Sel yang mencurigakan di sekitar leher rahim, serta kanker serviks itu sendiri, seringkali tidak memiliki gejala yang berkaitan. (Foto: Dreamstime)
Sel yang mencurigakan di sekitar leher rahim, serta kanker serviks itu sendiri, seringkali tidak memiliki gejala yang berkaitan. (Foto: Dreamstime)

Berhenti Merokok, Salah Satu Pencegahan Kanker Serviks

Rona kanker serviks
Torie Natalova • 21 April 2017 17:49
medcom.id, Jakarta: Selain pap smear dan vaksinasi HPV, sangat penting untuk memahami kondisi apa yang dapat meningkatkan kesempatan mengembangkan kanker serviks. Jika Anda sudah memahaminya, maka Anda dapat mulai menghindari hal-hal pemicu kanker. 
 
Perubahan gaya hidup dan kebiasaan seksual bisa menjadi cara untuk menurunkan risiko kanker serviks. Bagi wanita perokok, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut untuk mengurangi risiko kanker. Merokok dikaitkan dengan peningkatan 14 kali lipat risiko kanker serviks.
 
Berhenti Merokok, Salah Satu Pencegahan Kanker Serviks

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merokok secara dramatis mempercepat displasia serviks dan menipiskan respons kekebalan tubuh seseorang secara keseluruhan. 
 
(Baca juga: Pentingnya Pap Smear untuk Mengetahui Kanker Serviks)
 
Selain merokok, penting juga untuk menghindari aktivitas seksual yang bebas dan sering berganti pasangan. Menggunakan kondom secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan paparan virus HPV. 
 
Namun, ini tidak berarti kondom sepenuhnya dapat mencegah HPV. Kondom hanya memberikan tambahan perlindungan dari paparan HPV.
 
Pemakaian alat pengontrol kehamilan lebih dari lima tahun, juga dapat memicu kanker serviks. Perhatikan pemakaian alat KB Anda.
 
Berhenti Merokok, Salah Satu Pencegahan Kanker Serviks
 
Anda harus menyadari segala gejala kanker serviks. Sel yang mencurigakan di sekitar leher rahim, serta kanker serviks itu sendiri, seringkali tidak memiliki gejala yang berkaitan. Gejala yang muncul bisa diketahui ketika Anda sudah mengalami stadium lanjut.
 
Beberapa gejala kanker serviks stadium lanjut yaitu perdarahan atau cairan abnormal dari vagina, perdarahan dan/atau nyeri abnormal saat berhubungan seksual serta rasa lelah yang berlebihan dan juga lesu.
 

 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif