Tanda-tanda utama keracunan salmonella seperti diare, sakit kepala, kram perut, mual dan muntah. (Foto: Rawpixels)
Tanda-tanda utama keracunan salmonella seperti diare, sakit kepala, kram perut, mual dan muntah. (Foto: Rawpixels)

Mengenal Salmonella dan Penyebabnya

Rona keracunan makanan
Torie Natalova • 26 Agustus 2019 06:05
Salmonella merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Biasanya bakteri ini ditemukan pada unggas, telur, susu, daging, dan air.
 

Jakarta: Salmonella adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Ini artinya, ketika bakteri ini masuk melalui makanan ke dalam tubuh, Anda kemungkinan akan merasakan gejala keracunan seperti diare, muntah dan demam.
 
Jenis bakteri ini biasanya ditemukan pada unggas, telur, susu yang belum diproses, daging, dan air. Salmonella juga dapat dibawa oleh hewan peliharaan seperti kura-kura, tikus dan burung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski umumnya salmonella dapat menyebabkan gejala keracunan makanan, satu jenis bakteri salmonella adalah penyebab demam tifoid. Bakteri salmonella menyerang lambung dan usus, di mana kondisi inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengalami tifus.
 
Dalam kasus yang serius, bakteri dapat memasuki saluran getah bening yang membawa air dan protein ke darah, dan darah itu sendiri. Bakteri ini dapat menyerang semua kelompok umur dan wanita juga pria. Anak-anak, orang tua dan orang yang sedang sakit, jauh lebih mungkin terkena infeksi serius.
 
Adapun tanda-tanda utama keracunan salmonella seperti diare, sakit kepala, kram perut, mual dan muntah. Pada kasus infeks yang kurang serius, gejala yang muncul lebih sedikit. Diare biasanya hanya terjadi dua hingga tiga kali sehari selama beberapa hari.
 
Sebagian besar jenis infeksi salmonella ringan, sembuh dalam empat hingga tujuh hari tanpa memerlukan perawatan serius selain istirahat dan perbanyak cairan. Pada kasus infeksi yang lebih parah dapat menyebabkan diare berlebihan, kram perut dan masalah kesehatan umum. Penderita dengan infeksi yang parah memerlukan perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan cairan yang banyak dan antibiotik.
 
Cara terbaik untuk mencegah keracunan makanan akibat bakteri salmonella adalah memperhatikan kebersihan dan memastikan bahwa semua makanan dimasak dengan matang. Cuci tangan dengan sabun setelah pergi ke toilet dan sebelum menyiapkan makanan.
 
Cuci tangan ketika beralih dari menyiapkan satu jenis makanan ke yang lain, misalnya sayuran menjadi daging. Ini dapat membantu pertukaran bakteri di antara bahan-bahan yang berbeda. Peralatan dapur juga harus diperhatikan kebersihannya dengan mencucinya sebelum digunakan.
 
Gunakan talenan dan pisau yang bersih serta ganti serbet setiap hari. Simpan makanan di lemari es dan simpan makanan yang dimasak di atas yang mentah sehingga air dari bahan yang mentah tidak bisa menetes ke makanan yang sudah dimasak. Daging, unggas dan ikan tidak boleh disimpan dalam lemari es untuk waktu yang lama.
 
Satu-satunya cara efektif untuk membunuh bakteri salmonella adalah dengan panas. Karenanya, sangat penting untuk memasak makanan hingga matang secara menyeluruh.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif