Apakah ada kaitan antara vitiligo dengan penyakit lainnya. Simak informasinya. (Foto: Dok. Instagram Winnie Harlow/@winnieharlow)
Apakah ada kaitan antara vitiligo dengan penyakit lainnya. Simak informasinya. (Foto: Dok. Instagram Winnie Harlow/@winnieharlow)

Apakah Vitiligo Berkaitan dengan Penyakit Albinisme?

Rona vitiligo
Kumara Anggita • 25 November 2019 13:28
Jakarta: Vitiligo sering dikaitkan dengan berbagai penyakit lainnya seperti kanker kulit, kusta, dan albinisme. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dian Pratiwi menyayangkan karena informasi ini tidak tepat.
 
“Faktanya, vitiligo adalah kondisi yang terpisah dan tidak terkait dengan kanker kulit, kusta atau albinisme,” ujarnya.
 
“Vitiligo adalah gangguan autoimun di mana sistem imun tubuh menyerang dan membunuh sel-sel pembuat kulit, melanosit,” lanjutnya.

Mengenal vitiligo

Vitiligo terjadi akibat kurangnya pigmen melanin dalam tubuh yang bertugas memberi warna untuk kulit, mata, dan rambut. Warna kulit manusia dipengaruhi oleh pigmen bernama melanin. Pada penyakit vitigo, sel-sel pembentuk melanin (melatonosit) berhenti berfungsi memproduksi melanin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Vitiligo merupakan penyakit hilangnya warna kulit yang berbentuk bercak-bercak warna putih susu. Luas dan keparahan kehilangan warna kulit dari Vitiligo tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi di bagian mana pun dari kulit tubuh, termasuk juga rambut dan selaput lendir misalnya bagian dalam mulut," papar dr. Dian.
 
Apakah Vitiligo Berkaitan dengan Penyakit Albinisme?
(Winnie Harlow pendobrak orang dengan vitiligo. Ia bahkan menyulap vitiligonya menjadi sebuah kekuatan pada dirinya dan merupakan model yang berhasil terpilih sebagai salah satu model Victoria's Secret. Foto: Dok. Instagram Winnie Harlow/@winnieharlow)
 
"Warna kulit dan rambut ditentukan oleh melanin, vitiligo terjadi ketika sel-sel yang memproduksi melanin yaktu melanosit mati atau berhenti berfungsi. Biasanya, perubahan warna pertama kali terlihat pada area yang terpapar sinar matahari seperti tangan, kaki, lengan, wajah, dan bibir," ujarnya.
 
Dokter Dian pun menambahkan, "Penyebab pasti vitiligo masih belum sepenuhnya dipahami, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berbagai mekanisme seperti kelainan metabolik, stres oksidatif, respons autoimun, dan faktor genetik berkontribusi pada timbulnya Vitiligo."
 
"Meskipun tidak mengancam jiwa, tidak menular dan tidak ada gejala yang dirasakan oleh pasien, efek Vitiligo dapat mengganggu secara kosmetik dan psikologis, seperti kurang percaya diri, citra tubuh yang buruk, stress dan efek negatif lainnya," lanjutnya.
 
Vitiligo dapat terjadi pada manusia di segala usia. Namun sebagian besar, penderita mengalaminya sebelum usia 20 tahun.
 
Untuk mendeteksi penyakit ini, Anda bisa melihat adanya kehilangan warna kulit yang merata menjadi putih susu, uban pada rambut di kulit kepala, bulu mata, alis atau janggut. Di samping itu juga terdapat kehilangan warna pada bagian dalam mulut dan hidung, kehilangan atau perubahan warna lapisan dalam bola mata.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif