Ahli pun menyatakan bahwa ada hubungan antara covid-19 dan risiko stroke, bahkan terhadap pasien yang berusia di bawah 50 tahun. (Ilustrasi/pexels)
Ahli pun menyatakan bahwa ada hubungan antara covid-19 dan risiko stroke, bahkan terhadap pasien yang berusia di bawah 50 tahun. (Ilustrasi/pexels)

Bisakah Covid-19 Menyebabkan Stroke?

Rona Virus Korona stroke virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 24 Mei 2020 12:03
Jakarta: SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit covid-19, mengganggu kinerja pernapasan dan masalah dalam darah. Ahli pun menyatakan bahwa ada hubungan antara covid-19 dan risiko stroke, bahkan terhadap pasien yang berusia di bawah 50 tahun.
 
"(Dokter) tahu ada sesuatu yang terjadi sehubungan dengan new coronavirus dan kaitannya dengan peningkatan risiko stroke, tetapi karena virus ini sangat baru maka sulit untuk menjelaskan penyebabnya," ujar Jeremy Payne, MD, PhD, direktur Pusat Stroke di Banner di Klinik Kedokteran Neurosciences Clinic di Phoenix, dikutip dari The Healthy.
 
Dr. Payne memaparkan bahwa sekitar 80 persen stroke berasal dari gumpalan darah. Ketika gumpalan terbentuk, dapat memblokir pembuluh darah yang memasok oksigen ke otak dan menyebabkan apa yang dikenal sebagai stroke iskemik. Juga dapat memblokir suplai darah ke paru-paru dan merusak jaringan atau yang dikenal dengan emboli paru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada banyak penyebab dari gumpalan darah yang terbentuk. Seperti, kerusakan pada jantung yang datang seiring bertambahnya usia, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, atau sleep apnea (pernapasan sering berhenti selama tidur)," tuturnya.
 
Karena banyak faktor risiko untuk stroke berkembang seumur hidup, ini menjelaskan mengapa hampir tiga perempat dari kasus stroke terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas. Risikonya berlipat ganda setiap 10 tahun setelah usia 55.
 
Meskipun stroke biasanya merupakan kondisi yang menjangkiti orang berusia tua, dokter juga waspada ketika mereka mulai melihat tanda-tanda stroke pada orang yang lebih muda yang dites positif covid-19. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada bulan April 2020 di New England Journal of Medicine, terdapat lima kasus stroke kapal besar di New York City pada pasien yang usianya di bawah 50 tahun.
 
"Virus ini tampaknya menginfeksi lapisan pembuluh darah. Endothelium, lapisan dalam jaringan yang halus dalam pembuluh darah yang dapat mencegah pembentukan gumpalan, terinfeksi oleh coronavirus, yang kemudian menyebabkan konstelasi peristiwa yang mengarah pada pembentukan gumpalan," papar Jason Tarpley, MD, PhD, ahli saraf intervensional dan direktur Pusat Stroke dan Neurovaskular Pasifik di Pusat Kesehatan Providence Saint John, Amerika Serikat.
 
Dr. Tarpley menjelaskan bahwa covid-19 juga meningkatkan kadar protein yang terkait dengan pembekuan darah yang disebut D-dimer. Sementara D-dimer tinggi berhubungan dengan risiko tingkat kematian yang lebih tinggi.
 
Dr. Payne menambahkan, tingkat stroke naik selama musim flu dan karena alasan mala mekanisme serupa mungkin terjadi di antara pasien covid-19. Hal itu bisa menjadi reaksi inflamasi umum 
 
"Karena orang sakit dengan virus, kemudian sistem kekebalan bertindak sebagai respons, atau itu bisa disebabkan oleh faktor risiko individu ditambah dengan adanya kemampuan virus untuk menyebabkan pembekuan darah," pungkasnya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif