KB Spiral aman dan tak berbahaya. Berikut penjelasan dari dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG bersama dr. Stella Shirley M, SpOG. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
KB Spiral aman dan tak berbahaya. Berikut penjelasan dari dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG bersama dr. Stella Shirley M, SpOG. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Mengenal KB Spiral

Rona keluarga berencana kesehatan reproduksi KB Spiral dr. Stella Shirley M SpOG dr. Muhammad Yusuf Sp.OG
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Mei 2020 13:00
Jakarta: Salah satu metode Keluarga Berencana (KB) ialah menggunakan alat kontrasepsi yang disebut dengan Intrauterine Device (IUD) atau KB spiral. Sebelum menggunakannya, pahamilah terlebih dahulu sekilas tentang metode kontrasepsi tersebut. 
 
KB spiral mengakibatkan lingkungan dari rahim tidak rentan untuk ditempeli embrio atau mencegah perkembangan ketika terjadi pembuahan sel telur. KB spiral ada dua jenis, yaitu KB spiral yang mengandung hormonal dan yang tidak mengadung hormonal (berlapis tembaga).
 
"Yang menarik dari KB spiral berlapis tembaga ini bentuknya sama seperti yang hormonal tapi tidak mengandung hormon. Cara kerjanya, dia mengakibatkan peradangan di daerah rahim. Bukan infeksi ya," ujar dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG dalam live Instagramnya bersama dr. Stella Shirley M, SpOG, Rabu, 13 Mei 2020 lalu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tujuannya, kata dr. Yusuf, menghambat implantasi atau nempelnya embrio di dalam lapisan rahim. Dipilihnya bahan tembaga pada spiral tersebut ialah untuk meningkatkan peradangan saja, tetapi tidak menyebabkan infeksi.
 
"Yang kedua, kenapa harus tembaga tidak materi lain seperti besi misalnya, ya karena tembaga ini tidak pernah berkarat. Tapi kalau besi yang dipakai, mungkin oksidasinya akan menimbulkan karat," jelasnya.

KB Spiral tidak berbahaya

Penggunaan bahan tembaga pun dipastikan tidak berbahaya. Kemudian, terjadi perubahan warna ketika tembaga tersebut berada di sekitar rahim. Perubahan warna itu tidak berarti terjadinya karat, melainkan sifat murni dari tembaga yang bercampur dengan darah.
 
"Spiral hormonal biasanya diindikasikan untuk orang-orang yang kalau menstruasi darahnya sangat banyak. Jadi kalau pakai spiral hormonal ini biasanya darah menstruasi akan sedikit, hanya flek-flek saja atau bahkan tidak menstruasi sama sekali dan berfungsi kurang lebih selama lima tahun," tutur dr. Stella.
 
Warnanya akan tetap putih meskipun dimasukin ke dalam rahim. Sedangkan spiral tembaga, menstruasi akan terus terjadi dan mengikuti siklus hormonal penggunanya. Sebab, tidak mengeluarkan hormon. Warnanya pun akan berubah seperti kuning kemerahan.
 
"Jadi saat bertemu dengan darah di dalam rahim, darah itu mengandung banyak oksigen jadi melakukan reaksi oksidasi antara tembaga dan darah. Sehingga warna dari tembaga ini lebih gelap. Jadi mau dipakai sehari, setahun, atau lima tahun, sepuluh tahun, warnanya akan tetap sama. Tapi bukan karatan," pungkasnya.

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif