Positif atau negatif, psikologi anak mami? Temukan jawaban dari Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi. dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung. (Foto: Ilustrasi. Dok. Michael Frattaroli/Unsplash.com)
Positif atau negatif, psikologi anak mami? Temukan jawaban dari Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi. dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung. (Foto: Ilustrasi. Dok. Michael Frattaroli/Unsplash.com)

Psikologi Anak Mami, Baik atau Buruk?

Rona psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Februari 2019 19:24
Jakarta: Sempat ramai isu tentang calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tentang 'Sandiwara Uno', yang kemudian mengundang komentar sang ibu, Mien Uno.
 
Tak lama kemudian Twitter ramai akan tagar #SandiwaraAnakMami yang sempat menduduki posisi terhangat beberapa waktu lalu.
 
Tim Medcom.id menanyakan kepada Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi. dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung tentang apa sebenarnya istilah anak mami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Istilah itu ditujukan kepada anak yang dalam setiap aktivitas kehidupannya tidak bisa lepas dari sang ibu," singkat Efnie.
 
Bersikap manja dengan meminta pendapat atau solusi dari sang ibu tentang pengambilan suatu keputusan, terbilang hal yang wajar. Namun, anak mami ialah ketika dalam setiap langkah anak tidak lepas dari perlindungan sang ibu.
 
(Baca juga: Sandiaga Uno Disebut 'Politisi Anak Mami')
 
Psikologi Anak Mami, Baik atau Buruk?
(Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi mengatakan bahwa anak akan sulit untuk menjadi pribadi yang mandiri. Jadi kemandiriannya (autonomy) yang tidak terbentuk. Foto: Ilustrasi. Dok. Michael Frattaroli/Unsplash.com)
 
Sisi positif dan negatif
 
Secara psikologi, ada sisi positif dan negatif yang akan melekat pada si anak. Bahkan, hingga anak itu tumbuh menjadi dewasa.
 
"Memang anak akan sangat dekat dengan orang tua yang memanjakannya," ujar psikolog yang ramah ini.
 
Sedangkan, dari sisi negatifnya juga berpengaruh pada perkembangan anak. Nantinya, anak akan memiliki gangguan kepribadian dependen, yakni sulit untuk melakukan sesuatu jika tanpa uluran tangan dari orang lain, dalam hal ini sang ibu.
 
"Jika demikian akan terbentuk pribadi yang dependen," tuturnya.
 
Anak akan memiliki tingkat kecemasan yang berlebihan jika dibandingkan yang bukan anak mami.
 
Biasanya, kecemasan tersebut timbul ketika anak merasa tidak dapat melakukan berbagai hal sendirian, khususya ketika tidak didukung oleh sang ibu selaku sosok yang sangat penting baginya.
 
"Anak akan sulit untuk menjadi pribadi yang mandiri. Jadi kemandiriannya (autonomy) yang tidak terbentuk. Autonomy sendiri ada tiga, yakni emotional autonomy, behavioral autonomy, dan value autonomy," pungkas Efnie.
 
Ia memaparkan, emotional autonomy adalah mandiri secara emosional, yakni anak siap berada jauh dari orang tua. Kemudian, behavioral autonomy ialah anak mampu membuat keputusan secara bertanggung jawab.
 
Terakhir, value autonomy yaitu anak memiliki prinsip hidup sendiri. Ketiga jenis kemandirian tersebut yang sulit bahkan tidak terbentuk dengan baik pada diri anak mami.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif