5 Masalah Pencernaan yang Bikin Rewel Bayi Anda (Foto: gettyimages)
5 Masalah Pencernaan yang Bikin Rewel Bayi Anda (Foto: gettyimages)

5 Masalah Pencernaan yang Bikin Rewel Bayi Anda

Rona tumbuh kembang bayi kesehatan pencernaan
Torie Natalova • 02 Februari 2019 08:00
Jakarta: Bayi rewel itu pertanda bahwa ada yang membuatnya tidak nyaman, mulai dari popok yang basah hingga perut yang sakit. Masalah pada perut bayi juga beragam tidak hanya sekedar kembung atau masuk angin.
 
Ada beberapa masalah atau keluhan pada perut bayi yang dapat membuat bayi rewel juga tidak nyaman. Salah satunya adalah Kolik yang mungkin disebabkan oleh sistem pencernaan bayi yang belum matang.
 
Gejala kolik yang perlu diketahui seperti kulit terlihat memerah, perut seperti menghasilkan lebih banyak angin, sulit tidur, posisi bayi seperti berlutut, mengepalkan tangan dan melengkungkan punggung karena sakit, menangis terus lebih dari 3 jam sehari dan selama lebih dari tiga hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain kolik, sembelit pada bayi juga dapat membuat mereka rewel. Meskipun sembelit jarang terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI, jika bayi Anda seperti kesakitan atau menegang saat buang air besar, ini bisa jadi pertanda ia mengalami sembelit.
 
Masalah pencernaan lainnya yakni refluks yang rentan terjadi pada bayi. Ini karena bayi memiliki perut kecil dan katup esofagus bagian bawah, yang dapat membuat ASI masuk ke lambung dan mencegahnya naik kembali, mungkin tidak sepenuhnya berkembang. Kebanyakan kerongkongan bayi akan menguat di usia 10 bulan.
 
Periksakan ke dokter jika bayi Anda mengalami muntah terus menerus, tiba-tiba menangis, sering terbangun, melengkungkan punggung saat menyusui, bersendawa dengan cairan keluar atau cegukan, bayi tidak bertambah gemuk dan bayi tampak kesakitan saat menyusu.
 
Intoleransi laktosa juga dapat memicu masalah pencernaan bayi. Laktosa adalah gula alami yang yang ditemukan dalam susu termasuk ASI, susu formula dan susu sapi. Agar tubuh dapat menggunakannya dengan benar, karbohidrat harus dipecah oleh enzim yang disebut laktase.
 
Bayi dapat mengembangkan bentuk sementara dari intoleransi laktosa yang disebut intoleransi laktosa sekunder. Gejalanya dapat hilang setelah beberapa minggu ketika lapisan usus sembuh dan sel-sel mulai memproduksi laktase lagi. Adapun gejalanya seperti muntah, diare, perut kembung, angin dan sakit perut.
 
Penyebab terakhir masalah pencernaan bayi adalah alergi susu sapi. Alergi ini adalah reaksi kekebalan tubuh terhadap satu atau lebih protein susu dalam susu sapi. Gejala alergi susu sapi seperti muntah atau diare, kulit ruam gatal merah, masalah pernapasan seperti mengi.
 

 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif