Trastuzumab adalah antibodi monoklonal yang dirancang untuk menyasar dan memblokir protein HER2 yang berpotensi dapat menjadi kanker. (Foto: Pexels.com)
Trastuzumab adalah antibodi monoklonal yang dirancang untuk menyasar dan memblokir protein HER2 yang berpotensi dapat menjadi kanker. (Foto: Pexels.com)

Trastuzumab untuk Terapi Pasien Kanker Payudara HER2-positif

Rona gaya kanker payudara HER2-positif
Kumara Anggita • 30 Oktober 2019 14:49
Jakarta: Kanker payudara adalah satu dari berbagai jenis kanker dengan insiden dan kematian tertinggi. Sebanyak 42,1 per 100.000 kasus dialami oleh perempuan dengan angka kematian 17 per 100.000.
 
Kanker payudara sendiri ada beberapa jenis, salah satunya HER2-Positif. Sebuah penyakit yang sebenarnya bisa disembuhkan bila dideteksi dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

HER2-Positif

Berdasarkan penjelasan dai fact sheet Indonesian Cancer Information and Support Center (CISC), HER2 ‘human epidermal growth factor receptor 2’ adalah gen yang menciptakan protein atau reseptor HER2 di luar sel payudara. Sel kanker payudara dengan tingkatan HER2 yang lebih tinggi disebut HER2-positif.
 
Pertumbuhan dan penyebaran sel kanker pada stadium ini jauh lebih cepat dibandingkan tingkatan lainnya.  Kendati demikian, penyakit ini lebih banyak kemungkinan pengobatan yang menargetkan HER2 protein.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter Penyakit Dalam, Andika Rachman menyebutkan bahwa ada beberapa terapi yang dapat digunakan untuk pasien kanker payudara, antara lain kemoterapi, terapi target, radiasi, dan operasi.

Trastuzumab untuk pasien kanker payudara HER2-positif

Dokter Andika menjelaskan bahwa Trastuzumab adalah antibodi monoklonal yang dirancang untuk menyasar dan memblokir protein HER2 yang berpotensi dapat menjadi kanker jika jumlahnya berlebihan.
 
Sistem kerja tubuh nantinya akan diaktifkan dan trastuzumab menekan sinyal pertumbuhan HER2 dan menghancurkan tumor.
 
Trastuzumab dapat diberikan baik kepada pasien kanker yang sudah stadium lanjut maupun stadium awal. Namun, waktu terbaik untuk menggunakannya adalah saat stadium awal karena dapat meningkatkan tingkat kesintasan dan angka harapan hidup pasien.
 
Dokter Onkologi, Denny Handoyo Kirana menyebutkan bahwa pasien umumnya menjalani radiasi sebanyak 15-25 kali. Pemberian trastuzumab dapat menurunkan intensitas pemberian radiasi sehingga pasien merasa lebih nyaman sekaligus menghemat biaya kesehatan.
 
Terapi ini bisa meningkatkan usia harapan hidup penderita kanker payudara. Bila pasien tidak mendapatkannya maka risiko kambuh akan lebih tinggi.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif