Sejak embrio terbentuk dan menempel dalam rahim perubahan mulai terlihat pada tubuh wanita. (Foto: Pixabay.com)
Sejak embrio terbentuk dan menempel dalam rahim perubahan mulai terlihat pada tubuh wanita. (Foto: Pixabay.com)

Penelitian: Kehamilan Ubah Volume Otak Ibu

Rona penelitian kehamilan
Anda Nurlaila • 29 Januari 2019 14:21
Jakarta: Sejak embrio terbentuk dan menempel dalam rahim perubahan mulai terlihat pada tubuh wanita. Beberapa yang langsung tampak antara lain kelelahan, perubahan suasana hati, dan mual di pagi hari dan perut calon ibu yang mulai membesar.
 
Namun ternyata selama kehamilan, ada perubahan yang tak terlihat pada otak calon ibu. "Ada sejumlah besar adaptasi yang harus dilalui tubuh wanita untuk memungkinkan janin tumbuh," kata Liisa Galea, seorang ilmuwan saraf di University of British Columbia seperti dimuat BrainFact.
 
Beberapa adaptasi dalam otak mencakup perubahan pada struktur dan fungsi otak wanita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2016, tim peneliti dari Belanda dan Spanyol menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mempelajari apa yang terjadi di dalam otak selama kehamilan.
 
Dilansir dari Brainfact, tim periset membandingkan gambar MRI yang diambil sebelum wanita hamil dengan gambar setelah mereka melahirkan.
 
Mereka menemukan, kehamilan menyusutkan materi abu-abu otak, jaringan abu-abu merah muda yang mengandung tubuh sel dan sinapsis sel saraf. Penurunan volume sel-sel otak berlangsung setidaknya dua tahun setelah persalinan.
 
(Baca juga: Alasan Bayi Bergerak di dalam Rahim)
 
Penurunan materi abu-abu mungkin tampak merugikan, namun efeknya mungkin justru sebaliknya.
 
"Semua orang selalu menganggap kehilangan volume otak sebagai sesuatu yang negatif, seperti kehilangan fungsi otak," kata Elseline Hoekzema, seorang ilmuwan saraf di Universitas Leiden di Belanda dan penulis utama penelitian ini.
 
Tetapi, pengurangan volume juga mewakili “penyempurnaan koneksi.” Dia membandingkan perubahan di otak remaja ketika kelimpahan hormon memicu pemangkasan sinapsis yang meluas dan koneksi antara sel-sel saraf. Hal ini membuat sirkuit otak lebih efisien.
 
Meski demikian Hoekzema mencatat, peneliti belum bisa memastikan apakah pemangkasan sinapsis atau mekanisme lain seperti kehilangan neuron atau sel glial menyebabkan penyusutan materi kelabu pada wanita hamil.
 
Penelitian: Kehamilan Ubah Volume Otak Ibu
("Ada sejumlah besar adaptasi yang harus dilalui tubuh wanita untuk memungkinkan janin tumbuh," kata Liisa Galea, seorang ilmuwan saraf di University of British Columbia seperti dimuat BrainFact. Beberapa adaptasi dalam otak mencakup perubahan pada struktur dan fungsi otak wanita. Foto: Pixabay.com)
 
Area otak yang paling banyak menyusut selama kehamilan terjadi pada area kognisi sosial. Area dengan kemampuan untuk mengetahui apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain.
 
Saat pertama kali melihat bayinya, daerah otak ini menunjukkan peningkatan aktivitas.
 
"Peningkatan kesadaran sosial dapat membantu seorang ibu merawat bayinya, memungkinkannya mengetahui berbagai tangisan anak dan mengetahui apa kebutuhan bayinya," kata Hoekzema.
 
Peningkatan kognisi sosial mungkin juga merugikan ibu. Sementara penelitian melihat adanya perubahan kognitif selama kehamilan dan pascapersalinan menghasilkan hasil beragam, banyak wanita melaporkan mengalami masalah memori.
 
"Memori spasial, misalnya, mungkin terganggu di akhir kehamilan karena itu tidak penting untuk kelangsungan hidup anak. Sebaliknya, tubuh akan mengalihkan energi dan sumber daya untuk merawat bayi," kata Galea.
 
Hormon seperti estrogen, progesteron, dan lain-lain kemungkinan besar mendorong perubahan struktur dan fungsi otak selama kehamilan.
 
Hormon membawa pengaruh yang kuat bagi sel-sel otak. Kehamilan menghasilkan fluktuasi hormon yang paling ekstrem selama hidup seorang wanita.
 
Namun, para peneliti mengabaikan bagaimana kehamilan dan hormon memengaruhi bentuk otak wanita. Dalam 100 tahun terakhir hanya ada puluhan studi yang mengeksplorasi dampak kehamilan terhadap otak wanita.
 
"Hanya ada sedikit penelitian tentang itu. Ini (kehamilan) adalah pengalaman penting dalam kehidupan wanita sehingga kita perlu studi lebih banyak," ungkapnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif