Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit St. Carolus, Bettia Bermawi, anak juga perlu melakukan MCU. Utamanya saat kesehatan serta prestasi akademi sekolah mereka mulai merosot. (Foto: Pexels.com)
Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit St. Carolus, Bettia Bermawi, anak juga perlu melakukan MCU. Utamanya saat kesehatan serta prestasi akademi sekolah mereka mulai merosot. (Foto: Pexels.com)

Kapan Anak Harus Medical Check-up?

Rona medical check-up
Dhaifurrakhman Abas • 10 Juli 2019 09:00
Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit St. Carolus, Bettia Bermawi, anak juga perlu melakukan MCU. Utamanya saat kesehatan serta prestasi akademi sekolah mereka mulai merosot. Menurut dia, anemia dikaitkan dengan kurangnya nutrisi pada anak yang menyebabkan penurunan kecerdasan. Atau ketika anak mengalami obesitas. 
 

Jakarta: Medical Check-up (MCU) merupakan salah satu cara memelihara kesehatan tubuh secara konsisten dan komprehensif. Bertujuan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko ataupun penyakit dalam tubuh seseorang.
 
Faktor risiko penting diketahui secara dini. Hal ini diperlukan agar penyakit bisa segera diobati dengan cepat sebelum mulai mengganas. Dengan pengobatan cepat, kualitas hidup seseorang diharapkan meningkat serta komplikasi penyakit bisa diminimalisir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam prespekrif medis, MCU biasanya dilakukan mulai pada usia 40 tahun ke atas. Tapi, sebelum seseorang memasuki usia tersebut, bukan berarti tak perlu memeriksakan kesehatannya secara rutin. 
 
Menurut Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit St. Carolus, Bettia Bermawi, anak juga perlu melakukan MCU. Utamanya saat kesehatan serta prestasi akademi sekolah mereka mulai merosot.
 
Kapan Anak Harus <i>Medical</i> <i>Check-up?</i>
(Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit St. Carolus, Bettia Bermawi, anak juga perlu melakukan MCU. Utamanya saat kesehatan serta prestasi akademi sekolah mereka mulai merosot. Foto: Pexels.com)
 
"Sederhananya, kalau kita lihat ada tendensi pada turunnya nilai rapor anak. Bisa dikaitkan dengan penyakit, terutama anemia," kata Bettia, dalam jumpa pers Total Laboratory Automation, di Gedung Prodia, Jakarta, Selasa 9 Juli 2019.
 
Menurut dia, anemia dikaitkan dengan kurangnya nutrisi pada anak yang menyebabkan penurunan kecerdasan. Anak yang mengalami hal tersebut mesti melakukan MCU.
 
“Biasanya kita temui pada anak-anak SD. Ada beberapa penelitian yang membuktikannya, termasuk yang dilakukan UI, bahwa anemia berkaitan dengan kecerdasan,” ungkap dia.
 
Selain itu, kata dia, anak juga mesti segera melakukan MCU ketika mengalami penyakit obesitas. Bettia bilang, bukan tidak mungkin anak mengalami obesitas berikut komplikasinya.
 
"Menurut penelitian Riskesdas, sekarang tren perubahan penyakit tak menular meningkat menyerang anak-anak. Diantaranya obesitas yang meningkatkan risiko stoke, kanker, gagal ginjal kronis dan jantung koroner," beber dia.
 
Bettia juga menyarankan anak harus segera mendapatkan MCU ketika terlambat pubertas. Hal ini bisa menandakan anak sedang menderita penyakit serius.
 
"Misalnya ketika teman-teman sebayanya udah menstruasi sejak lama dan ia belum. Maka orang tua harus memeriksakan anaknya," tandas dia.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif