Makanan manis mengandung kalori tinggi, tetapi sering kali memiliki sedikit nutrisi lain, dan dapat menyebabkan aliran energi yang cepat diikuti dengan penurunan setelahnya. (Ilustrasi/Pexels)
Makanan manis mengandung kalori tinggi, tetapi sering kali memiliki sedikit nutrisi lain, dan dapat menyebabkan aliran energi yang cepat diikuti dengan penurunan setelahnya. (Ilustrasi/Pexels)

Kelompok Makanan Terburuk bagi Penderita Hipertensi

Rona hipertensi
Sunnaholomi Halakrispen • 17 September 2020 07:01
Jakarta: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah ketika tekanan darah Anda, kekuatan aliran darah melalui pembuluh darah Anda, secara konsisten terlalu tinggi. Biasanya, hipertensi ditandai dengan tekanan darah di atas 140/90.
 
Seiring waktu, hal ini menyebabkan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya, membatasi jumlah darah yang mengalir melaluinya. Membatasi suplai darah ke jantung Anda sangat berbahaya, karena dapat memicu serangan jantung. 
 
Dikutip dari Express, kondisi mengerikan tersebut bisa sangat dikurangi dengan mengurangi konsumsi kelompok makanan terburuk bagi penderita hipertensi. Salah satunya, gula dari makanan Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para peneliti percaya bahwa konsumsi gula mungkin jauh lebih buruk untuk tekanan darah, bahkan dibandingkan dengan asupan garam. Mereka sangat yakin bahwa komite pedoman perlu mulai mengalihkan fokus dari garam dan lebih fokus pada bahaya gula.
 
Gula sangat memengaruhi jantung yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Bagi mereka yang diketahui menderita penyakit jantung atau berjuang dengan tekanan darah tinggi, gula harus dihindari sebisa mungkin.
 
British Heart Foundation mengatakan bahwa terlalu banyak konsumsi gula menyebabkan obesitas. Selanjutnya, obesitas menyebabkan tingginya kadar glukosa dalam darah.
 
"Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, kondisi di mana ateroma (atau bahan berlemak) menumpuk di dinding arteri yang membatasi aliran darah ke jantung," tulis peneliti.
 
"Orang yang mengalami obesitas juga lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi, yang juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke," papar mereka.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif