- Memahami apa saja yang biasanya terjadi pada bayi baru lahir.
- Perut bayi yang baru lahir masih sangat kecil.
- Bayi baru lahir juga cenderung lebih sering tidur.
Jakarta: Banyak orang sering mendengar bahwa bayi baru lahir hanya melakukan beberapa hal sederhana, yaitu makan, buang air, menangis, dan tidur. Kedengarannya memang mudah, tetapi kenyataannya merawat bayi di hari-hari pertama bisa terasa cukup menantang.
Pada masa ini, orang tua biasanya akan sering terbangun di malam hari, memberi makan bayi berkali-kali, mengganti popok hampir sepanjang hari, serta belajar memahami berbagai cara menenangkan bayi yang menangis.
Memahami apa saja yang biasanya terjadi pada bayi baru lahir, dapat membantu membuat minggu-minggu pertama di rumah terasa lebih ringan dan terarah. Dengan mengetahui kebutuhan bayi sejak awal, proses beradaptasi menjadi lebih mudah dan tidak terlalu membuat stres.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa hal penting, yang perlu diketahui saat memberi susu bayi baru lahir.
Perut bayi yang baru lahir masih sangat kecil, sehingga mereka membutuhkan asupan susu dalam jumlah sedikit, tetapi dengan frekuensi yang sering. Umumnya bayi minum sekitar 29 ml hingga 88 ml susu, setiap kali menyusu.
Banyak bayi membutuhkan susu setiap dua hingga tiga jam sekali, baik ASI maupun susu formula. Namun, beberapa bayi bisa merasa lapar lebih cepat, sehingga perlu menyusu lebih sering.
Tidak semua bayi menunjukkan rasa lapar dengan menangis keras. Sebagian bayi justru memberikan tanda yang lebih halus. Beberapa tanda bayi mulai lapar antara lain:
• Mengisap tangan atau jari.
• Menggerakkan bibir seperti sedang mencari susu.
• Memutar kepala ke arah payudara atau botol (refleks mencari atau rooting).
• Membuka dan menutup mulut berulang kali.
Pada beberapa hari pertama setelah lahir, bayi biasanya akan mengalami penurunan berat badan, sekitar 7% dari berat lahirnya. Hal ini termasuk kondisi yang normal terjadi pada banyak bayi. Meski begitu, pemberian susu tetap perlu dilakukan secara rutin, bahkan disarankan setiap dua jam sekali, sampai berat badan bayi kembali seperti saat lahir.
Bayi baru lahir juga cenderung lebih sering tidur, dan terkadang sulit terbangun untuk menyusu. Oleh karena itu, bayi mungkin perlu dibangunkan secara perlahan, agar tetap mendapatkan asupan yang cukup. Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
• Melepas pakaian bayi hingga hanya memakai popok agar bayi lebih terjaga
• Mengelus lembut kepala atau punggung bayi
• Mengajak bayi berbicara dengan suara lembut
• Menggendong atau memposisikan bayi dengan nyaman saat menyusu.
Tujuan utama dari pemberian susu yang rutin ini adalah membantu bayi kembali mencapai berat lahirnya, yang biasanya akan diperiksa kembali saat kontrol kesehatan sekitar usia dua minggu. Dengan pola pemberian susu yang cukup dan teratur, pertumbuhan bayi pada minggu-minggu pertama dapat berjalan dengan baik.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Pada masa ini, orang tua biasanya akan sering terbangun di malam hari, memberi makan bayi berkali-kali, mengganti popok hampir sepanjang hari, serta belajar memahami berbagai cara menenangkan bayi yang menangis.
Memahami apa saja yang biasanya terjadi pada bayi baru lahir, dapat membantu membuat minggu-minggu pertama di rumah terasa lebih ringan dan terarah. Dengan mengetahui kebutuhan bayi sejak awal, proses beradaptasi menjadi lebih mudah dan tidak terlalu membuat stres.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa hal penting, yang perlu diketahui saat memberi susu bayi baru lahir.
Pemberian susu bayi baru lahir
Perut bayi yang baru lahir masih sangat kecil, sehingga mereka membutuhkan asupan susu dalam jumlah sedikit, tetapi dengan frekuensi yang sering. Umumnya bayi minum sekitar 29 ml hingga 88 ml susu, setiap kali menyusu.
Banyak bayi membutuhkan susu setiap dua hingga tiga jam sekali, baik ASI maupun susu formula. Namun, beberapa bayi bisa merasa lapar lebih cepat, sehingga perlu menyusu lebih sering.
Tidak semua bayi menunjukkan rasa lapar dengan menangis keras. Sebagian bayi justru memberikan tanda yang lebih halus. Beberapa tanda bayi mulai lapar antara lain:
• Mengisap tangan atau jari.
• Menggerakkan bibir seperti sedang mencari susu.
• Memutar kepala ke arah payudara atau botol (refleks mencari atau rooting).
• Membuka dan menutup mulut berulang kali.
Pada beberapa hari pertama setelah lahir, bayi biasanya akan mengalami penurunan berat badan, sekitar 7% dari berat lahirnya. Hal ini termasuk kondisi yang normal terjadi pada banyak bayi. Meski begitu, pemberian susu tetap perlu dilakukan secara rutin, bahkan disarankan setiap dua jam sekali, sampai berat badan bayi kembali seperti saat lahir.
Bayi baru lahir juga cenderung lebih sering tidur, dan terkadang sulit terbangun untuk menyusu. Oleh karena itu, bayi mungkin perlu dibangunkan secara perlahan, agar tetap mendapatkan asupan yang cukup. Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
• Melepas pakaian bayi hingga hanya memakai popok agar bayi lebih terjaga
• Mengelus lembut kepala atau punggung bayi
• Mengajak bayi berbicara dengan suara lembut
• Menggendong atau memposisikan bayi dengan nyaman saat menyusu.
Tujuan utama dari pemberian susu yang rutin ini adalah membantu bayi kembali mencapai berat lahirnya, yang biasanya akan diperiksa kembali saat kontrol kesehatan sekitar usia dua minggu. Dengan pola pemberian susu yang cukup dan teratur, pertumbuhan bayi pada minggu-minggu pertama dapat berjalan dengan baik.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)