Berikut ini adalah beberapa dampak jatuh selama kehamilan sesuai dengan trimesternya. (Foto: Pexels.com)
Berikut ini adalah beberapa dampak jatuh selama kehamilan sesuai dengan trimesternya. (Foto: Pexels.com)

Seberapa Serius Dampak Jatuh Selama Kehamilan?

Rona kehamilan
Anda Nurlaila • 06 Maret 2019 16:18
Dampak serius jatuh saat hamil jangan disepelekan. Jika ibu hamil jatuh dan mengalami sakit parah setelah jatuh, pendarahan, bercak di vagina, atau jatuh tertelungkup sebaiknya segera periksa.
 

 
Jakarta:
Ibu hamil memang dalam masa-masa yang serba lebih berhati-hati. Tidak boleh jatuh atau terpeleset. Namun jika kedua hal tersebut terjadi lalu bagaimana kandungan ibu hamil?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari Beingtheparent, berikut ini adalah beberapa dampak jatuh selama kehamilan sesuai dengan trimesternya.

1. Trimester kesatu

Pada awal kehamilan, rahim terselip di panggul dan terlindungi dengan baik oleh tulang panggul. Jatuh di semester pertama berdampak kurang pada bayi atau plasenta. Jika tergelincir dan jatuh, cukup berbaring dan rileks selama beberapa saat.

2. Trisemester kedua

Masa ini, rahum telah keluar dari tulang panggul, namun bayi memiliki banyak perlindungan. Jika terjatuh terutama di bagian perut, beberapa komplikasi dapat muncul. Cari bantuan medis, jika terjadi:
 
-Mengalami sakit parah setelah jatuh
-Pendarahan atau bercak di vagina
-Jatuh tertelungkup
-Gerakan janin menurun
-Merasa pusing atau sesak napas
-Mengalami kontraksi uterus
-Perut terasa lembek
 
Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera cari pertolongan medis. Dokter akan memeriksa dan memantau bayi untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Jangan menyepelekan dampak serius jatuh saat hamil.
 
Seberapa Serius Dampak Jatuh Selama Kehamilan?
(Dampak serius jatuh saat hamil jangan disepelekan. Jika ibu hamil jatuh dan mengalami sakit parah setelah jatuh, pendarahan, bercak di vagina, atau jatuh tertelungkup sebaiknya segera periksa. Foto: Pexels.com)
 
(Baca juga: Tingkat Bahaya Jatuh Selama Kehamilan)

3. Trimester ketiga

Saat kehamilan berlanjut, kemungkinan jatuh yang merugikan ibu dan bayi juga meningkat. Terlebih lagi wanita lebih rentan jatuh karena kelelahan dan kecanggungan meningkat menjelang akhir kehamilan.
 
Jika jatuh cukup parah, kerusakan akan terjadi paling mungkin terjadi di plasenta. Trauma pada perut meningkatkan kemungkinan plasenta tertarik menjauh dari dinding rahim.

Tanda-tanda peringatan

Jika ibu hamil jatuh ada hal yang perlu diperhatikan dan ini merupakan dampak serius jatuh saat hamil. Tanpa menunggu carilah pertolongan medis atau bawa segera ke puskesmas terdekat atau rumah sakit paling dekat. Berikut ini tanda-tanda peringatannya.
 
-Cairan ketuban mulai bocor
-Perdarahan vagina atau bercak yang berkembang menjadi perdarahan dapat terjadi
-Gerakan janin menurun
-Sensasi pusing atau pingsan meningkat
-Mengalami sesak napas
-Kram atau kontraksi dinding rahim
-Nyeri perut parah
-Persalinan prematur biasanya terkait dengan kejatuhan yang terjadi pada trimester ketiga kehamilan.
 
Bahkan jika mengalami gejala di atas, konsultasikan dengan praktisi medis untuk memastikan keamanan Anda dan bayi.

Pencegahan

Meskipun tidak sepenuhnya mengurangi risiko, beberapa pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari kecelakaan terjatuh saat hamil:
 
-Sebagian besar kecelakaan tergelincir terjadi di daerah basah, seperti dapur dan kamar mandi. Hati-hati saat mandi, gunakan alas antislip bila perlu.
- Gunakan sepatu bertumit datar bukan daripada bertumit tinggi selama kehamilan.
- Pilih alas kaki dengan sol non-selip.
- Tenangkan diri dengan berpegangan pada sesuatu yang kuat atau duduk saat merasa pusing.
- Berhati-hatilah saat musim hujan berpegang pada sesuatu yang kuat saat berjalan.
- Jangan segan minta bantuan jika membutuhkannya.
- Berjalan perlahan-lahan.
- Jangan berjalan di atas lantai yang baru dipel.
- Jika berolahraga pilihlah yang benar-benar aman.
 
Beberapa dokter Obstetri dan Ginekologi (SpOG) rumah sakit yang bisa Anda kunjungi untuk memeriksa antara lain Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif