Tidak berhenti pada bencana (banjir), plastik juga membahayakan makhluk hidup lainnya seperti tanaman di darat dan biota air. (Foto: Hermes Rivera/Unsplash.com)
Tidak berhenti pada bencana (banjir), plastik juga membahayakan makhluk hidup lainnya seperti tanaman di darat dan biota air. (Foto: Hermes Rivera/Unsplash.com)

Kemenkes Ajak Diet Kantong Plastik

Rona kemenkes kantong plastik
Kumara Anggita • 17 Januari 2019 16:39
Jakarta: Penggunaan kantong plastik tidak bisa dihentikan, alhasil tumpukan limbah menjadi menggunung dan terbengkalai. Ironisnya, limbah plastik tersebut tidak hanya membahayakan lingkungan tapi juga membahayakan kesehatan manusia.
 
Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO mengatakan bahwa plastik membahayakan tubuh manusia dan lingkungan karena plastik sulit terurai. Tumpukan tersebut menimbun, menyumbat saluran air di sekitar, dan pada akhirnya menyebabkan banjir.
 
“Berikutnya, dia akan memengaruhi kesehatan tubuh manusia kalau tertimbun di tanah atau air kemudian terjadi pecahan-pecahan dari limbah plastik itu berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika air itu dikonsumsi,” kata Imran di gedung Kemenkes, Rabu, 16 Januari 2019 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenkes Ajak Diet Kantong Plastik(Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO mengatakan bahwa plastik membahayakan tubuh manusia dan lingkungan karena plastik sulit terurai. Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)
 
(Baca juga: Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Belum Merata di Yogyakarta)
 
Tidak berhenti pada bencana, plastik juga membahayakan makhluk hidup lainnya seperti tanaman di darat dan biota air.
 
Imran menjelaskan, mikroplastik yang terkandung dalam air akan masuk ke dalam tubuh ikan sehingga ikan tersebut tidak bisa hidup lama. Ketika ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia, mereka akan kena dampaknya.
 
Kemenkes Ajak Diet Kantong Plastik“Kemudian kalau dia (mikroplastik) kena panas matahari atau terbakar itupun berbahaya bagi pernapasan. Kalau dibakar saja dia bisa menghasilkan zat karbon monoksida yang bahaya untuk kesehatan,” ucap Imran.
 
Imran menganjurkan masyarakat untuk diet kantong plastik terkait situasi yang membahayakan ini.
 
“Sebenarnya yang lebih diutamakan kita membatasi penggunaan plastik seperti di ritel atau warung-warung. Kalau bisa dibatasi, kita gunakan tas belanja sendiri supaya tidak menambah produksi plastik,” katanya
 
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek sudah menjalankan program 'diet' plastik ini. Dia membawa botol minum sendiri kemanapun dia pergi. Ia pun menghimbau masyarakat untuk melakukan hal yang sama.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif