Menyusui Salurkan Bakteri Baik pada Bayi

Sri Yanti Nainggolan 30 Oktober 2018 16:47 WIB
air susu ibu
Menyusui Salurkan Bakteri Baik pada Bayi
Menyusui memiliki banyak manfaat, bahkan meskipun berhubungan dengan bakteri. (Foto: Kevin Liang/Unsplash.com)
Jakarta: Menyusui memiliki banyak manfaat, bahkan meskipun berhubungan dengan bakteri. Sebuah laporan IANS menyebutkan bahwa bakteri Bifidobacterium yang melimpah di ASI dapat menurun drastis setelah proses menyusui dihentikan.

Bifidobacterium adalah salah satu bakteri utama yang digunakan dalam probiotik, dengan kandungan penyembuh di dalamnya.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature tersebut menganalisa 12.500 sampel tinja dari 903 anak berusia 3-46 bulan.


Penelitian dari Newcastle University di Inggris tersebut sedang melihat bagian nutrisi dalam ASI dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat dalam usus bayi dan bagaimana menyediakan probiotik yang mengandung Bifidobacterium.

(Baca juga: 9 Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Wanita)


(Menyusui memiliki banyak manfaat, bahkan meskipun berhubungan dengan bakteri. Sebuah laporan IANS menyebutkan bahwa bakteri Bifidobacterium yang melimpah di ASI dapat menurun drastis setelah proses menyusui dihentikan. Foto: Dave Clubb/Unsplash.com)

Mereka juga melihat bahwa ketika sudah tak menyusu, jumlah Bifidobacterium akan berkurang dengan cepat dan digantikan oleh jenis bakteri lain, Firmicutes phyla.

"Selain itu, pola makan tanpa asupan ASI memberikan nutrisi yang berbeda pada usus. Perubahan cepat dalam komunitas bakteri adalah respons dari sumber makanan baru yang mendukung pertumbuhan bakteri lain," terang peneliti Christopher Stewart.

Penemuan tersebut menemukan bahwa komposisi mikrobioma berubah seiring berjalannya waktu dalam tiga fase: fase perkembangan (3-14 bulan), fase transisi (15-30 bulan), dan fase stabil (31 bulan ke atas).

Kemudian, faktor kelahiran normal juga berhubungan dengan peningkatan sementara bakteri Bacteroides. Faktor lain seperti jumlah saudara, paparan hewan peliharaan, dan lokasi geografis juga memberikan kontribusi profil mikrobioma yang berbeda.

Beberapa tahun pertama kehidupan memang berperan penting dalam perkembangan  mikrobioma. Pada dasarnya, seseorang lahir dengan jumlah mikroba sedikit, tetapi akan makin berkembang dalam tubuh di awal-awal kehidupannya.





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id