Studi: Akupresur Mampu Turunkan Gejala Kelelahan pada Penderita Kanker Payudara

Sri Yanti Nainggolan 13 Juli 2018 18:36 WIB
studi kesehatankanker payudaraakupresur
Studi: Akupresur Mampu Turunkan Gejala Kelelahan pada Penderita Kanker Payudara
Studi yang dipublikasi dalam JAMA Oncology tersebut mengatakan bahwa akupresur dapat mengurangi kelelahan pada korban kanker payudara. (Foto: Antonika Chanel/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah studi menyebutkan bahwa akupresur yang berasal dari pengobatan tradisional Cina, membantu menyembuhkan beberapa penyakit dan efek dari perawatan tertentu.

Studi yang dipublikasi dalam JAMA Oncology tersebut mengatakan bahwa akupresur dapat mengurangi kelelahan pada korban kanker payudara. 

Efek jangka panjang yang paling umum dari perawatan kanker payudara adalah 'kelelahan'. Setelah perawatan kanker payudara, sebagian besar wanita mengalami kelelahan hingga 10 tahun.


"Kelelahan adalah gejala yang kurang dihargai di banyak penyakit kronis, terutama kanker. Ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup," tukas penulis studi Suzanna Zick dari University of Michigan. 

Menurutnya, akupresur mudah dipelajari dan pasien bisa melakukannya sendiri.

(Baca juga: Redakan Mual dengan Akupresur)

Studi tersebut menemukan bahwa lebih dari enam minggu akupresur dapat mengurangi kelelahan hingga 27-34 persen pada wanita yang telah menjalani perawatan kanker payudara.


(Sebuah studi menyebutkan bahwa akupresur yang berasal dari pengobatan tradisional Cina, membantu menyembuhkan beberapa penyakit dan efek dari perawatan tertentu. Foto: Courtesy of Thehealthsite.com)

Peneliti menguji dua jenis akupresur, yaitu akupresur yang rileks (relaxing acupressure) yang secara tradisional digunakan untuk mengobati insomnia, dan akupresur rangsangan (stimulating acupressure), yang digunakan untuk meningkatkan energi.

Tekniknya sangat berbeda satu sama lain dalam hal titik penekanan akupresur.

Pada akhir penelitian, kedua perawatan akupresur menunjukkan peningkatan signifikan dalam kelelahan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tetapi hanya akupresur yang rileks meningkatkan kualitas tidur.

"Mengingat pelatihan singkat yang diperlukan untuk mempelajari akupresur, intervensi ini bisa menjadi pilihan berbiaya rendah untuk mengobati kelelahan," tambah Zick.

Untuk mengajarkan akupresur, para peneliti mengembangkan aplikasi ponsel. Mereka juga akan menyelidiki apakah akupresur efektif atau tidak untuk pasien yang menjalani perawatan untuk kondisi lain dan bagaimana teknik ini berdampak pada kelelahan.





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id