Ilustrasi-Unsplash
Ilustrasi-Unsplash

9 Tips Berpuasa Sambil Menyusui

Rona tips menyusui tips berpuasa
Kumara Anggita • 19 Mei 2020 13:10
Jakarta: Dalam masa menyusui, banyak ibu yang ingin berpuasa, meski sedikit ada keraguan. Mereka takut kuantitas dan kualitas ASI-nya menurun.
 
Memang dr. Riza Sulfianna, selaku konselor menyusui di Orami menyebutkan bahwa ibu menyusui butuh tambahan kalori 300-500 kkal perhari (setara 2x camilan sehat). Sehingga total kalori yang dibutuhkan ibu menyusui sekitar 2500-2800 kkal perhari.
 
Begitu juga dengan asupan cairan, ibu butuh 3,1-3,8 liter cairan perhari.
Namun hal ini bisa diatasi dengan melakukan beberapa tips di bawah ini:

1. Atur konsumsi saat sahur dan berbuka

Menurut dr. Riza, para ibu bisa tetap makan dan minum seperti keseharian di luar Ramadan, hanya pengalihan jadwal makan saja yang diperhatikan. Ibu menyusui butuh sekitar 2500 kkal perhari, bisa didapat dari 3x makan besar dan 2x camilan sehat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atur waktu makan ini sebaik-baiknya antara waktu berbuka sampai sahur. Misalkan makan besar saat berbuka, 1,5 jam sebelum tidur dan sahur. Jangan lupa untuk tetap berpedoman pada nutrisi seimbang dengan komposisi 50% karbohidrat (25%)+ protein dan lemak (25%), 50% sayur dan buah.
 
Perhatikan juga asupan cairan dengan rata-rata kebutuhan cairan 3,5 liter sehari, atur jadwal minum sebaik-baiknya, minum air mineral hangat lebih dianjurkan. Hindari minuman dengan pemanis buatan, minuman berkarbonasi, dan yang mengandung kafein (teh dan kopi).

2. Makan kurma

Dokter Riza menyebutkan bahwa pada saat berbuka biasakan konsumsi 3 sampai 4 kurma terlebih dahulu. Selain menjalankan Sunah Rasulullah SAW, mengonsumsi kurma bisa menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Sehingga menghasilkan energi untuk tubuh juga lebih cepat. Tak hanya itu, kurma juga bisa menjadi camilan sehat.

3. Selektif memilih makanan

“Kurangi makanan berbumbu tajam, gorengan dan lemak berminyak, karena makanan-makanan ini selain membuat pencernaan bekerja lebih berat, konsumsi cairan tubuh juga lebih banyak, sehingga ibu lebih cepat haus,” jelas dr. Riza dalam Ruang Konsul Mengasihi Saat Berpuasa di Orami.

4.Konsumsi vitamin

“Tidak masalah jika ibu ingin mengonsumsi suplemen vitamin, walau sebenarnya dengan pola makan gizi seimbang kebutuhan makro dan mikronutrien tubuh sudah tercukupi. Pada ibu yang sudah terdiagnosis anemia kekurangan zat besi, tetap konsumsi suplemen zat besi,” ujar dr. Riza.

5. Bekerja di pagi atau malam hari

Lakukan pekerjaan rumah di malam hari atau di awal pagi hari. Sebab pada waktu ini, Anda lebih berenergi karena baru saja makan.
 
“Beristirahatlah saat tubuh sudah memberikan alarm lelah, jangan sampai ibu jatuh dalam kondisi dehidrasi, sehingga produksi asi menurun,” ungkap dr. Riza.

6. Kurangi aktivitas di luar rumah

Dokter Riza menganjurkan pada ibu yang bekerja untuk tidak ambil pekerjaan lapangan selama Ramadan. Minta kompensasi untuk tetap bisa memerah ASI dan beristirahat sejenak pada siang hari.

7. Perhatikan kondisi bayi

Mungkin ibu bisa jadi tidak ada keluhan. Tetapi ibu harus hati-hati jika BAK bayi mulai sedikit dan berbau, bayi rewel dan menangis terus karena lapar, hal ini bisa disebabkan karena bayi tidak mendapat cukup ASI.
 
"Selain itu untuk bayi berumur 0-6 bulan, penimbangan berat badan bayi perlu dilakukan sekali seminggu bila ibu memutuskan untuk berpuasa full,” jelas dr. Riza.

 
“Jika kenaikan berat badan minimal bayi tidak tercapai, dikhawatirkan bayi juga tidak memperoleh cukup ASI. Kenaikan berat badan minimal bayi 0-3 bulan 200-230 gram per  minggu, bayi 3-6 bulan 120-150 gram per minggu,” lanjutnya.

8. Jangan takut saat berat badan turun

Menurutnya penurunan berat badan ibu juga bisa terjadi selama berpuasa. Penurunan berat badan dalam batas normal adalah 0,5-1 kg per minggu. Jika ibu masih dalam kondisi ini, tidak akan berpengaruh ke produksi ASI. 

9. Yakin pada diri sendiri

Tetap yakin dan percaya diri bisa menjalankan ibadah puasa, laksanakan ibadah dengan rileks, hati tenang dan senang, sehingga produksi ASI tetap lancar.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif