Jika Anda pernah berada di situasi dimana merasa familiar pada suatu situasi atau tempat, maka kemungkinan Anda sedang mengalami deja vu. (Foto: Pinterest)
Jika Anda pernah berada di situasi dimana merasa familiar pada suatu situasi atau tempat, maka kemungkinan Anda sedang mengalami deja vu. (Foto: Pinterest)

6 Alasan Mengapa Anda Mengalami Deja Vu

Rona psikologi
Raka Lestari • 24 Juli 2020 09:05
Jakarta: Jika Anda pernah berada di situasi dimana merasa familiar pada suatu situasi atau tempat, maka kemungkinan Anda sedang mengalami deja vu. Perasaan ini bisa seperti mimpi, terutama jika Anda tahu bahwa Anda belum pernah mendatangi suatu tempat tersebut.
 
Dan berikut ini adalah penjelasan dari para ahli mengapa Anda mengalami deja vu, seperti dilansir Bustle:

Tidak sinkron pada otak Anda 

Menurut James Giordano Ph.D., profesor neurologi di Georgetown University Medical Center, “Terkadang ini terjadi karena otak yang sedang tidak sinkron. Otak Anda tidak dapat menentukan apakah ini pernah terjadi sebelumnya atau tidak,” katanya. Ini disebut ketidakcocokan, dan ini menjelaskan mengapa sesuatu yang belum pernah terjadi dapat terasa seperti Anda sudah pernah mengalaminya.

Otak Anda merasakan situasi yang familiar

“Mungkin saja deja vu terjadi ketika Anda mendeteksi sesuatu yang familiar, sehingga merangsang korteks rhinal pada otak, tetapi tidak mengaktifkan hippocampus. Hippocampus merupakan bagian otak yang membantu Anda mengingat kembali detail memori,” ujar ahli kesehatan saraf & holistik Leigh Winters, M.A. M.S.

Tanda epilepsi

"Telah dilaporkan bahwa beberapa penderita epilepsi mengalami fenomena ini tepat sebelum kejang,” kata Winters. Namun ini bukan berarti bahwa Anda harus memeriksakan diri ke ahli saraf ketika Anda mengalami deja vu. Jika Anda memiliki diagnosis epilepsi, deja vu Anda mungkin merupakan tanda peringatan awal akan terjadinya kejang.

Usia muda

“Dilaporkan sekitar 60 – 70 persen orang mengalami deja vu, tetapi ini paling sering terjadi pada mereka yang berusia lebih muda,” kata Giordano. Ia juga menambahkan bahwa kecenderungan deja vu terjadi pada rentang usia 15 – 25 tahun.

Anda mengalami stres

Semakin stres seseorang, semakin sering mereka mengalami deja vu. Ini mungkin terjadi karena ketika Anda berada di bawah tekanan atau atau memproses seluruh tumpukan informasi sekaligus, otak Anda lebih cenderung untuk melakukan kesalahan dan mengalami kesulitan untuk mengimbangi ingatan dengan kehidupan nyata.

Otak Anda sedang bekerja

“Deja vu sebenarnya adalah pertanda baik dan kemungkinan merefleksikan kemampuan otak untuk memproses memori pada level dan kecepatan yang berbeda,” kata Giordano. Selain itu, deja vu juga merupakan bukti bahwa otak manusia sangat mengagumkan.
 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif