Konferensi pers Kemenkes terkait kabar terbaru COVID-19 (Foto: Raka/Medcom.id)
Konferensi pers Kemenkes terkait kabar terbaru COVID-19 (Foto: Raka/Medcom.id)

Kemenkes Tambah Daftar Rumah Sakit Rujukan COVID-19

Rona Virus Korona kemenkes covid-19
Raka Lestari • 02 Maret 2020 20:29
Jakarta: Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan dua pasien warga negara Indonesia yang positif terkena COVID-19. Dua pasien positif COVID-19 tersebut saat ini dalam kondisi baik dan sedang dilakukan perawatan di RSPI Sulianti Saroso yang merupakan salah satu RS rujukan COVID-19.
 
“Rumah sakit rujukan untuk kasus COVID-19 ini ada 100 rumah sakit yang tersebar di Indonesia. Untuk kasus COVID-19 ini sudah disiapkan dan nanti akan ditambah jumlahnya,” ujar Bambang Wibowo, Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kemenkes RI, dalam keterangan pers mengenai COVID-19, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Senin, 2 Maret 2020.
 
Bambang menambahkan bahwa nantinya akan ada 32 rumah sakit yang akan ditambahkan untuk menjadi rumah sakit rujukan terkait COVID-19. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Rumah sakit-rumah sakit tersebut akan disiapkan untuk menjadi rujukan flu. Saat ini sosialisasi kepada rumah sakit rujukan juga sudah dibagikan," terang Bambang.
 
“Termasuk Bagaimana cara sistem rujukan ketika rumah sakit rujukan melakukan simulasi dan sebagainya bersama dengan berbagai komponen, mulai dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Faskes Primer, dan rumah sakitnya itu sendiri,” sambungnya.
 
Selain rumah sakit rujukan, peran Balitbangkes juga sangat penting untuk melalukan pemeriksaan kasus yang diduga positif.
 
"Balitbangkes bertugas sebagai laboratorium rujukan nasional penyakit new emerging sangat penting karena berperan dalam mengonfirmasi suatu kasus positif atau negatif,” ujar Siswanto, Kepala Badan Litbangkes.
 
“Sampai hari ini ada 153 kasus. Dari 153 kasus tersebut ada dua kasus positif, yaitu anak dan ibu yang diumumkan oleh Presiden tadi. Sedangkan yang kru dari kapal World Dreams itu total ada 188 kasus dan itu sudah selesai diperiksa dan Alhamdulillah negatif. Mereka kru kapal itu tetap diobservasi selama 14 hari karena ada masa inkubasi,” tutup Siswanto.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif