Waspadai 7 Penyakit Mengintai Anda yang Hobi Makanan Manis

Gervin Nathaniel Purba 14 September 2018 07:00 WIB
kalbe nutritionals
Waspadai 7 Penyakit Mengintai Anda yang Hobi Makanan Manis
Jika berlebihan mengonsumsi gula dalam jangka waktu panjang, kesehatan Anda mungkin akan terancam sejumlah penyakit (Foto:Shutterstock)
Jakarta: Bagi penggemar es krim, produk teh olahan, permen, dan berbagai makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, sebaiknya mulai mengontrol konsumsinya. Jangan sampai berlebihan.

Sebab, risiko penyakit yang mengintai tak semanis gula yang dirasakan lidah. American Heart Association (AHA) merekomendasikan anak usia 2-18 tahun tidak mengonsumsi lebih dari enam sendok teh gula dalam menu makanan sehari-hari. Sementara, batas asupan gula bagi orang dewasa yang disarankan adalah 50 gram atau setara dengan 12 sendok teh gula per orang per hari. 

Jika berlebihan mengonsumsi gula dalam jangka waktu panjang, kesehatan Anda mungkin akan terancam sejumlah penyakit.


1. Obesitas

Minuman manis, seperti soda, jus, dan teh manis mengandung fruktosa. Fruktosa dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk makan. Hal ini yang menyebabkan orang ingin makan terus menerus.

2. Risiko Diabetes

Konsumsi gula yang tinggi dapat mendorong resistensi terhadap insulin, yaitu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin menyebabkan kadar gula darah meningkat dan meningkatkan risiko diabetes.

3. Mempercepat Penuaan Dini

Terlalu sering mengonsumsi karbohidrat olahan dan gula akan memicu produksi Advanced Glycation end Products (AGEs), yang menyebabkan kulit menua sebelum waktunya. AGEs adalah senyawa yang dibentuk oleh reaksi antara gula dan protein dalam tubuh, yang berperan dalam penuaan kulit. AGEs merusak kolagen dan elastin, sehingga kulit mulai kehilangan elastisitas dan kendur.

4. Kesehatan Jantung

Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 17-21 persen kalori dari gula tambahan, memiliki risiko 38 persen lebih besar meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi delapan persen kalori dari gula tambahan.

5. Jerawat

Makanan manis, seperti permen olahan, meningkatkan gula darah lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik yang lebih rendah. Makanan manis cepat meningkatkan gula darah dan kadar insulin yang menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, dan peradangan yang semuanya berperan dalam kemunculan jerawat.

6. Kanker

Rutin mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat menyebabkan obesitas. Kemudian, kandungan gula yang tinggi akan meningkatkan peradangan dalam tubuh dan menyebabkan resistensi insulin. Semua hal ini meningkatkan risiko kanker.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap lebih dari 430 ribu orang menemukan bahwa konsumsi gula tambahan berhubungan positif dengan peningkatan risiko kanker esophagus, pleura, dan kanker usus kecil.

7. Depresi

Mengonsumsi banyak makanan olahan, termasuk produk tinggi gula seperti kue dan minuman manis, dapat meningkatkan risiko depresi. Sebuah penelitian yang melibatkan 8 ribu orang selama 22 tahun menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 67 gram gula atau lebih, 23 persen lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan pria yang makan kurang dari 40 gram gula per hari.

Melihat ancaman penyakit yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan, maka mulai hari ini ganti gula yang biasa Anda gunakan dengan Nulife Sweetener.

Satu sachet Nulife Sweetener sama dengan dua sendok teh gula pasir, cukup untuk 150 ml minuman. Nulife Sweetener tidak pahit dan tidak menimbulkan efek samping.

Dengan menggunakan Nulife Sweetener, Anda tak perlu khawatir berat badan akan melonjak karena ia merupakan sukralosa (pemanis buatan nol kalori). Produk dari Kalbe Nutritionals ini juga rendah karbo, sehingga tepat untuk diet sehat bebas gula.

Kelebihan lainnya dari Nulife Sweetener ialah harganya lebih ekonomis, tidak berubah rasa jika dipanaskan, cocok untuk minuman panas dan dingin, serta dapat digunakan untuk memasak. Rasa manisnya pun tidak berubah pada suhu tinggi.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id