titik ini, Dr. Diah mengimbau agar masyarakat di sekitar orang depresi lebih peka atau sensitif memahami kondisi orang itu, lalu membantunya.
 
"Ini sudah bisa kita mulai mengambil peran untuk mendengarkan orang itu kenapa. Kalau sudah bisa menangkap dia kenapa, itu sebenarnya orang bisa keluar bebannya dengan let's talk," paparnya.
 
Terlalu banyak beban yang dipikirkan, merasa tak bisa mengatasinya hingga terjadi stres dan berakhir depresi. Bahayanya, tak jarang orang depresi berniat untuk mengakhiri hidupnya atau melakukan tindakan bunuh diri.
 
"Kalau dia sudah bilang mau mati saja, artinya kita mesti bawa dia ke orang yang lebih profesional (psikiater)," tuturnya.
 
Sementara itu, depresi terjadi ketika orang tak bisa menangani stres yang dialami. 
 
Stres sendiri sangat wajar terjadi pada setiap orang karena berbagai tuntutan hidup. Tantangannya, bagaimana upaya mengatasi stres dengan tepat dan setiap orang memiliki cara masing-masing.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif