Sejumlah pertanyaan yang sering kali diajukan tentang menopause. (Foto: Pexels.com)
Sejumlah pertanyaan yang sering kali diajukan tentang menopause. (Foto: Pexels.com)

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Menopause

Rona menopause
Sunnaholomi Halakrispen • 31 Mei 2019 17:00
Menopause membayangi wanita setelah usia tua, ada beberapa kekhawatiran yang dipikirkan, seperti senormal apa rasa hot flashes, khawatir tentang KB sampai terapi hormon. Hot flash misalnya, sangat umum pada perimenopause, tapi tidak semua wanita mengalaminya dan tidak semua hot flashes memiliki intensitas yang sama. Ada baiknya konsultasikan pada dokter spesialis Obgyn Anda mengenai hal ini.
 

 
Jakarta: Wanita yang berusia di lebih dari 40 tahun dan beberapa wanita yang mungkin lebih cepat mengalami menopause, mungkin belum memahami sepenuhnya tentang menopause. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah pertanyaan yang sering kali diajukan tentang menopause. Salah satunya, gejala hot flash atau rasa panas atau gerah hingga keringat berlebih, yang biasanya terjadi pada malam hari sebelum tidur. 

1. Hot flash saya tidak sekencang yang sering dijelaskan. Apakah ini normal?

Hot flash sangat umum pada perimenopause, tapi tidak semua wanita mengalaminya dan tidak semua hot flashes memiliki intensitas yang sama. Hot flash bisa membuat merah wajah sekecil perona pipi atau cukup parah untuk membangunkan Anda dari tidur nyenyak.
 
Sebagian besar hot flash berlangsung 30 detik hingga lima menit. Kondisi ini biasanya tidak lagi dialami wanita dalam beberapa tahun setelah menopause, tetapi pada beberapa wanita bisa berlanjut merasakannya selama beberapa dekade.

2. Saat sudah mulai menopause, haruskah khawatir tentang KB?

Seperti dinukil dari WebMD, Anda akan tahu pasti bahwa Anda telah mengalami menopause ketika Anda tidak lagi menstruasi selama satu tahun penuh. Ketika itu terjadi, Anda harus tetap menggunakan alat kontrasepsi jika Anda tidak ingin hamil. 
 
Setelah menopause, Anda harus terus mempraktikkan teknik seks yang aman. Misalnya, dengan menggunakan kondom lateks untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual.

3. Mengapa ketika perimenopause dan telah diberi tahu bahwa harus minum pil KB dosis rendah?

Biasanya perimenopause diberikan obat untuk mengatur siklus dan obat yang biasa diberikan adalah pil KB dosis rendah. Dibandingkan dengan pil KB, dosis rendah estrogen dalam pil dosis sangat rendah mungkin lebih aman untuk wanita perimenopause.
 
Pil KB biasa mengandung 30 hingga 50 mikrogram estrogen. Pil dosis rendah ini hanya mengandung 0,3 hingga 0,45 mikrogram dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan. Namun ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan Anda mengenai hal ini.
 
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Menopause
(Hot flash bisa membuat merah wajah sekecil perona pipi atau cukup parah untuk membangunkan Anda dari tidur nyenyak. Foto: Pexel.com)

4. Apa manfaat mengambil pil KB dosis rendah?

Masih dari laman yang sama disebutkan selain mencegah kehamilan, pil seringkali dapat mengatur periode menstruasi yang berat atau tidak teratur. Selain itu, dapat memberikan perlindungan dari kanker ovarium dan uterus. 
 
Pil juga dapat mencegah keropos tulang, yang dapat menyebabkan osteoporosis. "Namun, wanita dengan riwayat kanker payudara, pembekuan darah, atau penyakit jantung, atau wanita yang merokok, sebaiknya tidak mengonsumsi pil ini," sebut laman yang sama.

5. Haruskah melakukan terapi penggantian hormon?

Terapi penggantian hormon dirancang untuk membantu wanita yang mengalami gejala menopause, seperti hot flash, keringat malam, insomnia, perubahan suasana hati, kekeringan pada vagina hingga sangat parah, dan memengaruhi kualitas hidup. Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun setelah periode terakhir Anda.
 
Terapi penggantian hormon menggantikan atau menambah hormon yang tidak lagi diproduksi oleh tubuh Anda. Sebagian besar wanita yang menggunakannya mengambil kombinasi estrogen dan progesteron. 
 
Estrogen adalah yang paling membantu dengan gejala seperti hot flashes dan kekeringan pada vagina, sedangkan progesteron ditambahkan untuk melindungi terhadap kanker rahim dan keropos tulang atau osteoporosis.
 
Seluruh wanita tidak harus menerapkan terapi pergantian hormon. Melainkan, hanya yang membutuhkannya. Silahkan konsultasikan ke dokter spesialis kebidanan/SpOG tentang kondisi Anda selama menopause dan apakah Anda betul-betul membutuhkan terapi penggantian hormon.

6. Bagaimana mengatasi seks yang menjadi menyakitkan sejak menopause?

Rasa sakit yang Anda alami saat berhubungan seks mungkin disebabkan oleh kekeringan pada vagina terkait dengan penurunan kadar estrogen selama menopause. Untuk lebih jelasnya, bicaralah dengan dokter Anda tentang kemungkinan penyebab hubungan seksual yang menyakitkan tersebut. 
 
Ada sejumlah pelumas yang bisa Anda coba untuk meringankan gejalanya, namun sebaiknya bicarakan pada dokter SpOG Anda terlebih dahulu. Dokter atau apoteker akan memberikan sejumlah alternatif pelumas yang aman bagi vagina Anda.
 
Ada juga obat yang bisa diminum untuk membuat jaringan vagina lebih tebal dan lebih rapuh, sehingga mengurangi rasa sakit bagi wanita saat berhubungan seks.
 
Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter Obgyn Anda di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Royal Taruma, Mayapada Hospital, atau Rumah Sakit Cendana. Atau kunjungi pusat kesehatan di dekat rumah Anda mengenai hal ini. 
 


 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif