Persistent Depressive Disorder (PDD) atau gangguan depresi persisten merupakan bentuk depresi yang tidak terlalu parah. (Ilustrasi/Pexels)
Persistent Depressive Disorder (PDD) atau gangguan depresi persisten merupakan bentuk depresi yang tidak terlalu parah. (Ilustrasi/Pexels)

Pengobatan untuk Gangguan Depresi Persisten

Rona depresi
Sunnaholomi Halakrispen • 06 Februari 2020 13:04
Jakarta: Persistent Depressive Disorder (PDD) atau gangguan depresi persisten merupakan bentuk depresi yang tidak terlalu parah. Meskipun kurang ekstrim, PDD menyebabkan kemurungan kronis atau jangka panjang yang berkisar pada tingkat keparahan.
 
Dilansir dari WebMD, membiarkan diri tetap berada dalam kondisi kemurungan yang konstan bukanlah cara tepat menjalani hidup. Maka demikian, inilah salah satu alasan untuk mencari pengobatan yang tepat.
 
Bahkan, PDD juga dapat meningkatkan risiko penyakit fisik. Jika tidak diobati, gangguan mood ini dapat berkembang menjadi depresi yang lebih parah. Ini juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk mencoba bunuh diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Antidepresan, seperti inhibitor reuptake selektif-serotonin (SSRI), serotonin norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI), atau antidepresan trisiklik, sering digunakan untuk mengobati PDD. Lantaran Anda mungkin perlu melanjutkan pengobatan dalam jangka waktu yang lama, penting untuk mempertimbangkan obat mana yang tidak hanya bekerja dengan baik tetapi juga memiliki sedikit efek samping.
 
Anda mungkin perlu mencoba lebih dari satu obat untuk menemukan yang bekerja paling baik. Tetapi, ketahuilah bahwa mungkin diperlukan beberapa minggu atau lebih lama untuk berlaku. Sementara itu, perawatan yang berhasil untuk depresi kronis seringkali memakan waktu lebih lama daripada untuk depresi akut (non-kronis).
 
Penanganan paling tepat, minumlah obat sesuai instruksi dokter. Jika obat-obatan itu menyebabkan efek samping atau masih tidak berfungsi setelah beberapa minggu, diskusikan hal tersebut dengan dokter Anda. Jangan tiba-tiba berhenti minum obat.
 
Dokter percaya pengobatan untuk PDD efektif dengan kombinasi antidepresan dan psikoterapi. Jenis terapi bicara tertentu, seperti terapi perilaku kognitif (CBT), psikoterapi psikodinamik, atau terapi interpersonal (IPT), dikenal sebagai bentuk psikoterapi efektif yang mengobati PDD. 
 
Perawatan terstruktur yang berlangsung selama periode waktu tertentu, CBT melibatkan mengenali dan merestrukturisasi pikiran. Ini dapat membantu Anda mengubah pemikiran Anda yang menyimpang. 
 
IPT juga merupakan perawatan terstruktur yang terbatas waktu. Fokusnya, mengatasi masalah saat ini dan menyelesaikan konflik antarpribadi. Psikoterapi psikodinamik melibatkan mengeksplorasi pola perilaku dan motivasi yang tidak sehat atau tidak memuaskan yang mungkin tidak Anda sadari. Hal imi dapat mengarah pada perasaan depresi dan harapan negatif serta pengalaman hidup.
 
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga aerobik dapat membantu mengatasi gangguan mood. Cara ini paling efektif bila dilakukan empat hingga enam kali dalam seminggu. Tetapi, melakukan beberapa kali latihan pun tak masalah dan dinilai lebih baik daripada tidak sama sekali.
 
Perubahan lain juga dapat membantu, termasuk mencari dukungan sosial dan menemukan pekerjaan yang menarik. Digunakan untuk pasien dengan gangguan depresi mayor dengan pola musiman (sebelumnya dikenal sebagai gangguan afektif musiman), terapi sinar terang juga dapat membantu beberapa orang dengan PDD.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif