Pemberian obat batuk untuk bayi tidak boleh sembarangan. Ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak Anda sebelum melakukan pemberian apa pun pada si kecil. (Foto: Pixabay.com)
Pemberian obat batuk untuk bayi tidak boleh sembarangan. Ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak Anda sebelum melakukan pemberian apa pun pada si kecil. (Foto: Pixabay.com)

Batuk Serta Pilek? Ini 4 Obat yang Aman Dikonsumsi Sesuai Usia Anak

Rona kesehatan perkembangan anak
17 Januari 2019 13:39
Jakarta: Pemberian obat batuk untuk bayi tidak boleh sembarangan, obat batuk yang dijual bebas jelas dilarang untuk dikonsumsi bayi Anda.
 
Umumnya, batuk pada bayi merupakan gejala infeksi sejenis virus flu biasa dan akan mereda dengan sendirinya setelah dua minggu. Namun jangan anggap remeh, Anda perlu mengetahui jenis dan penyebab serta obat batuk untuk bayi yang aman diberikan.
 
Nah, jika sudah demikian, Anda perlu cermat dalam menangani serta memberikan obat batuk untuk si kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan regulasi obat dan makanan Amerika Serikat bahkan tidak merekomendasikan obat batuk yang dijual bebas tersebut untuk diberikan kepada si kecil (di bawah dua tahun), karena obat tersebut bisa saja memiliki efek samping yang serius dan berpotensi mengancam nyawa buah hati Anda.
 
Periksa juga label saat anak Anda bertambah besar karena formulasi dan dosis aman berubah seiring bertambahnya usianya. Perlu diketahui juga bahwa tetes untuk bayi tiga kali lebih terkonsentrasi daripada sirup untuk balita.
 
Melansir dari BabyCenter, FDA mengizinkan penggunaan obat-obatan batuk dan pilek OTC pada anak usia empat dan lima tahun.
 
Tetapi American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa obat-obatan ini diberikan kepada anak-anak seusia ini hanya jika dokter anak Anda yang menganjurkannya.
 
Batuk Serta Pilek? Ini 4 Obat yang Aman Dikonsumsi Sesuai Usia Anak
(Pemberian obat batuk untuk bayi tidak boleh sembarangan. Ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak Anda sebelum melakukan pemberian apa pun pada si kecil. Foto: Pixabay.com)
 
(Baca juga: Obat-obatan yang Tidak Boleh Diberikan ke Bayi)
 
Beberapa tips lain dari American Academy of Pediatrics seperti dinukil oleh BabyCenter adalah sebagai berikut.
 
1. Parasetamol anak
Anda dapat memberikan parasetamol sebagai obat untuk bayi dengan ketentuan si kecil sudah berusia dua bulan atau dilahirkan setelah usia kehamilan 37 minggu, dan beratnya lebih dari empat kilogram.
 
Parasetamol bisa meredakan demam dan nyeri, namun tidak meringankan pembengkakan dan radang.
 
"Jika bayi Anda juga minum obat lain, pastikan tidak mengandung paracetamol juga. Pastikan untuk selalu mematuhi anjuran dosis yang diberikan," tulis laman yang sama.
 
2. Ibuprofen anak
Ibuprofen cenderung sedikit lebih kuat dari pada parasetamol. Berikan ibuprofen tidak lebih dari tiga dosis dalam jangka waktu 24 jam, dan jarak waktunya tidak kurang dari enam jam.
 
Ibuprofen ini juga dapat mengiritasi perut bayi Anda jika tidak diberikan secara tepat, terutama jika tidak makan dengan baik. Jadi, disarankan untuk memberikannya dengan makanan.
 
3. Perbanyak asupan cairan
Memperbanyak cairan dapat mengurangi lendir dan membuat saluran pernapasan lebih lancar. Untuk bayi berusia tiga bulan hingga satu tahun apa pun yang Anda berikan pastikan konsultasikan terlebih dahulu pada dokter spesialis anak Anda.
 
Untuk bayi usia di bawah enam bulan, disarankan hanya minum ASI atau susu formula. Untuk bayi usia di bawah tiga bulan disarankan untuk segera menemui dokter jika terserang batuk.
 
4. Berikan madu
Madu merupakan bahan yang disarankan bagi anak-anak untuk meringankan sakit tenggorokan dan memudahkan batuk. Anda bisa memberikan madu setengah sendok teh atau dua sampai lima ml sebelum tidur.
 
Madu hanya disarankan pada anak yang sudah berusia lebih dari satu tahun. Hindari memberikan madu karena dapat menyebabkan botulisme (keracunan akibat bakteri Clostridium botulinum) pada bayi (usia 1-12 bulan).
 
Jika obat batuk untuk bayi di atas tidak membantu atau timbul gejala-gejala lain yang mungkin membahayakan, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan medis.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif