realme menghentikan peluncuran produk baru di Tiongkok dan mengalihkan fokus ke pasar global sebagai bagian dari restrukturisasi Oppo.
realme menghentikan peluncuran produk baru di Tiongkok dan mengalihkan fokus ke pasar global sebagai bagian dari restrukturisasi Oppo.

realme Setop Produk Baru di Tiongkok, Lalu?

Lufthi Anggraeni • 21 Juli 2026 14:05
Ringkasnya gini..
  • realme tidak lagi meluncurkan produk baru di Tiongkok dan akan fokus mengembangkan bisnis di pasar global.
  • Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi Oppo untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi produk.
  • Indonesia dan pasar internasional tetap menjadi prioritas sehingga peluncuran produk baru diperkirakan terus berlanjut.
Jakarta: realme mengonfirmasi akan menghentikan peluncuran produk baru di pasar Tiongkok sebagai bagian dari strategi restrukturisasi global yang dilakukan perusahaan induknya, Oppo. Keputusan tersebut menandai perubahan besar dalam strategi bisnis realme.

Mengutip The Verge, Oppo kini akan memusatkan perhatian pada pasar internasional atau overseas markets, termasuk Asia Tenggara, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, dan wilayah lainnya. Konfirmasi tersebut disampaikan Oppo melalui pernyataan resmi kepada sejumlah media internasional.

Dalam pernyataannya, Oppo menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan mengonsolidasikan sumber daya dan meningkatkan sinergi strategi produk di tingkat global. Kendati menghentikan peluncuran perangkat baru di Tiongkok, realme tidak dibubarkan.

Merek tersebut tetap akan beroperasi sebagai salah satu sub-brand Oppo dan melanjutkan aktivitas bisnis di berbagai negara di luar Tiongkok. Langkah ini juga tidak memengaruhi layanan purna jual maupun dukungan terhadap perangkat realme yang telah beredar di pasar internasional.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi yang lebih luas di dalam grup Oppo. Pada saat yang sama, OnePlus justru mengambil arah sebaliknya dengan menghentikan peluncuran produk baru di Amerika Serikat dan Eropa untuk kembali memusatkan bisnisnya di Tiongkok.

Dengan demikian, Oppo membagi fokus kedua mereknya, yaitu realme untuk pasar global, sementara OnePlus lebih difokuskan pada pasar domestik Tiongkok. Strategi ini dinilai sebagai upaya Oppo untuk mengurangi tumpang tindih portofolio produk di berbagai wilayah.

Selama beberapa tahun terakhir, Oppo, realme, dan OnePlus sering kali menghadirkan perangkat dengan spesifikasi serupa di pasar yang sama. Melalui pembagian fokus tersebut, masing-masing merek diharapkan memiliki identitas dan target pasar lebih jelas.

Bagi realme, pasar internasional memang telah menjadi kontributor utama pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Merek ini memiliki basis pengguna yang kuat di India, Indonesia, Vietnam, Filipina, kawasan Eropa, hingga Amerika Latin.

Di Indonesia, realme masih aktif meluncurkan smartphone, perangkat AIoT, wearable, dan aksesori lainnya melalui situs resmi realme Indonesia. Keputusan meninggalkan pasar Tiongkok juga dinilai tidak terlalu mengejutkan.

Persaingan di negara tersebut semakin ketat dengan dominasi merek lokal seperti Huawei, Xiaomi, Honor, Vivo, Oppo, dan Apple yang terus memperebutkan pangsa pasar. Di sisi lain, pertumbuhan penjualan smartphone di Tiongkok juga melambat sehingga banyak produsen mulai mengalihkan perhatian ke pasar internasional yang masih menawarkan peluang ekspansi lebih besar.

Selain tekanan kompetisi, restrukturisasi ini juga dipandang sebagai langkah efisiensi operasional. Dengan menghentikan pengembangan produk khusus untuk pasar Tiongkok, realme dapat memusatkan sumber daya riset, pemasaran, dan distribusi pada produk yang ditujukan untuk pasar global.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat peluncuran produk sekaligus meningkatkan efisiensi biaya. Kendati demikian, keputusan tersebut tidak berarti pengguna realme di Tiongkok langsung kehilangan dukungan.

Perangkat yang telah dipasarkan sebelumnya tetap akan memperoleh layanan sesuai kebijakan perusahaan. Namun, tidak akan ada lagi smartphone maupun produk baru bermerek realme yang diperkenalkan di pasar domestik Tiongkok.

Bagi konsumen di Indonesia dan negara lain, langkah ini justru berpotensi membawa dampak positif. Dengan seluruh fokus bisnis diarahkan ke pasar internasional, realme berpeluang menghadirkan inovasi dan produk baru lebih cepat untuk wilayah di luar Tiongkok.

Sebagai informasi, selama ini Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi realme, terutama di segmen smartphone entry-level hingga kelas menengah. Ke depan, strategi tersebut diperkirakan akan memperkuat posisi realme sebagai merek global di bawah payung Oppo. 

Oppo dapat lebih fokus mengembangkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan konsumen internasional tanpa harus membagi perhatian dengan pasar Tiongkok yang sangat kompetitif. Langkah ini sekaligus mencerminkan perubahan strategi yang lebih luas di industri smartphone. 

Alih-alih mempertahankan kehadiran seluruh merek di semua wilayah, Oppo kini mulai membagi peran setiap sub-brand agar lebih efisien dan mampu bersaing secara lebih spesifik di pasar yang menjadi kekuatannya masing-masing. Bagi realme, pasar global kini menjadi prioritas utama dalam fase pertumbuhan berikutnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA