Ilustrasi- Pexels
Ilustrasi- Pexels

Penyakit Vitiligo tak Mengenal Warna Kulit

Rona vitiligo
Kumara Anggita • 26 November 2019 09:08
Jakarta: Beberapa mitos beredar terkait penyakit kulit Vitiligo. Salah satunya pasien yang menderita hanya berkulit gelap atau hitam.
 
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dian Pratiwi menyangkal mitos tersebut. Menurutnya, informasi ini tidak tepat.
 
Faktanya, penyakit kulit yang satu ini bisa terjadi pada siapa saja. Tidak peduli warna kulit Anda sawo matang, kuning, putih, atau hitam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Fakta vitiligo bisa ditemukan pada dari semua ras dan warna kulit. Namun, lebih terlihat pada orang berkulit gelap,” ujar Dokter Dian Pratiwi.
 
Vitiligo sendiri terjadi akibat kurangnya prigmen melanin dalam tubuh. Prigmen tersebut bertugas memberi warna untuk kulit, mata, dan rambut.
 
Warna kulit manusia dipengaruhi oleh pigmen bernama melanin. Pada penyakit vitiligo, sel-sel pembentuk melanin (melatonosit) berhenti berfungsi memproduksi melanin.
 
"Vitiligo merupakan penyakit hilangnya warna kulit yang berbentuk bercak-bercak warna putih susu. Luas dan keparahan kehilangan warna kulit dari Vitiligo tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi di bagian mana pun dari kulit tubuh, termasuk juga rambut dan selaput lendir misalnya bagian dalam mulut," jelas Dokter Dian.
 
"Warna kulit dan rambut ditentukan oleh melanin, Vitiligo terjadi ketika sel-sel yang memproduksi melanin yaktu melanosit mati atau berhenti berfungsi. Biasanya, perubahan warna pertama kali terlihat pada area yang terpapar sinar matahari seperti tangan, kaki, lengan, wajah, dan bibir," sambungnya.
 
Dokter Dian menambahkan, penyebab pasti Vitiligo masih belum sepenuhnya dipahami. Biasanya terjadi karena berbagai mekanisme. Seperti kelainan metabolik, stres oksidatif, atau respons autoimun.
 
"Meskipun tidak mengancam jiwa, tidak menular dan tidak ada gejala yang dirasakan oleh pasien, efek Vitiligo dapat memganggu secara kosmetik dan psikologis, seperti kurang percaya diri, citra tubuh yang buruk, stress dan efek negatif lainnya," lanjut Dokter Dian.
 
Vitiligo dapat terjadi pada manusia di segala usia. Namun sebagian besar, penderita mengalaminya sebelum usia 20 tahun.
 
Untuk mendeteksi penyakit ini, Anda bisa melihat adanya kehilangan warna kulit yang merata menjadi putih susu, uban pada rambut di kulit kepala, bulu mata, alis atau janggut. Di samping itu juga terdapat kehilangan warna pada bagian dalam mulut dan hidung, kehilangan atau perubahan warna lapisan dalam bola mata.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif