Bayi yang terbebas dari kuman rentan terhadap leukemia. (Foto: Pixabay)
Bayi yang terbebas dari kuman rentan terhadap leukemia. (Foto: Pixabay)

Studi: Bahaya Bayi Terbebas dari Kuman

Rona tumbuh kembang bayi
Dhaifurrakhman Abas • 11 September 2019 15:24
Jakarta: Setiap orang tua pasti menginginkan kulit bayi tetap dalam kondisi bersih agar terbebas dari kotoran dan kuman penyebab penyakit. Alhasil bayi selalu dimandikan setiap hari agar tetap bersih.
 
Namun, sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Nature Reviews Cancer mengungkapkan, dampak berbahaya dari masa kanak-kanak yang bebas kuman. Tanpa paparan kuman selama masa kanak-kanak, sistem kekebalan tubuh bayi tidak berkembang sempurna.
 
“Sedangkan paparan kuman semasa kanak-kanak membuat mereka kuat menghadapi kuman yang diikuti oleh infeksi di masa depan,” kata Profesor Mel Greaves, penulis studi, dikutip Times of India.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Mel Greaves mengatakan, bayi yang terbebas dari kuman rentan terhadap leukemia. Katanya, ini adalah jenis kanker anak paling umum yang terjadi akibat proses dua langkah.
 
Langkah pertama, kata dia, kanker terjadi akibat mutasi genetik sebelum kelahiran. Dalam artian, menempatkan anak pada risiko mengembangkan leukemia limfoblastik akut, yang juga dikenal sebagai ALL. Kanker darah ALL sering didiagnosis pada anak-anak antara usia 0-4 tahun.
 
“Kanker ini mempengaruhi sel darah putih yang melawan infeksi, yang disebut limfosit,” ujar Mel Greaves.
 
Sementara itu, kata Mel Greaves, langkah kedua terjadi akibat paparan berbagai jenis infeksi di masa depan setelah menjalani masa kecil yang bersih dan bebas kuman. Menurutnya, leukemia terjadi pada anak-anak umum terjadi berbarengan dengan diabetes tipe I, penyakit autoimun dan alergi lainnya.
 
“Yang seharusnya mungkin dapat dicegah jika sistem kekebalan anak diprioritaskan dengan benar di tahun pertama kehidupan. Sistem kekebalan tubuh anak juga berpotensi menghindarkan anak dari trauma dan konsekuensi seumur hidup dari kemoterapi," sambung dia.
 
Profesor Paul Workman, Kepala Eksekutif Institut Penelitian Kanker, London, menyebut bahwa kanker ini bisa dicegah. Leukimia kanak-kanak dipicu berbagai infeksi pada anak-anak yang memiliki kecenderungan sistem kekebalan yang belum dipersiapkan dengan baik.
 
"Saya berharap penelitian ini akan memiliki dampak nyata pada kehidupan anak-anak. Implikasi paling penting adalah bahwa sebagian besar kasus leukemia pada masa kanak-kanak mungkin dapat dicegah. Mungkin dilakukan dengan memaparkan bayi pada berbagai kuman yang umum dan tidak berbahaya. " terang Paul Workman.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif