Orang dewasa dapat menyebarkan bakteri radang tenggorokan ke anak-anak. Cuci tangan Anda secara teratur saat merawat anak. (Foto: Pexels.com)
Orang dewasa dapat menyebarkan bakteri radang tenggorokan ke anak-anak. Cuci tangan Anda secara teratur saat merawat anak. (Foto: Pexels.com)

Gejala Radang Tenggorokan pada Anak

Rona gaya radang tenggorokan pada anak
Medcom • 17 Oktober 2019 09:00
Jakarta: Radang tenggorokan atau strep throat membuat penderitanya sulit membuka mulut dan menelan makanan. Bahkan untuk beberapa kasus, radang tenggorokan bisa menjadi parah jika tidak diobati.
 
Gejala yang terjadi biasanya tiba-tiba sakit tenggorokan, sering disertai demam dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
 
Bagaimana mengetahui jika anak Anda menderita strep? Anda harus mengunjungi dokter untuk memastikan, tetapi ada beberapa petunjuk yang dapat Anda perhatikan di rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Periksa apakah amandel si anak bengkak, berwarna merah cerah, dan berbintik-bintik putih. Jika benar, itu merupakan indikasi paling jelas dan paling umum dari infeksi bakteri Streptococcus kelompok A.
 
Demam di atas 38 derajat celsius, menggigil, dan pembengkakan serta nyeri kelenjar di bawah rahang juga merupakan tanda peringatan.
 
Ketika menderita radang tenggorokan, Anak Anda mungkin mengalami kesulitan menelan, mengeluh sakit tenggorokan dan sakit kepala. Mungkin juga terasa sakit perut dan muntah.
 
Dalam beberapa kasus, bisa saja seorang anak akan mengalami ruam merah di seluruh tubuhnya seperti diamplas. Ini bisa menjadi gejala demam scarlet, tetapi akan hilang begitu infeksi radang diobati dengan antibiotik.
 
Ketika radang tenggorokan melanda balita, biasanya si kecil mengalami demam dan hidung menebal atau berdarah. Mereka juga mungkin mudah tersinggung, kurang nafsu makan, dan memiliki kelenjar leher bengkak.
 
Gejalanya sangat bervariasi, mungkin ringan atau berat. Radang tenggorokan dapat muncul kapan saja dan pada usia berapa pun.
 
Gejala Radang Tenggorokan pada Anak
(Orang dewasa dapat menyebarkan bakteri radang tenggorokan ke anak-anak. Cuci tangan Anda secara teratur saat merawat anak. Cuci juga handuk dan sarung bantal yang terkena bersin atau batuk saat sedang terkena radang tenggorokan. Foto: Pexels.com)

Bagaimana pengobatan radang tenggorokan?

Dokter akan meresepkan antibiotik. Dan penting bagi anak Anda untuk mengambil seluruh resepnya. Habiskan antibiotik yang telah diresepkan oleh dokter supaya bakteri hilang sepenuhnya.
 
Untuk diketahui, berhenti minum antibiotik sebelum habis dapat memberi kesempatan pada bakteri yang tersisa untuk mengembangkan resistensi terhadap obat. Itu dapat menyebabkan infeksi yang lebih buruk.
 
Seberapa menularnya? Radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A yang sangat menular, dan ditularkan melalui tetesan udara.
 
Jadi, ketika seseorang yang terinfeksi, bersin, batuk atau bermain bersama anak Anda, ia dapat menularkan bakterinya jika anak Anda berada di lingkaran bersin atau batuk orang tersebut.
 
Gejala penularan biasanya muncul dua hingga lima hari setelah paparan.
 
Setelah Anda tahu bahwa anak Anda menderita radang tenggorokan, jaga si kecil untuk tinggal di rumah sampai gejalanya mereda. Setidaknya 24 jam setelah sang anak mulai minum antibiotik.
 
Bagi orang dewasa, sebagian besar tidak berisiko tinggi terkena radang, karena kebanyakan sudah pernah mengalami sebelumnya dan mengembangkan kekebalan.
 
Tetapi orang dewasa juga dapat menyebarkan bakteri ke anak-anak tanpa mengalaminya. Cuci tangan Anda secara teratur saat merawat anak yang menderita radang tenggorokan, dan segera cuci handuk dan sarung bantal yang terkena bersin atau batuk.
 
Namun demikian itu tidak berlaku bagi ibu menyusui. Ketika Anda menyusui dan menderita radang tenggorokan, Anda tidak akan menularkan bakteri ke bayi melalui ASI Anda.
 
Sandra Odilifia
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif